Tuesday, October 14, 2014

Protista Mirip Jamur

Advertisement

Protista mirip jamur pada awalnya dikelompokkan dalam kingdom fungi, namun perkembangan penelitian terbaru menyatakan bahwa mereka terpisah dari kingdom fungi dan termasuk kingdom protista. Protista mirip jamur dikelompokkan menjadi tiga yaitu Oomycota, Acrasiomycota, dan Mixomycota.

Oomycota
Oomicota atau jamur air (water molds) juga kadang disebut karat putih (white rust), dan downy mildew. Oomycota nampak seperti kumpulan rambut-rambut putih yang menempel pada ikan yang mati maupun tumbuhan air yang mati. Rambut-rambut penyusun jamur air tersebut disebut dengan hifa.

Beberapa spesies merupakan parasit dan yang lainnya merupakan saprofit (pemakan sisa makhluk hidup). Jamur air saprofit akan membantu membusukkan sisa-sisa makhluk hidup sehingga tidak mengganggu lingkungan perairan. Jamur air juga dapat tumbuh pada luka-luka yang ada pada tubuh ikan, luka yang ditumbuhi jamur air dapat menyebabkan pembusukkan jaringan dan akan mematikan ikan tersebut.

Oomycota dapat mengalami perkembangbiakan secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dilakukan dengan membentuk spora yang disebut sebagai zoospora. Spora tersebut memiliki dua cambuk yang dapat digunakan untuk bergerak di lingkungan perairan. Setelah menemukan substrat yang tepat, zoospora dapat tumbuh membentuk struktur menyerupai rambut.

Perkembangbiakan secara generatif dilakukan dengan membentuk anteridium (struktur penghasil gamet jantan) dan arkegonium (struktur penghasil gamet betina). Anteridium dan arkegonium dihasilkan oleh hifa pada oomycota dewasa. Gamet betina yang telah dibuahi gamet jantan akan mengalami penebalan dinding sel yang kemudian disebut sebagai oospora. Oospora dapat tumbuh dan berkembang membentuk oomycota baru. Nama oomycota berasal dari dari stuktur oospora yang dihasilkannya.

Oomycota


Acrasiomycota
Acrasiomycota biasa disebut dengan jamur lendir uniseluler, dinamakan demikian karena bentuknya mirip dengan lendir. Acrasiomycota nampak seperti amoeba, organisme tunggal yang memiliki bentuk tidak tetap. Bentuk mirip amoeba ini akan memakan bakteri dan mikroorganisme lain yang ditemukannya. Acrasiomycota merupakan organisme bebas, dan tidak ada yang bersifat parasit. Mereka hidup di tempat-tempat lembab yang kaya akan material organik.

Apabila keadaan terjadi kelangkaa makanan, acrasiomycota akan membentuk agregat (mengelompok menjadi satu) dan bergerak bersama menuju daerah yang kaya makanan. Setelah sampai di daerah yang kaya makanan, agregat tersebut akan membentuk struktur tangkai dengan kotak spora di ujungnya, struktur tersebut disebut sorocarp.

Di dalam sorocarp bentuk mirip amoeba tadi akan mengubah dirinya menjadi spora yang dapat lepas dan tumbuh menjadi individu baru. Terkadang dalam sorocarp bentuk amoeba tidak berubah menjadi spora dan keluar dari sorocarp tetap dalam bentuk mirip amoeba.

Reproduksi secara generatif dapat terjadi dengan penyatuan dua  bentuk amoeba sehingga terbentuk organisme dengan dua nukleus. Bentuk dengan dua nukleus tersebut akan mengalami meiosis sehingga terbentuk empat individu baru yang siap mencari makan.

Acrasiomycota


Mixomycota
Mixomycota disebut juga dengan jamur lendir. Saat keadaan lingkungan kaya akan makanan, mereka berbentuk seperti masa sitoplasma yang tidak bendinding sel. Masa ini memiliki banyak nukleus yang tidak memiliki struktur pembatas, struktur tersebut disebut dengan plasmodium. Nukleus-nukleus tersebut akan mengalami pembelahan mitosis tanpa diikuti dengan pembelahan sel. Semakin banyak mitosis yang terjadi, plasmodium tersebut akan semakin besar. Makanan mixomycota merupakan bakteri dan mikroorganisme lain yang ditemui di sekitarnya. Masa sitoplasma tersebut dapat bergerak lambat untuk mencari sumber makanan.

Saat kondisi lingkungan miskin makanan, plasmodium akan membentuk sporangium untuk menghasilkan spora. Pembentukan sporangium merupakan reproduksi vegetatif dari mixomycota. Spora yang terbentuk ada yang haploid dan diploid. Spora haploid akan tumbuh menjadi protoplast (gamet) dan melakukan penyatuan (singami) dengan protoplast lain. Penyatuan ini akan menghasilkan individu diploid dan dapat tumbuh menjadi plasmodium baru. Sedangkan spora diploid dapat langsung tumbuh menjadi plasmodium baru tanpa terjadi singami.

Mixomycota umumnya memiliki warna-warna yang cerah dan indah. Sporangium yang dibentuknya juga memiliki bentuk yang unik yang sangat menarik untuk dilihat. Mereka ditemukan pada tempat-tempat lembab yang kaya akan material organik.

Bentuk plasmodium mixomycota
Bentuk sporangium mixomycota

0 komentar

Post a Comment