Tuesday, February 23, 2016

Gemak Lorengku yang Malang

Advertisement

Ini adalah cerita tentang gemak loreng, sebangsa burung puyuh kecil yang hidup di lingkungan kampus UNNES. Burung gemak loreng memiliki nama ilmiah Turnix suscicator dan masuk dalam famili turnicidae, yaitu kelompok burung- burung kecil bertubuh gempal dan berekor pendek. Yang menarik dari burung ini adalah bahwa di UNNES dia hanya dapat dijumpai di satu lokasi, yaitu di hutan akasia sekitar gerbang utama kampus. Saya menggunakan kata "dia" dan bukan "mereka" karena jumlah burung ini di UNNES sangat sedikit, mungkin hanya beberapa ekor saja.

Memang belum pernah dilakukan penelitian serius tentang jumlahmya di UNNES, namun dilihat dari kondisi hutan kecil yang menjadi tempat tinggalnya, dapat disimpulkan demikian. Tempat tinggalnya yang saya sebut hutan kecil ini sebenarnya adalah lahan dengan luas sekitar 1000 m persegi yang ditanami dengan pohon akasia. Saat ini pohon akasia di tempat tersebut telah cukup besar dan memiliki tinggi sekitar 4 hingga 6 meter.

Wilayah yang cukup kecil untuk jadi habitat burung, namun sayangnya si gemak loreng ini tidak pernah pindah dari lokasi tersebut. Dia sering dijumpai di hutan kecil ini dan tidak pernah dijumpai di lokasi lain. Hutan akasia di sekitar gerbang utama sebenarnya terbagi menjadi 2 bagian yang dipisahkan oleh jalan utama. Burung gemak tersebut lebih sering dijumpai di hutan sebelah kiri jalan dari arah gerbang utama. Mungkin juga ada sarangnya di tempat tersebut, tapi belum pernah saya temukan ketika saya cari.

gemak loreng
Gemak loreng jantan dan betina

Gemak loreng adalah burung kecil berukuran 16 cm yang berwarna coklat terang. Betina memiliki ukuran lebih besar dan berwarna lebih mencolok dari jantan. Burung betina memiliki kepala dan tenggorokan yang didominasi warna kehitaman. Sedangkan si jantan tidak memiliki pola hitam di kepala dan leher tersebut. Secara umum tubuh bagian atas pada kedua jenis kelamin berbintik coklat, sedangkan bagian dada dan bagian sisi tubuhnya berwarna merah karat.

Gemak loreng bukanlah jenis burung yang dulindungi karena jumlahnya di alam belum terancam. Dalam daftar IUCN burung ini masuk kategori LC (Least Concern), artinya kurang diperhatikan karena jumlahnya yang masih banyak. Selain di Indonesia, burung ini dapat ditemukan di Asia Tenggara, Jepang, dan China. Walaupun dikatakan jumlahnya masih melimpah, namun saya belum pernah menjumpai burung ini di tempat lain selain UNNES, padahal saya gemar mencari dan mengamati hurung di berbagai daerah.

Yang Malang dari gemak loreng UNNES adalah habitatnya yang begitu sempit, yang hanya terbatas pada wilayah hutan akasia saja. Entah mengapa burung ini tidak berpindah tempat dan hanya menempati hutan sempit tersebut. Padahal banyak habitat lain yang dapat dijadikan tempat tinggal di sekitar UNNES. Padahal saudaranya yang bernama gemak tegalan (Turnix sylvatica) yang berukuran lebih kecil, dapat dijumpai di beberapa tempat di sekitar UNNES. Lokasi dimana dapat dijumpai gemak tegalan antara lain kebun wisata pendidikan, di belakang fakultas ilmu pendidikan, dan di sekitar fakultas teknik.

Selain lokasi tempat tinggalnya (gemak loreng) yang begitu sempit, lokasi tersebut nantinya juga akan dibangun menjadi gedung LP2M UNNES. Apabila pembangunan gedung tersebut jadi dilakukan, akan semakin berkurang lagi tempat tinggal si gemak loreng malang ini. Dengan dibangunnya gedung tersebut, nantinya akan semakin banyak orang yang beraktifitas di tempat tersebut. Padahal burung gemak loreng termasuk burung yang pemalu, dia akan segera lari atau terbang rendah ketika melihat orang di sekitarnya.

Mungkin apabila gedung baru jadi dibangun, si gemak bisa berpindah ke tempat lain dan hidup bersama saudaranya si gemak tegalan tadi. Lokasi terdekat yang dapat menjadi tempat berpindah si gemak loreng adalah kebun wisata pendidikan atau malah keluar kampus dan menuju daerah kali segara yang masih banyak pepohonan. Semoga saja si gemak tetap bertahan di lingkungan sekitar kampus sehingga masih dapat diamati oleh para birdwatcher di UNNES.

Ayo para birdwatcher, mumpung belum terlambat pelajarilah gemak loreng di hutan akasia itu. Untuk menjumpainya tidak terlalu sulit, hanya dengan sedikit ketenangan dan lesabaran, kalian pasti dapat bertemu dengan burung ini. Terus perhatikanlah bagian rerumputan karena burung ini kurang pandai terbang dan biasanya akan berjalan-jalan di sekitar rerumputan. Amatilah dari sekitar jalan utama agar burung tersebut tidak melihat kalian dan kabur karena merasa terganggu.

0 komentar

Post a Comment