Sunday, December 8, 2013

Burung Cabe Jawa

Advertisement

Burung Cabe jawa (Dicaeum trochileum) merupakan burung kecil (8 cm) yang bergerak lincah. Cabe jawa adalah burung endemik Indonesia, mereka hanya ditemukan di Sumatera, kalimantan, Jawa, dan Bali. Di Jawa dan Bali burung ini cukup mudah dijumpai karena cukup umum dan dapat beradaptasi dengan cukup baik dengan lingkungan keramaian dekat tempat tinggal manusia. Karena warnanya yang menarik, burung cabe jawa kadang ditangkap untuk dijadikan hewan peliharaan dan penghias rumah.

Karakteristik fisik
cabe jawa termasuk burung dengan dimorfisme seksual, yaitu antara si-jantan dan si-betina memiliki perbedaan morfologi yang jelas. Cabe jawa jantan memili kepala, leher, punggung, dan tunggir dengan warna merah oranye. Bagian sayap si-jantan berwarna kehitaman dan dada hingga perut abu-abu. Berbeda dengan si-jantan, cabe jawa betina memiliki tunggir berwarna merah oranye dan tubuh kecoklatan dengan sayap kehitaman. Cara paling mudah untuk membedakan keduanya adalah dari kepalanya, kalau kepalanya merah oranye bererti jantan, selain itu berarti betina.

Gambar 1. Cabe Jawa jantan
Gambar 2. Cabe Jawa betina

Habitat dan tingkah laku
Burung ini cukup umum dijumpai di hutan-hutan dataran rendah, hutan mangrove, dan daerah sekitar pemukiman dengan banyak pohon. Karena mereka gemar memakan buah-buah kecil, mereka sering sekali teramati mencari makan di pohon kersen dan benalu. Kersen dan benalu memiliki buah-buah yang cukup kecil yang dapat ditelannya dengan mudah.
Cabe jawa adalah burung yang gesit, sangat cepat dalam bergerak dari satu ranting menuju ranting lainnya. Mereka sering terbang sambil mengeluarkan suara cicitan pendek yang berulang-ulang.

Perkembangbiakan
Gambar 3. Jantan memberi makan anak
Saat musim kawin tiba, jantan dan betina akan sering terbang bersama saling kejar-mengejar. Mereka akan membuat sarang pada pohon-pohon yang dekat dengan sumber makanan mereka. Sarang terbuat dari rerumputan kering yang dibangun menggantung pada dahan pohon.
Burung ini akan bertelur 2 hingga 4 butir dalam sekali perkawinan, kedua induknya akan menjaga dan memberi makan anak-anaknya secara bersama-sama. Anak cabe jawa memiliki warna kecoklatan denga paruh berwarna merah. Seiring prtumbuhannya, sedikit demi sedikit akan muncul warna merah dan kehitaman pada tubuhnya. Anak-anak cabe jawa tidak hanya diberi makan buah-buah kecil, induknya juga mencari serangga-serangga kecil untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Konservasi
Menurut IUCN, status konservasi burung cabe jawa adalah LC (Least Concern) karena jumlahnya di lingkungan masih banyak dengan tren yang cenderung stabil. Perburuan yang dilakukan terhadap burung ini cukup terbatas, karena burung cabe jawa bukanlah burung dengan harga yang mahal.

0 komentar

Post a Comment