Thursday, August 31, 2017

Protista Mirip Tumbuhan

Advertisement

Protista mirip tumbuhan memiliki ciri seperti tumbuhan (yaitu dapat berfotosintesis) namun belum memiliki akar, batang, dan daun yang jelas. Protista mirip tumbuhan merupakan penghuni lautan dan air tawar yang hidup di kawasan perairan yang masih dapat ditembus cahaya matahari. Organisme ini merupakan penyumbang mayoritas oksigen di lingkungan perairan.

Protista mirip tumbuhan ada yang uniseluler (bersel satu) disebut dengan fitoplankton serta ada yang multiseluler (bersel banyak) dan biasa disebut "alga". Fitoplankton hidup melayang-layang di perairan dan tidak menempel pada benda, air kolam ataupun danau dapat berubah warna menjadi hijau karena pertumbuhan dari fitoplankton tersebut. Alga biasanya hidup menempel pada benda tertentu dan dapat tumbuh hingga mencapai puluhan meter.

Beberapa protista mirip tumbuhan memiliki vakuola kontraktil yang berfungsi mengeluarkan kelebihan air dari dalam sel. Beberapa protista mirip tumbuhan mampu membentuk cangkang keras yang melindungi sel-selnya. Cangkang-cangkang ini tidak akan membusuk walaupun organisme tersebut telah mati.

Protista mirip tumbuhan, dibagi menjadi 6 filum yaitu sebagai berikut.

Pyrrophyta

Sebagian besar pyrrophyta merupakan mikroorganisme yang tinggal di laut, namun beberapa merupakan penghuni air tawar. Ciri khas dari filum ini adalah mereka mempunyai lapisan pelindung seperti mantel yang terbuat dari struktur mirip selulosa. Pada lapisan pelindung tersebut terdapat lekukan yang menjadi tempat penempelan falgela. Mereka memiliki 2 flagela, 1 menempel di lekukan tengah hingga nampak seperti ikat pinggang dan yang ke 2 menempel di ujung sel. Pigmen yang dimiliki pyrrophyta adalah klorofil a, klorofil c, dan karotenoid. Contoh anggota pyrrophyta adalah Gonyaulax sp.


Gonyaulax sp.

Euglenophyta

Merupakan organisme uniseluler penghuni air tawar. Euglenophyta mampu memperoleh makanan secara autotrof maupun heterotof. Mereka memiliki kloropas sebagai alat fotosintesis dan saat keadaan gelap mereka mampu memakan partikel makanan yang ada di sekitarnya. Euglenophyta memiliki pelikel, struktur yang terbuat dari protein di lapisan luar selnya. Pelikel memungkinkan sel dapat berubah bentuk karena sifatnya yang elastis. Mereka juga memiliki flagela sebagai alat pergerakan. Pigmen yang dimilikinya adalah klorofil a, klorofil b, karotenoid, dan xantofil. Contoh anggota filum ini adalah Euglena sp.

Euglena cukup mudah ditemukan pada perairan yang kaya akan zat organik. Biasanya mikroorganisme ini digunakan dalam praktikum di sekolah karena selnya yang mudah diamati. Air yang telah lama digunakan untuk merendam jerami akan memicu tumbuhnya Euglena. Selain itu air sawah yang subur juga kadang banyak mengandung protista yang satu ini.


Euglena sp.

Chrysophyta (Alga emas/pirang)

Anggota filum ini adalah alga emas dan diatom. Alga emas berwarna keemasan karena memiliki pigmen karotenoid dan fucoxanthin yang menyebabkan munculnya warna emas. Alga emas umumnya bersel satu walaupun ada juga yang bersel banyak. Alga emas satu sel akan mengambang di permukaan air sedangkan yang bersel banyak akan menempel pada benda tertentu.

Diatom merupakan mikroorganisme yang mampu membentuk cangkang sebagai alat perlindungan sel, cangkang tersebut terbuat dari silika yang cukup keras. Cangkang diatom tersusun atas dua belahan yang saling menumpuk seperti kotak sepatu. Ketika membelah diri, masing-masing sel anak akan menerima separuh dari cangkang induk sedangkan setengahnya lagi akan dihasilkan sendiri. Alga emas dan diatom masuk dalam flum yang sama karena keduanya mampu menghasilkan karbohidrat unik yang disebut chrysolaminarin. Contoh anggota filum ini adalah Navicula sp


Navicula sp.

Rhodophyta (Alga merah)

Rhodophyta atau alga merah merupakan alga yang tumbuh di lautan. Protista yang menempel pada batu atau pasir di laut. Mereka dapat berwarna merah karena memiliki pigmen fikoeritin yang berwarna kemerahan. Pada dinding selnya, mereka memiliki polisakarida yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan agar-agar. 

Contoh anggota filum ini adalah Porphyra sp. yang dapat digunakan untuk membuat nori (makanan khas jepang) dan bahan berbagai kosmetik. Alga merah mengandung carageenan pada dinding selnya yang digunakan oleh manusia sebagai bahan pengental pada agar-agar. Alga merah akan berwarna kehitaman pada perairan dangkal, merah pada perairan sedang, dan kehijauan pada perairan dangkal karena semakin sedikit fikoeritrin yang dihasilkan.


Porphyra sp.

Phaeophyta (Alga coklat)

Phaeophyta atau alga coklat juga merupakan protista multiseluler yang hidup di lautan. Mereka dapat berwarna coklat karena perpaduan antara pigmen karotenoid dan xantofil yang dimilikinya. Beberapa jenis alga coklat mampu mencapai ukuran sangat besar, bahkan hingga mencapai tinggi 100 meter. Dinding sel alga coklat memiliki algin yang juga dimanfaatkan sebagai bahan membuat agar-agar.

Contoh anggota phaeophyta adalah sargassum sp seperti yang nampak pada gambar di bawah ini. Sargassum memiliki struktur mirip gelembung/balon yang membuat protista ini selalu berada dipermukaan air untuk memperoleh cahaya matahari yang cukup.


Sargassum sp.

Chlorophyta (Alga hijau)

Chlorophyta atau alga hijau ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler, mereka merupakan penghuni air tawar dan air laut. Warna tubuhnya yang hijau berasal dari pigmen klorofil a dan klorofil b yang dimilikinya. Chlorophyta multiseluler dipercaya sebagai nenek moyang dari tumbuhan darat. Beberapa chlorophyta dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh manusia. Contoh anggota filum ini adalah Ulva sp. yang dapat dibuat menjadi keripik. 

Lebih dari 7000 alga hijau telah diidentifikasi dan kebanyakan hidup di air tawar, sedangkan beberapa hidup di air laut. Alga hijau uniseluler yang hidup di air tawar dapat membuat perairan tempat hidupnya nampak hijau karena jumlahnya yang sangat banyak.

Ulva sp.

Alga memiliki tubuh yang mirip dengan tumbuhan dan juga mampu berfotosintesis, namun mengapa alga tidak termasuk dalam kelompok tumbuhan? Hal ini disebabkan oleh struktur tubuh alga yang belum memiliki akar, batang, dan daun yang jelas. Struktur mirip akar pada alga disebut dengan holdfast, sedangkan struktur mirip batang disebut stipe, dan struktur mirip daun yang dimilikinya disebut dengan blade.

0 komentar

Post a Comment