Monday, September 25, 2017

Tumbuhan Paku: Ciri, Siklus Hidup, dan Klasifikasi

Advertisement

Pengertian tumbuhan paku

Tumbuhan paku atau pteridophyta memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan lumut karena telah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Paku tumbuh dengan baik di tempat lembab dan juga dalam lingkungan air tawar. Paku dengan mudah dapat ditemukan di samping rumah kita, selain itu sawah padi yang subur seringkali ditumbuhi paku air dari jenis Azolla (note: Azola mampu bersimbiosis dengan bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas sehingga dapat diolah menjadi pupuk organik).

paku air
Azolla (paku air)

Ciri tumbuhan paku 

Tumbuhan paku memiliki ciri sebagai berikut
  • Organisme multiseluler eukariotik (berukuran besar dan selnya memiliki organel bermembran)
  • Mampu melakukan fotosintesis menghasilkan glukosa(organisme autotrof)
  • Sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati (lumut belum menghasilkan akar, batang, dan daun sejati)
  • Menghasilkan spora untuk berkembang biak

Akar tumbuhan paku tidak terlalu kuat menghujam pada substrat (kecuali paku tiang). Akar dan batang paku dari luar ke dalam tersusun atas epidermis, korteks, dan silinder pusat. Pada silinder pusat ini terdapat xilem dan floem yang bertugas sebagai pembuluh angkut. Sedangkan daunnya tersusun atas epidermis, mesofil, dan pembuluh angkut.

Pada satu individu paku memiliki beberapa jenis daun yang berbeda. Berdasarkan ukurannya, daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil.
  • Mikrofil merupakan daun kecil yang tidak bertangkai dan bentuknya mirip sisik
  • Makrofil merupakan daun besar yang memiliki tulang daun seperti daun pada umumnya
Sedangkan berdasarkan fungsinya daun paku dibedakan menjadi sporofil dan tropofil
  • Sporofil adalah daun yang mampu menghasilkan spora
  • Tropofil adalah daun yang tidak menghasilkan spora dan fungsi utamanya adalah fotosintesis

Siklus hidup paku

Dalam siklus hidupnya tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan dari fase gametofit menuju fase sporofit.

siklus hidup paku
Siklus hidup paku

Sikiklus hidup paku adalah sebagai berikut.
  • Spora paku akan berkecambah membentuk gametofit
  • Gametofit akan tumbuh dan menghasilkan anteridium (organ jantan) dan arkegonium (organ betina)
  • Anteridium akan menghasilkan sperma yang akan bergerak mencari ovum pada arkegonium
  • Penyatuan antara sperma dan ovum akan menghasilkan zigot
  • Zigot akan berkembang menjadi sporofit paku dan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang biasa kita lihat
  • Sporofit yang telah dewasa akan menghasilkan sporangium atau kotak spora untuk menghasilkan spora

Saat dimana tumbuhan paku menghasilkan sperma (gamet jantan) dan ovum (gamet betina) disebut fase gametofit. Sedangakan saat dimana paku menghasilkan spora disebut fase sporofit. Spora tumbuhan paku dibentuk dalam kotak spora yang umumnya terletak di bawah permukaan daun, di tepi daun, atau di ujung batang. Selengkapnya dapat dibaca pada Siklus Hidup Paku.

Klasifikasi tumbuhan paku

Berdasarkan morfologi atau bentuk tubuhnya, tumbuhan paku dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu sebagai berikut.

Psilophyta (paku purba)
Paku ini disebut paku purba karena sebagian besar anggotanya telah punah sejak jaman dahulu kala. Paku ini memiliki daun yang bentuknya seperti sisik, batang yang bercabang-cabang, dan sporangium terbentuk di antara ketiak batang. Struktur tubuh paku ini masih sangat sederhana dibandingkan kelompok paku yang lain. Contoh Psilotum sp.


psilophyta
Psilophyta

Lycophyta (paku kawat)
Lycophyta juga termasuk paku purba karena telah hidup sejak jaman dahulu. Paku ini memiliki batang seperti kawat sehingga disebut paku kawat, daunnya berbentuk seperti rambut atau sisik. Sporangium terbentuk pada strobilus di ujung batang. Contoh Lycopodium sp, Selaginella sp.

lycophyta
Lycophyta

Equisetophyta (paku ekor kuda)
Equisetophyta memiliki bentuk tubuh seperti ekor kuda. Batangnya berongga dan daun tersusun melingkar beruas-ruas pada batang. Sporangium terbentuk pada strobilus di ujung batang. Paku ini umumnya tumbuh di tempat berpasir. Contoh Equisetum sp.

equisetophyta
Equisetophyta

Pterophyta (paku sejati)
Ptrophyta merupakan jenis paku yang paling banyak ditemukan disekitar kita. Paku ini memiliki akar, batang, dan daun yang sangat jelas. Beberapa jenis memiliki batang yang dapat mencapai ketinggian beberapa meter. Sporangium terbentuk di bawah permukaan daunnya. Contoh Adiantum sp, Asplenium sp, dan Marsilea sp.

pterophyta
Pterophyta

Sedangkan berdasarkan jenis sporanya, paku dapat dibedakan menjadi tiga macam.

Paku homospora
Paku ini menghasilkan satu jenis spora, spora ini nantinya akan berkecambah dan tumbuh menjadi protalium yang mengandung anteridium dan arkegonium pada individu yang sama. Contoh Lycopodium sp.

Paku heterospora
Paku ini menghasilkan spora yang berbeda ukurannya, spora jantan yang berukuran lebih kecil disebut mikrospora sedangkan spora betina disebut makrospora. Mikrospora akan tumbuh menjadi protalium yang menghasilkan anteridium, sedangkan makrospora akan menghasilkan protalium yang akan menghasilkan arkegonium. Contoh Selaginella sp.

Paku peralihan
Paku ini menghasilkan spora dengan ukuran sama namun ketika spora ini berkecambah akan tumbuh menjadi protalium yang menghasilkan anteridium dan arkegonium yang terpisah pada individu yang berbeda. Contoh Equisetum sp.

Tumbuhan paku memiliki banyak manfaat bagi manusia, beberapa jenis tumbuhan paku dari kelompok Pterophyta kadang dipetik daun mudanya dan dimakan sebagai sayur. Paku dari jenis Adiantum sering kali ditanam dalam pot sebagai penghias pekarangan rumah. Azolla atau paku air sering dijadikan pupuk organik karena memiliki kandungan nitrogen yang tinggi. Di beberapa tempat di luar Jawa, daun paku Drynaria dijadikan layang-layang untuk membantu nelayan menangkap ikan di laut.

0 komentar

Post a Comment