Thursday, February 5, 2015

Filum Arthropoda

Advertisement

Arthropoda merupakan hewan-hewan yang memiliki ciri khusus berupa kaki beruas-ruas. Kaki arthropoda memiliki persendian yang memungkinkan mereka dapat bergerak dan menggenggam makanan dengan baik. Selain itu, mereka juga memiliki eksoskeleton (rangka luar) keras yang terbuat dari zat kitin, eksoskeleton ini melindunginya dari gangguan lingkungan dan hewan lain. Kupu-kupu, semut, lebah, dan udang adalah arthropoda yang umum di sekitar kita.

Filum arthropoda memiliki anggota paling berlimpah di muka bumi. Jumlah jenis arthropoda lebih banyak dibandingkan jumlah total seluruh jenis dari filum hewan yang lain. Mereka hidup di darat, air tawar, juga lautan di semua wilayah di bumi. Kesukesan jumlah mereka disebabkan adanya persendian dan eksoskeleton yang sangat berguna dalam kehidupan, selain karena daya reproduksinya yang juga tinggi.

Struktur tubuh

Arthropoda memiliki otak sederhana pada kepalanya yang berlanjut dengan ganglion saraf pada bagian ventral tubuhnya, namun pusat saraf arthropoda terletak pada ganglion sarafnya. Apabila kepala arthropoda di ambil (dipotong), mereka masih dapat hidup seperti biasa hanya saja mereka tidak bisa makan dan minum. Seperti kecoa yang dipotong kepalanya, mereka masih dapat hidup namun akhirnya akan mati setelah sekitar 10 hari karena kehausan.

struktur tubuh belalang


Arthropoda memiliki 2 jenis mata yaitu mata majemuk dan mata tunggal. Mata majemuk adalah gabungan dari banyak unit mata yang disebut omatidium. Ratusan bahkan ribuan omatidium akan saling menempal dan membangun struktur mata majemuk. Arthropoda yang memiliki mata majemuk antara lain kupu-kupu dan capung. Mata tunggal pada arthropoda memiliki nama oseli, arthropoda yang memiliki mata tunggal adalah laba-laba dan kalajengking. Beberapa arthropoda memiliki kedua jenis mata tersebut (kompleks dan tunggal) dalam satu individu.

Arthropoda memiliki peredaran darah terbuka, jantung memompa darah mengalir dalam jaringan tanpa melewati pembuluh darah. Organ pernapasan arthropoda darat umumnya adalah trachea, yaitu saluran bercabang yang menjalar di tubuhnya. Terakhea memiliki lubang yang di sebut spirakel yang terdapat pada bagian sekitar perut arthropoda. Dari spirakel inilah udara masuk dan mengalir dalam trachea. Trakhea dimiliki oleh belalang dan serangga lain, sedangkan laba-laba memiliki organ pernapasan berupa paru-paru buku. Arthropoda air seperti kepiting dan udang bernapas dengan insang.

Alat ekskresi artropoda berupa tubulus Malpighi, yaitu saluran-saluran halus yang menyaring cairan tubuh dan membuang hasil ekskresi menuju saluran pencernaan. Saluran pencernaannya sendiri masih cukup sederhana, berupa saluran lurus dari mulut dan berakhir di anus.

Reproduksi

Arthropoda umumnya memiliki jenis kelamin yang terpisah. Jantan akan melakukan kopulasi untuk menyuntikkan sperma ke dalam tubuh betina dan pembuahan akan terjadi dalam tubuh betina (internal). Hewan-hewan ini mampu menghasilkan telur dalam jumlah melimpah, puluhan bahkan ratusan telur dapat dihasilkan dalam sekali proses perkawinan. Arthropoda memiliki masa hidup yang bervariasi, semakin besar ukuran tubuhnya semakin panjang pula masa hidupnya.

Peran arthropoda

Arthropoda memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Udang, lobster, dan kepiting adalah arthropoda air yang sering dikonsumsi manusia karena rasanya yang lezat. Kupu-kupu dan lebah menjadi hewan yang membantu petani dalam penyerbukan tanamam pertanian. Namun banyak sekali jenis arthropoda yang menjadi hama pertanian dan menjadi hewan pengganggu manusia. Belalang dan ulat bulu adalah musuh petani karena memakan tanaman mereka. Nyamuk dan kutu busuk menghisap darah manusia dan seringkali menimbulkan banyak penyakit seperti gatal-gatal dan alergi.

Penggolongan arthropoda

Filum arthropoda dibedakan berdasarkan morfologi dan tempat hidupnya menjadi 4 subfilum yaitu chelicerata, myriapoda, hexapoda, dan crustacea.

Subfilum chelicerata

Chelicerata adalah hewan-hewan yang memiliki alat makan berupa chelisera yang berbentuk seperti taring. Hewan-hewan dalam subfilum ini tidak memiliki antena dan matanya berupa mata tunggal (oceli). Chelicerata memiliki tubuh berupa cepalothorak (kepala dan dada menyatu) dan abdomen (perut). Subfilum chelicerata dikelompokkan lagi menjadi beberapa kelas sebagai berikut.

