Monday, January 19, 2015

Tingkatan Takson Dalam Klasifikasi Biologi

Advertisement

Klasifikasi dalam biologi adalah pengelompokan mankhluk hidup berdasarkan persamaan yang dimiliki. Tujuan dari pengelompokan mankhluk hidup tersebut adalah agar lebih mudah untuk dipelajari dan menjadi lebih terstruktur. Dalam membuat kelompok makhluk hidup, dikenal adanya istilah takson, yaitu tingkatan kelompok dalam klasifikasi.

Takson pada makhluk hidup mulai dari atas ke bawah adalah (1) kingdom, (2) filum/divisio, (3) kelas, (4) ordo, (5) famili, (6) genus, dan (7) spesies. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan tingkatan takson untuk burung layang-layang api (Hirundo rustica) berikut ini.

  • Kingdom: Animalia
    layang-layang api
    Layang-layang api (Hirundo rustica)
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Aves
  • Ordo: Passeriformes
  • Famili: Hirundinae
  • Genus: Hirundo
  • Spesies: H. rustica

Kingdom
Kingdom/regnum atau kerajaan adalah tingkatan takson yang tertinggi, walaupun beberapa ahli ada yang berpendapat bahwa terdapat tingkatan yang lebih tinggi yaitu domain. Dalam klasifikasi modern, kingdom dibedakan menjadi 3, 4, 5 atau 6 jenis. Namun dari semua itu, sistem 5 kingdom merupakan sistem yang paling banyak dipakai saat ini. Sistem 5 kingdom membagi makhluk hidup dalam (1) kingdom monera, (2) kingdom protista, (3) kingdom fungi, (4) kingdom plantae, dan (5) kingdom animalia.

Filum
Filum adalah tingkatan takson di bawah kingdom. Istilah filum digunakan untuk mengelompokkan hewan, sedangkan pada tumbuhan digunakan istilah divisio. Beberapa filum akan menjadi anggota dari kingdom. Misalnya filum porifera, cnidaria, dan chordata yang menjadi anggota kingdom animalia.

Kelas
Kelas adalah tingkatan takson di bawah filum. Beberapa kelas akan menjadi anggota dari filum. Misalnya kelas pisces, reptilia, amfibi, aves, dan mamalia yang menjadi anggota filum chordata.

Ordo
Ordo adalah tingkatan takson di bawah kelas. Dalam klasifikasi burung, ordo biasanya diakhiri dengan sukukata -formes. Beberapa ordo akan menjadi anggota dari kelas. Misalnya ordo passeriformes, columbiformes, dan falconiformes yang menjadi anggota kelas aves.

Famili
Famili adalah tingkatan takson di bawah ordo. Nama suatu famili (untuk umum) biasanya diakhiri dengan sukukata -ae. Beberapa famili akan menjadi anggota dari ordo. Misalnya famili hirundinae, ploceidae, dan zosteropidae yang menjadi anggota ordo passeriformes.

Genus
Genus adalah tingkatan takson di bawah famili. Beberapa genus akan menjadi anggota dari famili. Misalnya genus Hirundo, Delichon, dan Riparia yang menjadi anggota famili hirundinae.

Spesies
Spesies adalah tingkatan paling bawah dalam klasifikasi, walaupun untuk beberapa jenis hewan maupun tumbuhan terdapat tingkatan sub-spesies. Beberapa spesies akan menjadi anggota dari genus. Misalnya spesies Hirundo rustica, Hirundo tahitica, dan Hirundo daurica yang menjadi anggota genus Hirundo. 

Penamaan nama ilmiah biasanya disajikan dengan dua kata, kata pertama menandakan genus dan kata kedua menandakan spesies. Seperti contoh di atas untuk burung layang-layang api, memiliki nama ilmiah Hirundo rustica, dengan Hirundo merupakan genus dan rustica merupakan spesies.

Nama ilmiah akan ditulis dengan huruf miring atau huruf tegak dengan garis bawah misalnya Hirundo rustica atau Hirundo rustica. Penamaan ilmiah untuk tingkt genus harus diawali dengan huruf besar, sedangkan tingkat spesies diawali dengan huruf kecil.

Makhuk hidup dikelompokkan dalam tingkatan takson di atas berdasarkan persamaan yang dimilikinya. Persamaan tersebut dapat berupa alat gerak, bentuk gigi, bentuk daun, bentuk tulang daun dan lain sebagainya. Semakin rendah tingkatan takson, semakin banyak persamaan yang dimiliki anggota-anggotanya. namun semakin tinggi tingkatan takson, semakin sedikit persamaan yang dimiliki anggota-anggotanya.

Misalnya dalam tingkatan genus, anggota dari genus tersebut pastilah memiliki banyak persamaan. Harimau dan singa merupakan anggota dari genus Panthera, mereka berdua tentu saja memiliki banyak persamaan baik dari giginya, alat geraknya, maupun morfologi tubuh lainnya. Namun apabila kita naik ke tingkatan takson filum, anggotota dari filum chordata memiliki persamaan yang sedikit. Singa dan ikan lele masuk dalam filum chordata, dan persamaan yang dimiliki keduanya tentu saja sangat sedikit sekali. 

0 komentar

Post a Comment