Reproduksi Tumbuhan Paku : Sebuah Penjelasan Singkat

Advertisement

Tumbuhan paku (pteridofita) mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis seperti lumut. Pergiliran keturunan artinya dalam siklus hidupnya mengalami dua fase yaitu sporofit dan gametofit. Fase sporofit adalah fase ketika paku menghasilkan spora, sedangkan gametodit adalah ketika paku menghasilkan gamet.

Spora paku akan tumbuh menjadi protalium (gametofit) yang berukuran beberapa centimeter dan berukuran mirip hati. Protalium ini menempel pada permukaan menggunakan rhizoid. Protalium berwarna hijau dan dapat melangsungkan fotosintesis untuk berkembang.

Protalium akan menghasilkan anteridium (organ reproduksi jantan) yang menghasilkan sperma, juga menghasilkan arkegonium (organ reproduksi betina) yang menghasilkan ovum atau sel telur. Anteridium dan arkegonium umumnya terdapat pada satu protalium. Adanya air akan membantu sperma untuk bertemu dengan ovum sehingga terjadi pembuahan dan menghasilkan zigot.

siklus hidup tumbuhan paku
(1) Spora tumbuh menjadi protalium atau gametofit, (2) protalium menghasilkan sperma dan ovum, (3) penyatuan sperma dan ovum menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi tumbuhan paku atau sporofit, (4) Sporofit dewasa akan menghasilkan spora.

Zigot akan tumbuh menjadi tumbuhan paku (sporofit) yang tumbuh besar seperti paku yang sering dijumpai di sekitar kita. Setelah cukup dewasa sporofit lumut akan menghasilkan spora pada permukaan bawah daun. Spora dihasilkan di permukaan bawah agar terhindar dari panas matahari dan hujan yang dapat merusaknya. Spora dihasilkan dalam kotak spora yang menggerombol menghasilkan struktur lingkaran coklat kecil yang disebut sorus.

Baca juga: Ciri, Siklus Hidup, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku

Diploid atau Haploid?

Spora yang dihasilkan paku memiliki satu set gen atau disebut dengan haploid (n). Spora tumbuh menjadi protalium yang juga haploid dan menghasilkan sperma dan ovum yang masing-masing haploid. Penyatuan antara sperma dan ovum haploid ini akan menghasilkan zigot yang bersifat diploid (2n) akibat penyatuan gen dari spora dan ovum. Zigot akan tumbuh menjadi tumbuhan paku diploid yang menghasilkan spora haploid. Spora yang dihasilkan bersifat haploid karena dihasilkan dari pembelahan sel meiosis.

Jadi secara sederhana dapat dikatakan bahwa fase gametofit paku bersifat haploid (n) sedangkan fase sporofit paku bersifat diploid (2n).

sorus
Sorus di permukaan bawah daun paku

Jenis-Jenis Spora

Berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan paku dibedakan menjadi paku homospora dan paku heterospora.

Paku homospora menghasilkan satu jenis spora yang tumbuh menjadi protalium dan dalam satu protalium itu dihasilkan sperma dan ovum. Pada paku homospora, sperma dan ovum dihasilkan pada satu protalium yang sama.

Sedangkan paku heterospora menghasilkan dua jenis spora, megaspora dan mikrospora. Megaspora tumbuh menjadi protalium betina yang menghasilkan ovum, dan mikrospora tumbuh menjadi protalium betina yang menghasilkan sperma. Pada paku heterospora, sperma dan ovum dihasilkan pada protalium yang terpisah.

Baca juga : Siklus Hidup Lumut (Briofita)

0 komentar

Post a Comment