Tuesday, June 9, 2015

Tutorial Membuat Kerajinan Pertulangan Daun

Advertisement

Daun memiliki pola pertulangan yang indah dan unik sehingga menarik minat banyak orang untuk membuat kerajinan dari bahan tersebut. Tulang daun yang saya maksud adalah pertulangan utuh mulai dari cabang tulang daun hingga vena-vena tulang daun sehingga tetap mempertahankan bentuk daun tersebut. Pertulangan daun yang dimaksud adalah sebagai berikut, unik bukan.

pertulangan daun
Pertulangan daun yang telah diberi warna.

Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana cara membuat pertulangan seperti itu?
Bagaimana cara menghilangkan daging-daging daun namun tetap mempertahankan bentuk daun tersebut?

Berikut ini adalah tutorial singkat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Sebenarnya untuk membuat pertulangan daun dapat menggunakan cara sederhana tanpa bahan kimia ataupun cara lebih singkat yang menggunakan bahan kimia. Kali ini akan saya jelaskan cara membuat pertulangan daun dengan bantuan bahan kimia NaOH (Natrium hidroksida) untuk menghemat waktu.

NaOH adalah bahan kimia yang bersifat basa kuat, dalam pembuatan tuang daun NaOH berfungsi untuk menghancurkan daging-daging daun sehingga dapat diperoleh pertulangannya. NaOH dapat diperoleh di toko-toko kimia dan biasanya dapat dibeli dengan mudah dalam bentuk cair (NaOH padat untuk keperluan eksperimen biasanya lebih sulit diperoleh). Karena sifatnya yang basa kuat, bahan ini dapat menimbulkan iritasi apabila bersentuhan dengan kulit, jadi wajib berhati-hati ketika bekerja dengan bahan ini.

Baiklah, alat dan bahan yang digunakan dalam membuat pertulangan daun adalah:

  • Daun yang tidak terlalu tebal
  • NaOH 150 ml / 150 gr
  • Air
  • Panci (jangan  gunakan panci alumunium karena akan bereaksi dengan NaOH)
  • Pengaduk
  • Skat gigi dengan bulu-bulu halus
  • Kompor
  • Nampan
  • Sarung tangan lateks

Langkah kerjanya sebagai berikut:

  • Masukkan 1 liter air ke dalam panci dan tambahkan dengan 150 ml / 150 gr NaOH.
  • Masukkan daun yang akan dibuat pertulangannya ke dalam panci tersebut.
  • Panaskan dalam kompor sampai mendidih dan daun menjadi lunak. Untuk daun dengan ketebalan sedang (misalnya daun jambu) umumnya membutuhkan waktu 30 menit, daun yang lebih tebal (nangka, rambutan, jeruk) membutuhkan waktu yang lebih lama.
  • Hentikan pemanasan setelah daun menjadi lunak dan berubah warna menjadi kecoklatan.
  • Biarkan daun dan cairan menjadi dingin.
  • Setelah dingin, ambil nampan berisi air untuk menghilangkan daging daun yang masih menempel.
  • Gosoklah daging daun dengan sikat gigi bulu halus, gosoklah dengan searah (jangan bolak-balik). Penggosokkan dilakukan di dalam air pada nampan sehingga sisa-sisa daging daun dapat hilang sepenuhnya.
  • Tiriskan dan keringkan tulang tulang daun yang telah jadi.
  • Penting: Selalu gunakan sarung tangan dari bahan lateks ketika bersentuhan dengan NaOH ataupun air rebusan yang mengandung NaOH. Jumlah NaOH dapat ditambah secukupnya untuk mempercepat proses pemanasan, karena semakin tinggi kadar NaOH semakin baik dalam menghancurkan daging daun.

Pertulangan daun yang telah jadi biasanya memiliki warna yang kusam dan tidak terlalu bagus. Untuk memperbagus waranya dapat dilakukan pewarnaan dengan pewarna tekstil. Sebelum dilakukan pewarnaan dapat dilakukan proses pemutihan dengan cara merendamnya pada larutan pemutih pakaian (bayclin dan teman-temannya) selama 15 menit atau lebih.

kupu pertulangan daun
Hiasan kupu-kupu dari pertulangan daun.

Tulang daun yang telah putih atau terwarnai dapat digunakan sebagai hiasan pada berbagai macam benda. Menghias kotak dengan menempelkan pertulangan daun yang telah diwarnai akan mampercantik kotak tersebut. Membuat hiasan kupu-kupu dengan pertulangan daun juga dapat menjadi hiasan yang indah. Selanjutnya terserah kreatifitas anda untuk membuat pertulangan daun tersebut menjadi bahan kerajinan lain yang barang lebih menarik. Mudah bukan.

Selamat mencoba.

8 komentar:

  1. Hiasan kupu2 ini dapat digunakan untuk menghias apa kak? Dijadiin tempelan kulkas kah?

    ReplyDelete
  2. Dijadikan souvenir, gantungan kunci, dll
    Dibuat tempelan kulkas jg bisa tapi di bungkus resin dulu, atau dibungkus plastik laminating..

    ReplyDelete
  3. Yok kita share pendidikan konservasinya juga, kurang-kurangin limbah kimia yoook.. It's ok to wait the natural process for weeks, biarkan nilai alami yang ingin kita dapatkan tetap terjaga dengan proses alami. Pernahkah terpikir bagaimana dampak ketika ada yang memproduksi banyak untuk dikomersialkan? Limbah kimia jelas lebih banyak kan? As an educated teacher, please use your knowledge wisely. For the earth and for humanity.. Thanks.. #IMHO

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. pernah bikin tapi belom pernah bikin artikelnya.

      Delete
  5. Replies
    1. NAOH yang dipakai tergantung NAOH analis atau teknis. NAOH analis (biasanya berbentuk padat) dapat dipakai sesuai arahan di artikel di atas. Sedangkan NAOH teknis (umumnya berbentuk cair dan kurang begitu murni) dapat dipakai sesuai arahan artikel di atas. Tidak perlu dilakukan pengenceran, langsung saja dipakai hanya disesuaikan NAOH padat atau cair.

      Delete