Perbedaan Dinding Sel Bakteri, Jamur, dan Tumbuhan

Advertisement

Bakteri, jamur, dan tumbuhan adalah makhluk hidup yang sel-selnya memiliki dinding sel (cell wall). Dinding sel pada ketiganya memiliki fungsi yang sama namun terbentuk atas molekul penyusun yang berbeda.

Perbedaan dinding sel bakteri, jamur dan tumbuhan adalah sebagai berikut.

  • Dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan
  • Dinding sel jamur tersusun atas kitin
  • Dinding sel tumbuhan tersusun atas selulosa, hemiselulosa, pektin dan diperkuat lignin

Dinding sel bakteri

Bakteri merupakan makhluk hidup bersel tunggal jadi dinding selnya hanya melindungi satu sel itu saja. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang lebih tebal dibandingakan bakteri gram negatif, sebagai gantinya bakteri gram negatif memiliki dua membran sel yang terletak di dalam dan di luar dinding sel.

peptidoglikan
Struktur mirip jala pada peptidoglikan

Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan yang merupakan polimer gula dan asam amino yang membentuk struktur mirip jala. Peptidoglikan menyusun sebanyak 90% berat kering bakteri gram positif dan 10% dari berat kering bakteri gram negatif.

Dinding sel jamur

Jamur sangat bervariasi ukuran tubuhnya, ada yang hanya bersel tunggal seperti Saccharomyces cerevisiae dan banyak yang berukuran besar seperti Pleurotus ostreatus (jamur tiram). Dinding sel jamur memberikan struktur kuat dan kokoh pada jamur hingga bisa berdiri tegak. Tingkat kekerasan jamur berbeda-beda tergantung jenis jamurnya, Pleurotus ostreatus memiliki tekstur yang agak lunak sedangkan Ganoderma lucidum (jamur lingzhi) memiliki tekstur yang keras seperti kayu.


zat kitin
Struktur kitin

Dinding sel jamur tersusun dari zat kitin, bahan yang sama pembentuk eksoskeleton arthropoda (udang, kumbang, semut dll). Kitin merupakan polimer N-asetilglukosamin yang merupakan turunan dari glukosa. 

Dinding sel tumbuhan

Dinding sel tumbuhan dibedakan menjadi dua macam yaitu dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Dinding sel primer bersifat lentur yang memungkinkan jaringan muda untuk tumbuh membesar. Sedangkan dinding sel sekunder bersifat kaku dan tebal yang dimiliki oleh sel-sel yang sudah berhenti tumbuh.


selulosa
Struktur selulosa

Sel-sel muda yang baru terbentuk umumnya hanya memiliki dinding sel primer saja, namun ketika sudah menjadi sel dewasa dan berhenti tumbuh akan muncul dinding sel sekunder di luar dinding sel primer. Xilem adalah saluran air dalam tubuh tumbuhan yang tersusun atas sel-sel mati yang hanya menyisakan dinding selnya saja.

Dinding sel tumbuhan tersusun atas selulosa, hemiselulosa, pektin, dan diperkuat dengan lignin (beberapa tumbuhan juga memiliki suberin dan kutin). Dinding sel tumbuhan memiliki struktur sangat kuat hingga mampu menopang jaringan tumbuhan hingga tumbuh mencapai puluhan meter.

0 komentar

Post a Comment