Tuesday, March 25, 2014

Siklus Urea, Pengubahan Amonia Menjadi Urea

Advertisement

Siklus urea (disebut juga siklus ornithin) adalah reaksi pengubahan amonia (NH3) menjadi urea ((NH2)2CO). Reaksi kimia ini sebagian besar terjadi di hati dan sedikit terjadi di ginjal. Hati menjadi pusat pengubahan amonia menjadi urea terkait fungsi hati sebagai tempat menetralkan racun.

Amonia merupakan hasil degradasi dari asam amino, urea bersifat racun sehingga dapat membahayakan tubuh apabila menumpuk di dalam tubuh. Tubuh manusia tidak dapat membuang urea dengan cepat sehingga perlu diubah menjadi urea yang bersifat kurang beracun.

Tahapan reaksi pengubahan amonia menjadi urea terdiri atas lima tahapan reaksi (siklus urea), dua tahapan terjadi di mitokondria dan tiga tahapan terjadi di sitoplasma. Tahapan-tahapan dalam siklus urea adalah sebagai berikut.

Langkah
Reaktan (bahan)
Produk (hasil)
Dikatalisis oleh
Lokasi
1
NH3 + HCO3- + 2ATP
Carbamoyl phosphate + 2ADP + Pi
CPS1
mitokondria
2
Carbamoyl phosphate + ornithin
Citrulline + Pi
OTC
mitokondria
3
Citrulline + aspartate +ATP
Argininosuccinate + AMP + PPi
ASS
sitoplasma
4
argininosuccinate
Arg + fumarate
ASL
sitoplasma
5
Arg + H2O
Ornithine + urea
ARG1
sitoplasma

Reaksi-reaksi diatas disederhanakan menjadi.
  • NH3 + CO2 + aspartate + 3 ATP + 2 H2O → urea + fumarate + 2 ADP + 2 Pi + AMP + PPi
CO2 dan H2O berikatan dan menjadi HCO3- dan masuk pada tahapan reaksi yang pertama.

0 komentar

Post a Comment