Wednesday, April 5, 2017

Jaringan Dasar, Dermal, dan Vaskuler pada Tumbuhan

Advertisement

Setiap tumbuhan memiliki jaringan dasar, jaringan dermal, dan jaringan vaskuler yang akan membentuk tubuh tumbuhan. Ketiga macam jaringan tersebut berasal dari jaringan meristem dan akan membentuk sistem jaringan pada tubuh tumbuhan. Walaupun jaringan tersebut terdapat pada semua bagian tumbuhan namun memiliki ciri yang berbeda pada organ yang berbeda.

sistem jaringan

Jaringan dermal

Jaringan dermal terletak pada bagian paling luar dari tubuh tumbuhan dan berfungsi sebagai jaringan pelindung tubuh tumbuhan. Jaringan dermal terdiri atas epidermis dan periderm. Epidermis terdapat pada daun dan bagian tumbuhan dikotil yang masih muda, selain itu juga terdapat pada tubuh monokotil. Epidermis tersusun atas sel-sel yang sangat ketat sehingga  mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh tumbuhan. Umumnya jaringan epidermis hanya tersusun atas selapis sel saja, namun dalam beberapa tumbuhan terdapat dalam bentuk lebih dari satu lapis sel. Kebanyakan epidermis akan dilapisi oleh lapisan lilin yang disebut kutikula untuk mencegah penguapan air yang berebihan.

Pada bagian tubuh dikotil yang telah dewasa, epidermis akan digantikan oleh periderm yang memiliki tekstur keras dan tebal. Permukaan batang dikotil yang telah dewasa akan lebih keras dan kasar dibandingkan dengan permukaan bagian batang dikotil yang masih muda. Epidermis tumbuhan banyak mengalami modifikasi membentuk berbagai macam struktur yang unik seperti trikoma dan rambut akar. Trikoma berfungsi sebagai pertahanan diri tumbuhan dari pemangsa, trikoma memiliki bentuk yang runcing dan tajam sehingga membuat pemangsa tidak menyukainya. Beberapa trikoma bahkan dapat mengeluarkan cairan yang membuat hewan mengalami rasa gatal atau sakit yang menyiksa. Rambut akar adalah modifikasi epidermis yang digunakan untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah.

Jaringan vaskuler

Jaringan vaskuler atau jaringan pengangkut pada tumbuhan adalah xilem dan floem. Xilem memiliki peran utama mengangkut air dan mineral dari akar menuju daun sedangkan floem akan mengangkut hasil fotosintesis ke bagian tubuh tumbuhan yang membutuhkan. Susunan xilem dan floem pada daun, batang, dan akar memiliki susunan yang agak berbeda.

Daun memiliki xilem dan floem terbungkus oleh jaringan seludang pembuluh dan terletak pada vena-vena daun. Xilem dan floem pada batang dikotil tersusun dengan struktur melingkar dengan xilem di bagian dalam dan floem di bagian luar dan antara xilem dan floem dipisahkan oleh jaringan kambium. Sedangkan xilem dan floem pada akar dikotil tersusun bersebelahan dan berselang seling.

Walaupun fungsi utama xilem adalah mengangkut air dan mineral, namun dapat juga sedikit berperan dalam mengangkut hasil fotosintesis. Demikian juga dengan floem, selain fungsinya sebagai pengangkut hasil fotosintesis juga dapat sedikit berperan dalam mengakut air dan mineral dari akar menuju jaringan lain.

Jaringan dasar

Jaringan dasar merupakan jaringan pada tumbuhan selain dermal dan vaskuler yang tersusun atas parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Parenkim merupakan jaringan pengisi yang berperan untuk fotosintesis dan penyimpan cadangan makanan. Kolenkim merupakan jaringan penguat pada batang tumbuhan yang masih muda. Sedangkan sklerenkim merupakan jaringan penguat pada batang tumbuhan yang telah tua.

Jaringan dasar pada batang juga akan berkembang menjadi empulur dan korteks. Empulur adalah jaringan dasar yang terletak di diantara atau di dalam xilem dan floem, umumnya terletak di tengah-tengah batang dan akar. Sedangkan korteks merupakan jaringan dasar yang terletak di luar xilem dan floem yang umumnya terletak setelah epidermis. Empulur dan korteks tersebut juga tersusun dari jaringan parenkim, kolenkim, atau sklerenkim.

0 komentar

Post a Comment