Wednesday, September 2, 2015

Uji Barfoed

Advertisement

Uji barfoed atau tes barfoed digunakan untuk membedakan antara monosakarida dan disakarida. Monosakarida akan teroksidasi oleh ion  Cu2+ membentuk gugus karboksilat dan endapan tembaga (I) oksida yang berwarna merah bata serta mengendap. Reaksi positif ditunjukkan dengan munculnya endapan berwarna merah. Reaksi ini terjadi dalam suasana asam (sekitar pH 4,6), oleh karena itu digunakan asam asetat dalam pembuatan reagen barfoed. Hasil negatif ditandai dengan tidak munculnya endapan merah dan larutan tetap berwarna biru.

Disakarida pereduksi dapat juga bereaksi dengan reagen barfoed (menghasilkan endapan merah pula) namun dalam waktu pemanasan yang lebih lama. Oleh karena itu, ketepatan waktu dalam uji ini sangat penting untuk membuahkan hasil yang valid. NaCl dan beberapa zat lainnya dapat menjadi penghambat dalam reaksi yang terjadi.


Uji barfoed ditemukan oleh oleh kimiawan Denmark yang bernama Christen Thomsen Barfoed, namanya diabadikan menjadi nama uji ini.

Bahan dan pereaksi:
  1. Reagen barfoed : 33 g tembaga asetat dalam larutan asam asetat 1% (5 ml asam asetat glasial dalam 500 ml akuades)
  2. Bahan yang akan diuji
Langkah kerja:
  1. Masukkan 5 ml reagen barfoed ke dalam tabung reaksi.
  2. Masukkan 1 ml bahan yang akan diuji ke dalam tabung di atas.
  3. Panaskan tabung dalam air mendidih (penangas air) selama 1 menit.
hasil uji barfoed
Hasil uji barfoed, kiri negatif dan kanan positif













Catatan:
Reagen barfoed tidak tahan dengan penyimpanan dalam waktu lama, sehingga lebih baik dibuat sesaat sebelum uji dilakukan.
Disakarida pereduksi dapat menunjukkan hasil positif dengan uji barfoed apabila dipanaskan dalam penagas air lebih dari 1 menit. Oleh karena itu, agar tepat sebagai indikator monosakarida harus benar-benar diperhatikan waktu yang digunakan untuk memanaskan (tepat 1 menit).

0 komentar

Post a Comment