Monday, April 11, 2016

Ikan Komet Bertelur dalam Akuarium

Advertisement

Ikan Komet (Carassius auratus) adalah ikan hias yang cukup populer di kalangan akuaris. Bentuknya yang menarik dengan sirip-sirip yang panjang menjuntai menjadikan ikan ini indah ketika dipelihara dalam akuarium atau kolam. Ikan yang masih berkerabat dekat dengan ikan mas, koki, dan koi ini memiliki harga yang lebih murah dibandingkan saudara-saudaranya (mas, koki, dan koi). Ketika dipelihara dalam akuarium atau kolam, ikan komet tidak mudah mati dan malah dapat bertelur.

Ikan komet memiliki tubuh seperti ikan mas, namun dengan ukuran tubuh lebih kecil. Sebenarnya ikan ini merupakan hasil seleksi dari ikan mas yang dilakukan oleh pembudidaya ikan di Amerika puluhan tahun silam. Walaupun begitu, ukuran ikan komet cenderung lebih kecil sehingga cocok dipelihara di akuarium yang tidak begitu luas. Ikan komet termasuk ikan yang mudah berkembang biak, dia akan bertelur setelah matang seksual dan berukuran sekitar 3 inchi.

ikan komet
Ikan Komet
Beberpa bulan yang lalu saya membeli 7 ekor ikan komet yang saya pelihara dalam akuarium kecil berukuran 50 x 30 x 30 cm. Ukuran akuarium ini memang cukup kecil dan kurang ideal untuk memelihara 7 ekor ikan komet. Tapi mau bagaimana lagi, akuarium saya yang berukuran lebih besar telah terisi ikan alligator. Jadi terpaksa si komet saya peihara berdesa-desakan dalam akuarium kecil. Walaupun begitu mereka dapat hidup sehat karena air akuarium saya ganti seperempatnya setiap 2 hari sekali.

Setelah sekitar 6 bulan saya pelihara, mulai nampak perubahan pada tubuh ikan-ikan tersebut. Sebanyak 4 ekor komet memunculkan bintik-bintik kecil di tutup insangnya (operkulum). Namun 3 yang lainnya tidak memunculkan bintik kecil tersebut. Saya mencari tahu tentang bintik kecil tersebut di internet dan menemukan informasi bahwa bintik itu merupakan tanda bagi ikan komet jantan yang telah dewasa. Bintik-bintik itu disebut breeding tubercle dan hanya muncul pada operkulum jantan, sedangkan betina memiliki operkulum yang halus tanpa bintik-bintik.

Setelah itu saya amati ikan-ikan komet tersebut mulai berubah aktivitasnya. Si jantan sering kali mengejar-ngejar komet betina dan menempelkan mulutnya di sekitar belakang perut betina. Aktivitas ini terjadi berulang-ulang selama beberapa minggu. Ketika saya perhatikan, ternyata tubuh komet betina mulai berubah. Perutnya kini lebih buncit dari biasanya, padahal saya memberi makan secukupnya dengan interval 2 kali sehari. Ternyata itulah tanda bahwa si betina telah menghasilkan banyak telur sehingga perutnya menjadi lebih besar. Jantan mengejar-ngejar betina karena pengaruh hormon yang dilepaskan oleh komet betina yang telah siap bertelur.
breeding tubercle
Breeding tubercle pada penutup insang komet
Suatu hari, aktvitas jantan mengejar betina terjadi lebih sering dan lebih lama dari biasanya. Dan tak lama kemudian, di pagi harinya saya temukan telur-telur telah menempel di dasar auarium kecil itu. Komet-komet betina saya mulai bertelur. Si betina mengeluarkan telur sedikit demi sedikit kemudian diikuti si jantan yang mengeluarkan sperma. Pembuahan atau fertilisasi terjadi di dalam air sehingga disebut sebagai fertilisasi eksternal. Keempat komet jantan saya berebutan membuahi telur-telur yang dikeluarkan betina. Telur-telur tersebut kemudian mengendap di dasar atau menempel di dinding akuarium. Air di akuarium pun menjadi agak keputih-putihan dan muncul buih di permukaan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya sperma yang dihasilkan oleh ikan-kan jantan.

Proses perkawinan berjalan selama kurang lebih 3 jam. Setelah itu ikan-ikan nampak kelelahan dan mulai memakan telur-telurnya sendiri. Karena khawatir telur tersebut habis dimakan, saya langsung memindahkan induk komet ke tempat lain agar terpisah dari telurnya. Banyak ikan memang akan kelelahan setelah kawin dan akan memakan telurnya sendiri apabila tidak segera dipisahkan di tempat lain.

Mungkin ada ratusan atau ribuan telur yang telah dihasilkan ikan-ikan saya. Telur tersebut berwarna bening saat baru saja dikeluarkan dari tbuh betina. Namun setelah sekitar 12 jam, telur tersebut ada yang berubah warna. Ada yang tetap bening dan ada yang menjadi putih. Telur yang bening tandanya berhasil dibuahi sperma sedangkan yang putih merupakan telur yang gagal dibuahi. Sekitar 75% telur-telur di akuarium saya berwarna bening, yang artinya koleksi komet saya akan segera bertambah banyak hehehe.

Setelah dua hari mulai nampak bintik-bintik hitam d dalam telur, dan setelah 3 hari telur tersebut menetas. Lahirlah ikan komet kecil yang tubuhnya masih transparan dan belum lancar berenang. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dasar akuarium untuk menghabiskan cadangan makanan di perutnya. Tiga hari kemudian larva komet tersebut telah mulai berenang bebas dan mulai mencari makan.

0 komentar

Post a Comment