Saturday, November 17, 2018

Sistem Imunitas : Pertahanan Tubuh Manusia

Advertisement

Sistem imunitas atau pertahanan tubuh adalah mekanisme tubuh untuk melindungi diri dari serangan penyakit yang menyerang tubuh. Sumber penyakit tersebut dapat berupa benda asing, racun, virus, bakteri, maupun parasit berukuran besar seperti cacing.

Untuk menghadapi invasi sumber penyakit tubuh memiliki beberapa cara melindungi diri agar tetap sehat. Pertahanan tubuh terhadap serangan sumber penyait dapat dibagi dalam 3 garis pertahanan.

Garis pertahanan pertama sistem imunitas adalah kulit dan membran mukosa (lendir yang dikeluarkan tubuh).

Kulit dan membran mukosa menjadi perlindungan pertama tubuh dalam menghadapi serangan sumber penyakit. Bakteri asing yang menempel di kulit dapat mati karena sifat kulit yang asam akibat keringat yang dikeluarkan. Membran mukosa yang terdapat pada trakhea misalnya, akan menangkap bakteri dan debu yang masuk saluran pernapasan sehingga tidak mencapai paru-paru. Bakteri dan debu tersebut kemudian akan dikeluarkan oleh gerakan sel-sel bersilia di trakhea untuk dikeluarkan dari saluran pernapasan.

garis pertama pertahanan tubuh
Trakhe memiliki membran mukosa dan sel-sel bersilia yang menjadi garis pertama pertahanan tubuh.

Bila penyakit dapat menembus garis pertahanan pertama tubuh maka akan menghadapi garis pertahanan kedua.

Garis pertahanan kedua menggunakan sel-sel fagosit, sel Natural Killer (NK), reaksi peradangan, dan protein antimikroba. 

Bakteri dan virus dapat masuk tubuh melalui kulit yang terluka sehingga akan mengaktifkan sel-sel fagosit untuk aktif bekerja. Sel fagosit adalah sel yang memiliki kemampuan untuk menelan benda asing yang masuk tubuh. Jenis-jenis leukosit (sel darah putih) memiliki banyak peran seperti neutrofil yang akan pertama datang untuk menelan mikroba yang masuk, monosit yang kemudian akan berkembang menjadi makrofag merupakan sel penelan berukuran besar yang sangat efektif, dan eosinofil akan menyerang parasit besar seperti cacing. Sedangkan basofil (jenis leukosit juga) akan merangsang respon peradangan untuk mempercepat proses penyembuhan.

Baca juga Pengertian dan Fungsi Radang (Peradangan)

jenis sel darah putih
Jenis-jenis leukosit (sel darah putih)

Protein antimikroba contohnya terdapat pada air mata dan ludah. Air mata mengandung protein yang mampu membunuh bakteri yang masuk ke mata. Bahkan hewan-hewan yang berukuran agak besar seperti semut akan mati ketika terkena air mata.

Bila garis kedua pertahanan ini tertembus maka penyakit akan menghadapi garis pertahanan ketiga.

Garis pertahanan ketiga menggunakan limfosit yang akan menghasilkan antibodi yang spesifik terhadap penyakit tertentu.

Apabila mikroba berhasil lolos dari garis pertahanan kedua tubuh maka yang akan menghadapi selanjutnya adalah sel darah putih yang disebut limfosit. Terdapat dua macam limfosit yaitu limfosit B dan limfosit T. Limfosit B akan menghasilkan antibodi yang akan melawan mikroba sedangkan limfosit T akan berikatan dengan mikroba dan melisiskannya. Kerja limfosit spesifik untuk sumber penyakit tertantu.

limfosit
Limfosit, salah satu jenis leukosit

Imunitas aktif : Kekebalan yang diperoleh setelah mengalami suatu infeksi alami atau buatan.

Disebut imunitas aktif karena tubuh perlu bekerja untuk menghasilkan pertahanan ini. Contohnya adalah kekebalan tubuh orang yang pernah terkena cacar air, setelah terkena cacar sekali dia tidak akan terkena cacar lagi karena tubuh telah menghasilkan antibodi cacar dalam tubuhnya. Contoh lain adalah pemberian vaksin polio, sehingga orang yang diberi vaksin tersebut menghasilkan antibodi anti-polio dan terhindar dari penyakit polio. Ahli yang pertama kali menemukan vaksin adalah Edward Jenner, yang melakukan penelitian terhadap penyakit cacar.

Imunitas pasif : Kekebalan yang diperoleh dari orang tua atau sumber lain.

Disebut imunitas pasif karena tubuh langsung mendapatkannya begitu saja tanpa aktif berusaha. Contohnya adalah kekebalan yang diperoleh bayi baru lahir dari air susu ibu. ASI yang pertama keluar setelah melahirkan berwarna kekuningan disebut kolostrum mengandung antibodi yang sangat penting bagi daya tahan tubuh bayi. Orang jaman dulu akan membuang air susu pertama ini karena dianggap kotor disebabkan mereka belum mengetahui kandungan yang ada di dalamnya.

warna kolostrum
Kolostrum memiliki warna kekuningan

Imunitas humoral : Kekebalan yang melibatkan aktivasi sel limfosit B dan diikuti oleh produksi antibodi yang beredar di dalam cairan darah (plasma darah) dan limfa.

Sel limfosit diproduksi oleh sumsum tulang namun akan berkembang menjadi limfosit T apabila mengalami pematangan di timus dan berkembang menjadi limfosit B bila mengalami pematangan tetap di sumsum tulang. Sel limfosit B akan menghasilkan antibodi yang akan berikatan dengan mikroba sehingga mikroba tersebut lebih mudah ditelan oleh sel fagosit. Antibodi akan bekerja memberantas mikroba yang berada pada cairan tubuh seperti darah dan cairan limfa.

jenis antibodi
Macam-macam antibodi yang dibentuk limfosit B

Imunitas seluler / diperantarai sel : Kekebalan yang melibatkan sel limfosit T yang akan berikatan dengan sumber penyakit dan melisiskannya (menghancurkannya).

Sel limfosit T tidak akan menghasilkan antobodi nampun sel tersebut langsung berikatan dengan mikroba yang menyerang dan menghancurkannya. Sel limfosit T juga akan menghancurkan sel-sel yang berpotensi menjadi sel-sel kanker. Sel kanker dapat muncul akibat mutasi yang terjadi ketika pembelahan sel, mutasi tersebut disebabkan oleh molekul-molekul radikal bebas dari makanan maupun dari sinar ultraviolet dan sinar X. Sel limfosit T akan bekerja memberantas mikroba yang ada di sel-sel atau jaringan tubuh.

0 komentar

Post a Comment