Thursday, April 28, 2016

Guru Harus Mampu Memotivasi Siswa

Advertisement

Guru, sebagai seorang fasilitator pendidikan dituntut mampu memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan baik. Guru berperan mengarahkan siswanya untuk menjalankan kegiatan belajar dengan baik. Guru yang baik akan menjadi perantara keberhasilan siswa yang salah satunya dilihat dari nilai siswa yang tinggi. Agar siswa memperoleh nilai tinggi, tidak hanya diperlukan guru yang menguasai disiplin ilmu tertentu, namun juga guru yang dapat memberikan motivasi belajar bagi siswa.

Saya sebagai seorang pendidik ingin sedikit berbagi pengalaman saya tentang pentingnya motivasi bagi siswa. Cerita ini terjadi ketika saya mengajar siswa di suatu sekolah swasta yang tidak begitu besar. Di salah satu kelas di sekolah tersebut terdapat seorang siswa putri yang tidak naik kelas. Hampir di setiap mata pelajaran dia memperoleh nilai yang buruk dan tidak lulus KKM jadi dia tidak naik ke kelas yang lebih tinggi.

Ada satu hal unik yang membuat saya sedikit tertawa dalam hati. Siswa putri tersebut ternyata menyukai saya, istilah gaulnya “ngefans” begitulah. Setiap pelajaran berakhir, saya biasanya masih di dalam kelas untuk membereskan dokumen dan lain-lain. Siswa tersebut selalu menemui saya dengan berbagai macam alasan dan mengajak ngobrol saya. Ketika saya mengajar-pun dia sangat aktif, pindah tempat duduk di barisan depan, dan banyak bertanya, padahal bila di ajar oleh guru lain dia terkenal pasif.

Keadaan tersebut akhirnya saya manfaatkan untuk meningkatkan prestasi siswa tersebut. Ketika dia mengajak ngobrol selalu saya ladeni dengan baik, dan ketika dia bertanya-pun selalu saya jawab dengan baik. Saya pikir bila dia antusias dengan saya, dia pasti antusias dengan pelajaran yang saya berikan, dan pasti dapat memperoleh nilai yang optimal. Dugaan saya benar, ketika ujian akhir semester tiba, siswa tersebut mendapat nilai paling tinggi di dalam kelas.

Wow, luar biasa sekali. Padahal sebelumnya dia termasuk siswa dengan nilai paling buruk, namun sekarang nilainya paling tinggi di pelajaran saya. Saya bangga sekali dengan siswa tersebut. Sayangnya ketika saya periksa nilainya untuk mata pelajaran lain, ternyata nilainya cukup buruk dan belum berubah dari sebelumnya.

siswa aktif di kelas
Motivasi belajar akan membuat siswa aktif di dalam kelas

Dari situ saja jadi belajar tentang motivasi bagi siswa dalam belajar. Dalam kasus saya ini, “diri saya” menjadi motivasi bagi siswa tersebut sehingga membuatnya semangat mengikuti pelajaran, semangat bertanya, dan semangat belajar. Walhasil nilainya terbang tinggi.

Saya jadi teringat dengan pernyataan Weiner, seorang ahli psikologi, yang menyatakan bahwa motivasi merupakan kondisi internal yang membangkitkan seseorang untuk bertindak, mendorong seseorang mencapai tujuan tertentu, dan membuat seseorang tetap tertarik dalam kegiatan tertentu. Dalam dunia pendidikan motivasi akan memberikan dorongan dan semangat bagi siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Apabila siswa memiliki motivasi belajar maka siswa tersebut akan memperoleh hasil yang optimal. Dari cerita di atas, saya berhasil menjadi pendorong salah satu siswa untuk tertarik dalam belajar dan mendapat nilai yang tinggi.

Jenkins, seorang ahli pendidikan, menyatakan bahwa motivasi yang berasal dari diri siswa (self-motivation) tertinggi terdapat pada siswa TK (sebesar 95%), namun menurun seiring peningkatan tingkat pendidikannya. Motivasi diri kembali meningkat sebesar 40% ketika siswa masuk SMA. Motivasi yang ada dalam diri siswa tersebut dapat ditingkatkan apabila guru mampu memberikan motivasi tambahan yang berasal dari “diri guru” sendiri. Motivasi dari guru bisa berasal dari banyak jalan, dari fisik guru, dari gaya bicara guru, dari perhatian guru, dari sifat guru, dan lain sebagainya.

Sebagai seorang guru kita sebaiknya mampu mengembangkan diri sebaik mungkin agar mampu meningkatkan motivasi dalam diri siswa agar prestasinya optimal. Prestasi yang saya maksud tidak hanya dalam bidang akademik, namun juga bisa dalam bidang non akademik seperti sikap, kepribadian, dan tingkah laku yang baik.

Guru harusnya tidak hanya menguasai bidang ilmunya, namun harus mampu memotivasi siswanya. Guru yang pandai ditambah mampu memotivasi akan membuahkan siswa yang berprestasi.

0 komentar

Post a Comment