Wednesday, October 22, 2014

Protista Mirip Tumbuhan

Advertisement

Anggota-anggota protista mirip tumbuhan merupakan protista fotosintetik yang mampu memanfaatkan energi matahari untuk membentuk bahan organik. Protista mirip tumbuhan merupakan penghuni lautan dan air tawar yang hidup di kawasan perairan yang masih dapat ditembus cahaya matahari. Organisme ini merupakan penyumbang mayoritas oksigen di lingkungan perairan.

Protista mirip tumbuhan ada yang bersifat uniseluler dan biasa disebut dengan fitoplankton serta ada yang bersifat multiseluler dan biasa disebut alga. Fitoplankton hidup melayang-layang di perairan dan tidak menempel pada substrat, air kolam ataupun danau dapat berubah warna menjadi hijau karena pertumbuhan dari fitoplankton tersebut. Alga biasanya hidup menempel pada substrat tertentu dan dapat tumbuh hingga mencapai puluhan meter. 


Beberapa protista mirip tumbuhan memiliki vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai organel pemompa cairan di dalam sel. Vakuola ini akan mengatur pergerakan cairan sehingga tercipta keseimbangan cairan dalam sel protista tersebut. Beberapa protista mirip tumbuhan mampu membentuk cangkang keras yang melindungi sel-selnya. Cangkang-cangkang ini tidak akan membusuk walaupun organisme tersebut telah mati.

Protista mirip tumbuhan, dibagi menjadi 6 filum, yaitu sebagai berikut.

Pyrrophyta
Sebagian besar pyrrophyta merupakan uniseluler yang tinggal di laut, namun beberapa merupakan penghuni air tawar. Ciri khas dari filum ini adalah mereka mempunyai lapisan pelindung seperti mantel yang terbuat dari struktur mirip selulosa. Pada lapisan pelindung tersebut terdapat lekukan yang menjadi tempat penempelan falgela. Mereka memiliki 2 flagela, 1 menempel di lekukan tengah hingga nampak seperti ikat pinggang dan yang ke 2 menempel di ujung sel. Pigmen yang dimiliki pyrrophyta adalah klorofil a, klorofil c, dan karotenoid. Contoh anggota pyrrophyta adalah Gonyaulax sp.

Gonyaulax sp.
Euglenophyta
Merupakan organisme uniseluler penghuni air tawar. Euglenophyta mampu memperoleh makanan secara autotrof maupun heterotof. Mereka memiliki kloropas sebagai medium fotosintesis. Saat keadaan gelap mereka mampu memakan partikel makanan yang ada di sekitarnya. Euglenophyta memiliki pelikel, struktur yang terbuat dari protein di lapisan luar selnya. Pelikel memungkinkan sel dapat berubah bentuk karena sifatnya yang elastis. Mereka juga memiliki flagela sebagai alat pergerakan. Pigmen yang dimilikinya adalah klorofil a, klorofil b, karotenoid, dan xantofil. Contoh anggota filum ini adalah Euglena sp.

Euglena sp.
Chrysophyta
Anggota filum ini adalah alga emas dan diatom. Alga emas berwarna keemasan karena memiliki pigmen karotenoid dan fucoxanthin yang menyebabkan munculnya warna emas. Diatom merupakan mikroorganisme yang mampu membentuk cangkang sebagai alat perlindungan sel, cangkang tersebut terbuat dari silica yang cukup keras. Alga emas dan diatom masuk dalam flum yang sama karena keduanya mampu menghasilkan karbohidrat unik yang disebut chrysolaminarin. Contoh anggota filum ini adalah Navicula sp.

Navicula sp.
Rhodophyta
Rhodophyta atau alga merah merupakan alga yang tumbuh di lautan. Protista multiseluler yang menempel pada substrat tertentu. Mereka dapat berwarna merah karena memiliki pigmen fikoeritin yang berwarna kemerahan. Pada dinding selnya, mereka memiliki polisakarida yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan agar-agar. Contoh anggota filum ini adalah Porphyra sp. yang dapat digunakan untuk membuat nori dan bahan berbagai kosmetik.

Porphyra sp.
Phaeophyta
Phaeophyta atau alga coklat juga merupakan protista multiseluler yang hidup di lautan. Mereka dapat berwarna coklat karena perpaduan antara pigmen karotenoid dan xantofil yang dimilikinya. Beberapa jenis alga coklat mampu mencapai ukuran sangat besar, bahkan hingga mencapai tinggi 100 meter. Contoh anggota phaeophyta adalah sargassum sp.

Sargassum sp.
Chlorophyta
Chlorophyta atau alga hijau ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler, mereka merupakan penghuni air tawar dan air laut. Warna tubuhnya yang hijau berasal dari pigmen klorofil a dan klorofil b yang dimilikinya. Chlorophyta multiseluler dipercaya sebagai nenek moyang dari tumbuhan darat. Beberapa chlorophyta dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh manusia. Contoh anggota filum ini adalah Ulva sp. yang dapat dibuat menjadi keripik.

Ulva sp.

0 komentar

Post a Comment