Tuesday, August 25, 2015

Uji Seliwanoff

Advertisement

Uji seliwanoff atau tes seliwanoff digunakan untuk membedakan gula (karbohidrat) yang diuji masuk kategori ketosa atau aldosa. Gula aldosa memiliki gugus aldehida, sedangkan ketosa memiliki gugus keton. Dasar dari uji ini adalah bahwa ketosa lebih cepat terdehidrasi dibandingkan aldosa saat dipanaskan. HCl dalam reagen seliwanof akan mendehidrasi gula menjadi furfural yang akan bereaksi dengan resorsinol membentuk senyawa berwarna merah ceri.

Dengan uji ini, gula ketosa seperti fruktosa akan menghasilkan warna merah ceri, sedangkan gula aldosa seperti glukosa akan memberikan hasil negatif dengan tidak muncul warna merah pada larutan. Namun apabila pemanasan tidak sesuai dengan prosedur (lebih dari 5 menit), gula aldosa kadang akan menghasilkan warna merah muda. Sedangkan sukrosa (gabungan antara fruktosa dan glukosa) akan menghasilkan warna merah ceri karena adanya fruktosa di dalamnya.

reaksi uji seliwanoff
Reaksi uji seliwanoff

Reaksi yang terjadi:
  • HCl mendehidrasi gula ketosa membentuk furfural.
  • Furfural bereaksi dengan resorsinol (dalam reagen seliwanoff) membentuk senyawa berwarna merah ceri.
Bahan dan pereaksi:
  • Reagen seliwanoff (Larutkan 34 ml HCl ke dalam 68 ml akuades, tambahkan dengan 0,15 g resorsinol)
  • Bahan yang akan diuji
Langkah kerja:
  • Masukkan 5 ml reagen seliwanoff ke dalam tabung reaksi.
  • Tambahkan dengan 1 ml bahan yang akan diuji.
  • Panaskan dalam air mendidih (penangas air) selama 5 menit.
  • Amati perubahan warna yang muncul.

uji seliwanoff
Hasil uji seliwanoff, kiri negatif dan kanan positif
Catatan:

Uji ini ditemukan oleh ahli kimia Rusia bernama Theodore Seliwanoff pada tahun 1887. Tes ini populer digunakan dalam menguji karbohidrat secara kualitatif, untuk mengetahui jenis gula yang diuji termasuk ketosa atau aldosa. Apabila memberikan hasil positif berarti gula yang diuji merupakan / mengandung ketosa, sedangkan apabila memberikan hasil negatif berarti gula yang diuji merupakan aldosa.

2 komentar: