Monday, May 18, 2015

Fungsi Hormon Etilen

Advertisement

Etilen adalah hormon tumbuhan yang berbetuk gas sehingga sering disebut dengan gas etilen. Tumbuhan memproduksi etilen saat mendapat cekaman lingkungan seperti kekeringan, banjir, tekanan, liku, ataupun infeksi. Etilen memiliki beberapa fungsi bagi tumbuhan yaitu menanggapi tekanan fisik, senesensi, absisi daun, dan pematangan buah.

Menanggapi tekanan fisik

Biji yang berkecambah akan selalu tumbuh ke atas menuju sinar matahari. Namun apakah yang akan terjadi apabila diletakkan batu di atas biji tersebut? Biji tersebut tidak dapat langsung tumbuh ke atas, tetapi harus tumbuh ke samping dulu (tumbuh horizontal) untuk menghindari batu dan akhirnya tumbuh ke atas.

Kemampuan untuk tumbuh ke arah samping tersebut adalah pengaruh dari meningkatnya hormon etilen. Batu yang menindih akan memberikan tekanan fisik pada calon tumbuhan baru sehingga memicunya untuk memproduksi etilen. Hormon tersebut akan mempengaruhi arah pertumbuhan kecambah untuk menjauh dari tekanan fisik yang diterimanya.

Senesensi

Senesensi adalah pengaturan matinya sejumlah sel, organ, atau seluruh bagian tumbuhan. Daun yang rontok di musim gugur, matinya tumbuhan annual (tumbuhan 1 tahun) setelah berbunga, dan matinya jaringan xilem setelah mengalami kematangan merupakan contoh senesensi.

senesensi
Tumbuhan Digitalis purpurea akan mati setelah berbunga

Meningkatnya kadar etilen akan mempengaruhi jenis tumbuhan tertentu untuk melakukan apoptosis. Apostosis adalah pengancuran sel oleh tumbuhan itu sendiri karena sebab tertentu. Etilen akan mempengaruhi diproduksinya hormon-hormon pendegradasi DNA, klorofil, dan organel sel lainnya sehingga sel menjadi mati. Matinya sejumlah sel atau seluruh sel inilah yang menyebabkan senesensi.

Absisi daun

Absisi daun adalah rontoknya daun dari batang. Kadar etilen yang tinggi akan menyebabkan daun menjadi mati dan kemudian berguguran. Sebelum daun berguguran, sejumlah mineral penting akan diserap dari daun tersebut agar dapat digunakan untuk membentuk daun yang baru. Pemberian gas etilen pada daun akan menyebabkan daun rontok lebih cepat dibandingkan daun yang tidak diberi tambahan etilen.

Pematangan buah

Buah yang telah tua akan memproduksi etilen yang dapat mempengeruhi pematangan buah tersebut. Etilen akan mempengaruhi diproduksinya enzim-enzim yang bertugas menghancurkan dinding sel, mengubah tepung dan asam manjadi gula, mengubah warna buah, dan menghasilkan aroma yang harum. Karena bentuknya adalah gas, etilen dapat dengan mudah menyebar dari satu buah menuju buah yang lain.

pematangan buah
Produksi etilen mempengaruhi pematangan buah

Buah yang disimpan dalam wadah tertutup akan lebih cepat matang dibandingkan dengan buah yang disimpan dalam wadah terbuka. Hal tersebut terjadi karena adanya akumulasi gas etilan yang tidak bisa keluar karena wadahnya tertutup rapat.

0 komentar

Post a Comment