Saturday, January 23, 2016

Teh dan Kesehatan Jantung

Advertisement

Teh merupakan minuman yang umum disajikan dalam keseharian masyarakat Indonesia. Tidak hanya di negara kita, teh juga sangat digemari di berbagai negara Asia lain karena menimbulkan sensasi tenang/ rileks pada peminumnya. Teh yang umum di Indonesia berasal dari daun tumbuhan Camellia sinensis yang tumbuh di dataran tinggi. Pucuk teh dipanen setiap pagi dan diproses untuk menghasilkan teh putih, teh hijau, maupun teh hitam. Teh juga mengandung banyak manfaat kesehatan karena berbagai senyawa yang dikandungnya. Salah satu manfaat teh adalah dalam menjaga kesehatan jantung dari serangan jantung koroner.

Sebagai organ yang berfungsi memompa darah, jantung memiliki peran pokok dalam kehidupan manusia. Jantung tersusun atas jaringan otot yang selalu bekerja tidak merasa lelah untuk memompa darah. Untuk menunjang fungsinya ini darah yang dipompa jantung juga akan masuk ke dalam jaringan jantung itu sendiri melalui pembuluh arteri koronaria. Darah akan diederkan di jaringan jantung untuk mengedarkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan bagi kerja jantung. Penyakit jantung koroner merupakan keadaan dimana terjadi penebalan arteri koronaria akibat timbunan lemak sehingga peredaran darah di jantung tidak normal. Hal ini dapat menyebabkan jantung kekurangan nutrisi yang berakibat jantung gagal bekerja dan proses memompa darah dapat terganggu.

aterosklerosis
Pembuluh darah normal dan pembuluh darah yang mengalami aterosklerosis

Penyumbatan arteri koronaria dapat terjadi karena konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol. Lemak dan kolesterol di dalam tubuh akan menjadi komponen pembentuk LDL (low density lipoprotein) yang menjadi sebab penebalan pembuluh darah. LDL akan memicu pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah sehingga menjadi lebih tebal dan keras. Bila keadaan ini berlanjut dapat menyebabkan perjalanan darah di sepanjang pembuluh menjadi terhambat. Penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah karena aktivitas LDl disebut dengan atehrosklerosis. Proses ini diawali oleh oksidasi radikal bebas terhadap LDL sehingga memicu terjadinya pengendapan.

Penebalan pembuluh darah akibat aktivitas LDL yang telah mengalami oksidasi tersebut dapat ditangkal dengan konsumsi teh secara teratur. Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa konsumsi teh 10 cangkir setiap hari dapat menurunkan resiko penyakir kardiovaskuler termasuk jantung koroner. Teh mengandung senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan yang akan melawan radikal bebas penyebab oksidasi. Polifenol akan bekerja seperti vitamin C dan vitamin E dalam melawan radikal bebas penyebab kerusakan jaringan.

Daun dan bunga teh (Camellia sinensis)

Radikal bebas merupakan molekul yang kekurangan oksigen. Terdapat berbagai macam radikal bebas seperti superoksida, hidroksil anion, hidrogen peroksida, dan oksigen tunggal. Semua molekul tersebut di dalam tubuh akan berusaha mengambil oksigen dari berbagai molekul dan jaringan yang ada di dekatnya. Radikal tersebut juga akan mengambil oksigen dari LDL yang ditemuinya sehingga struktur LDL berubah dan memicu penebalan di pembuluh darah. Selain memicu kerusakan LDL, radikal bebas juga sudah sangat terjenal sebagai penyebab berbagai macam kanker karena akan merusak DNA dalam sel.

Polifenol akan bekerja sebagai antioksidan di dalam tubuh. Antioksidan adalah molekul yang akan menyumbangkan oksigen kepada radikal bebas sehingga radikal tersebut tidak mengambil oksigen dari molekul lain. Hal ini aka mencegah radikal bebas mengambil oksigen dari LDL sehingga kerusakan LDL dapat dihindari. Senyawa polifenol ini dapat ditemukan di berbagai produk teh, baik teh putih, teh hijau, maupun teh hitam.

Di Indonesia, konsumsi teh biasanya akan ditambah dengan gula agar terasa manis. Namun sebenarnya, konsumsi teh untuk tujuan kesehatan sebaiknya dilakukan tanpa ditambah dengan gula atau pemanis lain. Karena gula yang berlebihan dalam makanan dan minuman justru dapat memicu timbulnya penyakit gula/ diabetes melitus dan menimbulkan kegemukan/ obesitas. Di negara seperti China dan jepang, konsumsi teh biasanya tidak ditambah gula, hanya menyeduh teh tersebut dan langsung diminum dalam keadaan hangat.

0 komentar

Post a Comment