Kelas arachnida
laba-laba
Laba-laba
Hewan arachnida memiliki chelisera sebagai alat makan, di dekatnya biasanya terdapat pedipalpi yang berfungsi sebagai alat potong. Alat potong ini mengalami modifikasi menjadi capit pada kalajengking. Kelas ini beranggotakan ordo opiliones, scorpiones, araneae, dan acari. Ordo piliones beranggotakan dady longlegs, scorpiones beranggotakan kalajengking, araneae beranggotakan laba-laba, sedangkan acari beranggotakan kutu dan kutu busuk.

Kelas merostomata
mimi
Mimi
Merostomata adalah kelompok hewan-hewan laut dengan bentuk mirip cakram dengan organ mirp ekor (telson) yang lancip dan agak panjang. Anggota kelas ini adalah mimi yang merupakan hewan prasejarah yang telah ada sejak jaman dahulu kala.


Kelas pycnogonida
laba-laba laut
Laba-laba laut
Kelas ini adalah kelompok untuk laba-laba laut. Hewan mirip laba-laba berukuran kecil yang hidup di laut. Mereka umumnya adalah parasit pada hewan lain atau predator pemakan anemon.



Subfilum myriapoda

kelabang
Kelabang
Hewan-hewan dalam kelas ini memiliki banyak sekali kaki. Subfilum ini beranggotakan kelompok chilopoda dan diplopoda. Ordo chilopoda adalah hewan-hewan yang memiliki sepasag kaki di setiap segmen tubuhnya seperti kelabang, sedangkan ordo diplopoda adalah hewan yang memiliki 2 pasang kaki di setiap segmen tubuhnya seperti kaki seribu.

Subfilum crustacea

Crustacea adalah hewan arthropoda yang hidup di air, misalnya kepiting, udang, lobster, dan bernakel. Crustacea bernapas dengan insang dan memiliki dua pasang antena sebagai organ pendeteksi lingkungan sekitar. Tubuh crustacean terdiri atas cephalotorak dan abdomen. Subfilum ini memiliki banyak sekali anggota dengan beragam kelas, yang paling terkenal dari subfilum ini adalah kelas decapoda.

Kelas decapoda
lobster
Lobster
Decapoda adalah arthropoda air yang memiliki sepuluh kaki jalan, yaitu kaki yang digunakan untuk berjalan (bedakan dengan kaki renang). Anggota kelas ini adalah udang, kepiting, dan lobster.

Subfilum hexapoda

Hexapoda adalah hewan-hewan yang memiliki 6 buah kaki dan umumnya bersayap, walaupun ada juga yang tidak bersayap. Dari subfilum ini muncul kelas yang terkenal yaitu kelas insekta.

Kelas insekta
lebah
Lebah
Insekta adalah hewan-hewan yang biasa kita sebut dengan serangga. Serangga memiliki 3 pasang (6 buah) kaki dan umumnya bersayap, walaupun ada pula serangga yang tidak bersayap. Insekta merupakan arthropoda darat yang sangat banyak jenisnya. Beberapa jenis seperti capung memiliki larva yang hidup di air sebelum akhirnya akan bermetamorfosis dan hidup di darat. Hewan dalam subfilum ini umumnya akan mengalami metamorfosis dalam sikulus hidupnya. Beberapa ordo  yang umum dijumpai adalah sebagai berikut.
  • Ordo coleoptera, beranggotakan jenis-jenis kumbang. Coleoptera memiliki 2 pasang sayap, sepasang sayap sangat keras dan sepasang sayap tipis yang hampir tembus pandang. Mereka memiliki eksoskeleton yang sangat tebal. Coeloptera mengalami metamorfosis sempurna.
  • Ordo diptera, beranggotakan jenis-jenis lalat. Diptera memiliki sepasang sayap, dan sepasang organ penyeimbang terbang yang disebut halter. Diptera mengalami metamorfosis sempurna.
  • Ordo hymenoptera, beranggotakan semut, lebah, dan tawon. Hewan-hewan dalam ordo ini umumnya hidup dalam koloni yang banyak dan termasuk serangga dengan tingkat sosial tinggi. Mereka memiliki 2 pasang sayap dan mengalami metamorfosis sempurna.
  • Ordo Lepidoptera, beranggotakan kupu-kupu dan ngengat. Lepidoptera memiliki 2 pasang sayap dan memiliki mulut khusus yang disebut proboscis, mulut ini berguna dalam menghisap makanan yang umumnya berupa nektar bunga. Mereka mengalami metamorfosis sempurna.
  • Ordo hemiptera, beranggotakan serangga-serangga seperti kutu daun. Mereka memiliki 2 pasang sayap, sayap keras dan sayap tipis serta mengalami metamorfosis tidak sempurna.
  • Ordo orthoptera, beranggotakan belalang dan jangkrik. Mereka memiliki 2 pasang sayap, sayap keras dan sayap tipis serta memiliki kaki belakang panjang yang digunakan untuk melompat. Hewan-hewan ini mengalami metamorfosis tidak sempurna.

2 komentar:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih kembali...
      maaf saya hapus karena terlalu banyak link aktif

      Delete