Burung Tepus Tikus Merah

Tepus Tikus Merah (Origma murina) adalah burung berukuran kecil yang dapat ditemukan di Papua dan Papua Nugini. Burung ini berukuran kecil sekitar 12 cm dan sering beraktifitas di permukaan tanah.

Tepus tikus merah
Burung tepus tikus merah


Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Passeriformes

Famili : Acanthizidae

Genus : Origma

Spesies : Origma murina

Nama lokal : Tepus tikus merah

Nama Inggris : Rusty mouse-warbler

Ciri Fisik

Burung ini memiliki warna bulu bagian atas coklat dengan bagian penutup kepala lebih gelap. Bulu di bagian leher berwarna putih pucat dan pada bagian dada dan petut berwarna merah karat. Paruhnya berwarna kelabu gelap dengan paruh atas lebih gelap dari paruh bawah.

Kebiasaan

Tepus tikus merah sering beraktifitas di permukaan tanah untuk mencari serangga kecil sebagai makanannya. Mereka akan berjalan dengan sedikit melompat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Karena ukurannya yang kecil dan warnanya coklat mereka mirip tikus saat beraktifitas di lantai hutan.

Mereka lebih sering ditemukan di permukaan tanah, semak-semak, atau cabang rendah pohon. Burung ini jarang atau bahkan tidak pernah teramati di tajuk atas pohon. Ketika terganggu dengan kedatangan hewan besar atau manusia, mereka akan terbang rendah menuju semak untuk bersembunyi. 

Burung ini memiliki suara yang merdu dengan rangkaian 3 hingga 5 nada yang terus berulang-ulang. Suaranya nyaring dan dapat didengar dari tempat yang agak jauh. Lebih mudah menjumpai suaranya daripada melihat burungnya langsung di habitat aslinya.

Persebaran

Tepus tikus merah dapat ditemukan di Papua (Indonesia) dan Papua Nugini. Burung ini memiliki persebaran yang luas di hutan dataran rendah dan hutan dataran tinggi Papua.

Status Perlindungan

Menurut IUCN Red List, burung ini masuk dalam kategori LC atau Least Concern. Jumlahnya di alam masih cukup banyak dengan wilayah persebaran yang luas. Jumlah populasinya belum dapat ditentukan dengan pasti, namun dianggap stabil dan tidak menunjukkan tren menurun. Dalam jangka panjang habitat burung ini kemungkinan terancam oleh alih fungsi hutan menjadi hunian dan perkebunan yang sedang marak terjadi di tanah Papua.

0 komentar

Post a Comment