Friday, December 6, 2013

Embriogenesis Pteridofita

Advertisement

Pteridofita (tumbuhan paku) termasuk kelompok tumbuhan kormofita, karena daun, batang, dan akarnya telah dapat dibedakan dengan jelas. Paku merupakan kormofita yang bereproduksi dengan menghasilkan spora. Pteridophyta digolongkan menjadi empat kelas yaitu 1) Psilotopsida, 2) Equisetopsida, 3) Marattiopsida, dan 4) Pteridopsida. Daur hidup lumut mengalami pergiliran keturunan dari fase gametofit ke fase sporofit. Daur hidup paku dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Daur hidup paku

Fase sporofit paku lebih dominan dibandingkan dengan fase gametofitnya. Fase gametofit paku menghasilkan gamet (sperma dan ovum) sedangkan fase sporofit lumut menghasilkan spora. Daur hidup paku akan dijelaskan di bawah ini.
  • Spora paku (n) bila terjatuh pada tempat yang sesuai akan berkecambah dan tumbuh menjadi protalium (gametofit). 
  • Protalium merupakan struktur kecil, tipis, dan lembut yang menghasilkan organ seksual jantan (anteridium) dan organ kelamin betina (arkegonium).
  • Anteridium akan menghasilkan sperma (n) sedangkan arkegonium akan menghasilkan ovum (n).
  • Sperma akan membuahi ovum sehingga terbentuk zigot (2n).
  • Zigot akan berkembang menjadi tumbuhan paku (sporofit).
  • Tumbuhan paku dewasa akan menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakan.
  • Spora muncul dari permukaan bawah daun paku yang berperan sebagai daun reproduksi (sporofil). 
  • Spora terbentuk dari jaringan sporogonium, yang terletak dalam sporangium.
  • Sporangium terletak dalam suatu struktur yang dinamakan sorus. Letak dan struktur sorus dapat dilihap pada Gambar 3 dan 4. 
Bagan siklus hidup paku dapat dilihat pada Gambar 2. 

Gambar 2. Bagan siklus hidup paku

Gambar 3. Sorus pada sporofil

Gambar 4. Struktur sorus

0 komentar

Post a Comment