Tuesday, October 7, 2014

Apa Penyebab Rasa Pedas Pada Cabe?

Advertisement

Makanan pedas banyak menjadi favorit banyak orang karena sensasi panas dan menggigit yang dihasilkannya dapat meningkatkan selera makan. Rasa pedas biasanya diperoleh dari berbagai macam jenis buah cabai. Antara cabai rawit, cabai keriting, dan cabai hibrida biasanya memiliki tingkat kepedasan yang berbeda-beda. Sebenarnya apakah yang menyebabkan cabai memiliki rasa pedas di lidah?

Cabai dapat memberikan rasa pedas karena kandungan capsaisin (capsaicin: inggris) di dalamnya. Capsaisin merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh buah cabai yang dapat menghasilkan sensasi pedas di lidah manusia. Capsaisin akan memberikan sensasi terbakar atau panas pada mebran mukosa lidah yang kita kenal sebagai rasa pedas. Sesungguhnya lidah hanya mampu mendetaksi rasa manis, asam, asin, dan pahit saja, sedangkan sensasi pedas bukanlah rasa melainkan akibat dari panas yang dihasilkan oleh kapsaisin.

Sumber capsaisin

Kapsaisin paling banyak dihasilkan pada jaringan di tengah buah yang menjadi tempat penempelan biji. Jaringan ini akan memberikan efek pedas yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan jaringan lain pada cabai. Cabai menggunakan kapsaisin sebagai perlindungan dari hewan pemangsa dan serangan jamur. Hewan pemangsa tidak akan memakan cabai karena sifat panasnya, dan beberapa jamur akan terganggu pertumbuhannya apabila mengalami kontak dengan kapsaisin.

Kontak kapsaisin dengan kulit dapat menyebabkan iritasi dan rasa panas yang tidak nyaman. Konsumsi kapsaisin dalam jumlah besar menyebabkan sakit perut, diare, mual, dan muntah. Sedangkan kontak kapsaisin dengan mata dapat menyebabkan rasa sakit, pengeluaran air mata terus-menerus, dan konjungtivitis.

Molekul capsaisin

Apabila terjadi kontak kapsaisin dengan kulit kita bisa mengobatinya dengan cara mengolesnya dengan minyak sayur kemudian baru dibilas dengan air. Dapat juga langsung dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air. Pembilasan langsung dengan air tanpa minyak sayur atau sabun kurang efektif untuk menghilangkan capsaisin di kulit karena kapsaisin memiliki sifat hidrofobik sedangkan air memiliki sifat hidrofilik sehingga sulit untuk saling berikatan.

Untuk mengatasi efek negatif dari konsumsi kapsaisin yang berlebihan dapat dilakukan dengan meminum susu, karena susu dapat mengikat kapsaisin sehingga mengurangi efek panasnya. Selain susu, meminum air gula dengan suhu ruangan juga dapat membantu menghilangkan sensasi panas yang muncul diperut.

Apabila terjadi kontak dengan mata, pengobatan dapat dilakukan dengan pencucian mata pada air yang mengalir. Seperti telah dijelaskan, karena kapsaisisin dan air merupakan molekul dengan sifat yang berbeda, mereka akan sukar manyatu sehingga pembersihan harus dilakukan dengan air mengalir secara terus menerus. Rasa pedih di mata akan hilang secara berangsur-angsur setelah dilakukan pembilasan. Tidak disarankan membilas dengan sabun karena dapat menambah iritasi yang terjadi pada mata.

2 komentar:

  1. Akhirnya terjawab sudah rasa penasaran saya.. haha.. makasih infonya gan..
    Mari berkunjung.
    lifehlife.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Mengapa ketika sambal cabai disandingkan dengan buah-buahan (seperti rujak) rasa pedas dari cabai seperti meningkat jika dibandingkan dengan memakan cabai dengan masakan lain?

    ReplyDelete