Monday, September 25, 2017

Burung-Burung di Wonosobo

Advertisement

Saya mulai tertarik mempelajari burung sedari semester 2 saat kuliah karena mulai aktif di organisasi pecinta burung Pelatuk Bird Study Club. Entah kenapa senang sekali hati ini ketika mengamati burung di habitat aslinya, terutama apabila saya dapat melihat burung langka yang jarang dijumpai. Dulu saya sering berkelana ke barat ke timur utara dan selatan hanya untuk melihat burung berkicau di pepohonan.

Namun setelah pulang kampung di tanah kelahiran Wonosobo tercinta saya jadi tidak pernah pengamatan burung lagi. Satu karena tidak ada rekan se-hobi dan kedua karena keterbatasan alat. Namun apabila saya pergi ke daerah mana gitu...dan tiba-tiba saya melihat burung pasti saya catat sebagai list burung wonosobo. Kadang juga hanya dari suara yang saya dengar di antara pepohonan, because......"The earth has music for those who listen" (Shakespeare).


Berikut ini adalah list burung yang pernah saya amati di Wonosobo, hasil dari perjumpaan tak sengaja bukan dari pengamatan yang direncanakan.
  1. Bondol jawa (Lonchura leucogastroides)
  2. Bondol peking (Lonchura punctulata)
  3. Bondol haji (Lonchura maja)
  4. Cucak kutilang (Picnonotus aurigaster)
  5. Merbah cerucuk (Picnonotus goiavier)
  6. Cabai jawa (Dicaeum throchileum)
  7. Burung madu sriganti (Cinnyris jugularis)
  8. Pijantung kecil (Arachnohtera longirostra)
  9. Elang ular bido (Spilornis cheela)
  10. Alap-alap sapi (Falco moluccensis)
  11. Cipoh kacat (Aegithina tiphia)
  12. Gelatik batu kelabu (Parus major)
  13. Tekukur biasa (Streptopelia chinensis)
  14. Dederuk jawa (Streptophelia bitorquata)
  15. Kepudang kuduk hitam (Oriolus chinensis)
  16. Jingjing batu (Hemimpus hirundinaceus)
  17. Sepah kecil (Pericrocotus cinamomeus)
  18. Pelanduk topi hitam (Pellorneum capistratum)
  19. Ciung batu kecil (Myophonus glaucinus)
  20. Berencet kerdil (Pnoepyga pussila)
  21. Gemak tegalan (Turnix sylvatica)
  22. Gemak loreng (Turnix suscicator)
  23. Cica koreng jawa (Megalurus palustris)
  24. Bentet kelabu (Lanius schach)
  25. Kacamata biasa (Zozterops palpebrosus)
  26. Ayam hutan hijau (Gallus varius)
  27. Celepuk reban (Otus lempiji)
  28. Kareo padi (Amaurornis phoenicurus)
  29. Kuntul kecil (Egretta garzeta)
  30. Kuntul perak (Egretta intermedia)
  31. Kuntul kerbau (Bubulcus ibis)
  32. Blekok sawah (Ardeola speciosa)
  33. Cangak merah (Ardea purpurea)
  34. Kowak malam kelabu (Nycticorax nycticorax)
  35. Burung gereja erasia (Passer montanus)
  36. Caladi tilik (Picoides moluccensis)
  37. Walet linchi (Colacalia linchi)
  38. Kapinis rumah (Apus afinis)
  39. Tapekong jambul (Hemiprocne longipennis)
  40. Layang-layang batu (Hirundo tahitica)
  41. Layang-layang api (Hirundo rustica)
  42. Kekep babi (Artamus leucorynchus)
  43. Trinil pantai (Actitis hypoleucos)
  44. Cekakak Sungai (Todyrhampus chloris)
  45. Cekakak jawa (Halcyon cyanoventris)
  46. Cekakak cina (Halcyon pileata)
  47. Raja udang meninting (Alcedo meninting)
  48. Raja udang biru (Alcedo caerulesens)
  49. Raja udang kalung biru (Alcedo euryzona)
  50. Serindit jawa (Loriculus pusilus)
  51. Gagak kampung (Corvus macrorhynchos)
  52. Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus)
  53. Wiwik uncuing (Cacomantis sepulcralis)
  54. Takur ungkut-ungkut
  55. Gagak kampung
  56. .....
List ini insyaAllah akan terus bertambah.
Last update 09/10/2017

0 komentar

Post a Comment