Monday, December 19, 2016

Pengaruh Keasaman Terhadap Kesuburan Tanah

Tanah yang subur sangat berpengaruh terhadap tumbuhan yang hidup di atasnya. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kesuburan tanah, dan salah satunya adalah keasaman atau pH tanah. Keasaman tanah berpengaruh terhadap ketersediaan mineral yang dapat diserap oleh akar tumbuhan. 

Walaupun tanah memiliki kandungan mineral yang besar, belum tentu dapat diserap oleh akar tumbuhan karena pengaruh pH tanah yang kurang sesuai. Keasman atau pH tanah mempengaruhi pertukaran kation (ion positif) dan bentuk kimia mineral dalam tanah.

tanah subur dan tidak subur
Perbandingan tanaman yang tumbuh di tanah subur dan tidak subur

Bagaimana pH ini mempengaruhi pertukaran kation?

Tanah liat yang merupakan hasil pelapukan batuan memiliki muatan negatif yang artinya mudah berikatan dengan ion positif. Mineral dalam tanah, seperti Kalium, kalsium, dan magnesium terdapat dalam tanah dalam bentuk ion positif yaitu sebagai K+, Ca2+, dan Mg2+. Ion-ion positif tersebut akan mudah sekali berikatan dengan molekul tanah liat yang bersifat negatif.

Sebagian besar tumbuhan akan tumbuh optimal pada tanah dengan pH yang agak asam. Keasman diartikan sebagai kadar ion H+ di suatu tempat tertentu. Tanah yang agak asam berarti tanah tersebut memiliki kandungan H+ yang agak banyak. H+ tersebut dalam jumlah yang tepat dapat menggantikan peran ion mineral yang berikatan dengan tanah, suatu peristiwa yang disebut pertukaran kation.

Tanah akan berikatan dengan H+ dan melepaskan ion mineral yang diikatnya sehingga dapat diserap oleh akar tumbuhan. Apabila masih berikatan dengan tanah liat, mineral-mineral ini akan sulit diserap oleh akar tumbuhan. Sebenarnya akar sendiri mampu mampu melepaskan H+ dalam jumlah terbatas untuk membantu penyerapan mineral di dalam tanah.

kalium defisiensi
Daun yang mengalami klorosis karena tumbuh di tempat yang kurang kandungan kalium

Akan tetapi pH yang terlalu asam (kurang dari 5) justru dapat menghambat pertumbuhan bahkan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut. Tanah yang terlalu asam akan membuat ion Al3+ sangat mudah dilepaskan, larut pada air tanah, dan diserap oleh akar. Padahal ion Al3+ merupakan mineral yang beracun dan dapat membuat pertumbuhan akar terhambat. Hal ini dapat menyebabkan akar tidak optimal dalam menyerap mineral lain yang dibutuhkan tumbuhan.

Tanah yang terlalu basa juga tidak baik bagi tumbuhan. Misalnya saja tanah dengan pH 8, akan membuat tumbuhan sangat mudah menyerap Ca namun tidak bisa menyerap Fe. Padahal Fe merupakan mineral esensial bagi tumbuhan dan dibutuhkan untuk pertumbuhannya.

Ion mineral bermuatan positif memang akan berikatan dengan tanah liat yang bermuatan negatif, namun bagaimana dengan ion yang bermuatan negatif?

Ion negatif tidak akan berikatan kuat dengan tanah liat sehingga lebih mudah terbawa air yang mengalir dan tercuci dari tanah. Ion-ion seperti NO3- (nitrat) dan  H2PO4- (fosfat) mudah sekali tercuci dari tanah dan menyebabkan tanah kekurangan ion tersebut. Berbeda dengan ion positif yang akan berikatan cukup kuat sehingga dapat bertahan dari pengaruh erosi.

Oleh karena itu, engaturan pH tanah sangat penting dalam pertanian. Mengatur pH tanah dengan tepat dapat membuat tanah yang kurang subur menjadi lebih subur. Sebaliknya pH yang kurang tepat dapat membuat tanah yang sebenarnya kaya kandungan mineral menjadi kurang subur karena tidak dapat diserap akar tumbuhan. Tanah yang terlalu asam dapat diperbaiki dengan menambahkan kalsium karbonat, sedangkan tanah yang terlalu basa dapat diperbaiki dengan menambahkan sulfat.

Advertisement

0 komentar

Post a Comment