Tuesday, March 22, 2016

Reaksi Kondensasi

Advertisement

Reaksi kondensasi merupakan penggabungan monomer-monomer menjadi polimer disertai dengan pelepasan molekul kecil seperti H2O, NH3, atau HCl. Secara sederhana dapat dijelaskan sebagai reaksi penggabungan molekul kecil untuk menghasilkan molekul yang lebih besar dengan disertai pelepasan molekul kecil seperti air. Reaksi kondensasi juga sering disebut dengan istilah polimerisasi kondensasi (pembentukan polimer dengan cara kondensasi).

Pada reaksi kondensasi setiap monomer harus memiliki dua gugus fungsional pada kedua ujungnya sehingga dapat ditambahkan pada unit rantai polimer yang telah terbentuk. Salah satu contoh reaksi kondensasi adalah terbentuknya polipeptida dari penggabungan asam amino. Polipeptida (protein) merupakan hasil kondensasi asam amino dengan melepaskan molekul air. Kondensasi asam amino menjadi protein terjadi di sitoplasma sel dengan bantuan organel ribosom.

Gambar 1. Pembentukan polipeptida
Asam amino yang satu dan lainnya disatukan dengan membentuk ikatan peptida. Setiap asam amino memiliki dua gugus fungsional yaitu karboksil (-COOH) dan amina (-NH2). Gugus karboksil dan gugus amina akan berikatan membentuk ikatan peptida dengan melepaskan molekul H2O, seperti nampak pada Gambar 1 di atas.

Contoh lain reaksi kondensasi adalah dalam produksi nylon untuk kepentingan andustri. Nylon dapat disintesis dengan mereaksikan 1,6 – diaminoheksana dan asam adipat. Pembentukan nylon terjadi antara dua molekul berbeda yang berikatan dengan ikatan amida dan melepaskan molekul H2O.
Gambar 2. Pembentukan nylon
Contoh lainnya adalah pembentukan metil etanoat yang berasal dari kondensasi antara asam metanoat dan metanol dengan melepaskan molekul air. 
Gambar 3. Pembentukan metil etanoat

0 komentar

Post a Comment