Saturday, January 2, 2016

Organ Aksesori Sistem Pencernaan Manusia

Advertisement

Sistem pencernaan manusia tersusun atas berbagai macam organ untuk mencerna dan menyerap sari makanan yang telah tercerna. Pencernaan makanan terjadi secara bertahap-tahap untuk memecah makanan menjadi bagian penyusunnya. Organ pencernaan manusia adalah mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan berakhir di anus. Selain organ utama tadi, manusia juga memiliki organ aksesori yang berperan dalam sistem pencernaan.

Organ aksesori adalah organ yang tidak secara langsung mencerna makanan namun memiliki peran penting dalam sistem pencernaan. Manusia memiliki 3 macam organ aksesori, yaitu pankreas, empedu, dan hati. Organ-organ tersebut tidak menjadi tempat berlangsungnya pencernaan, namun sangat membantu pencernaan aktivitas aktivitas dan zat yang dihasilkannya.

hati, empedu, dan pankreas
Letak hati (liver), kantong empedu (gallbladder), dan pankreas dalam tubuh

Pankreas


Pankreas terletak di bawah lambung, merupakan organ berlekuk-lekuk yang berwarna kuning kecoklatan. Pankreas merupakan pabrik untuk hormon dan enzim yang sangat penting bagi manusia. Dalam hubungannya dengan sistem pencernaan, pankreas akan menghasilkan enzim tripsinogen, kimotripsinogen, prokarboksipeptidase, lipase, dan amilase. Enzim-enzim tersebut akan dikeluarkan dari pankreas ketika usus halus kemasukan khime (bubur makanan) yang berasal dari lambung.

Ketika khime memasuki usus, dinding usus akan melepaskan hormon kolesitokinin yang akan diedarkan ke peredaran darah. Ketika mencapai pankreas, kolesitokinin akan memicu pelepasan enzim-enzim tersebut di atas. Enzim-enzim tersebut akan disalurkan menuju usus halus untuk mencerna makanan secara kimiawi.

Tripsinogen, kimotipsinogen, dan prokarboksipeptidase merupakan enzim dalam bentuk yang belum aktif. Ketika dikeluarkan menuju usus halus enzim-enzim tersebut akan diaktifkan oleh enzim enterokinase yang dihasilkan oleh dinding usus halus. Bentuk aktif tripsinogen adalah tripsin, bentuk aktif kimotripsinogen adalah kimotripsin, dan bentuk aktif prokarboksipeptidase adalah karboksipeptidase. Fungsi enzim-ensim tersebut adalah sebagai berikut.
  • Tripsin dan kimotripsin akan memecah protein menjadi proteosa dan pepton (potongan-potongan protein).
  • Karboksipeptidase akan memecah protein menjadi proteosa, pepton, dan juga asam amino tunggal.


Kantong Empedu


Kantong empedu merupakan gudang kecil tempat menyimpan empedu yang terletak tepat di bawah hati. Empedu dihasilkan dari perombakan sel darah merah yang telah tua dan mati, dicampur dengan zat-zat yang lain. Hemoglobin dalam sel darah merah akan dirombak oleh hati menjadi pigmen empedu yang kemudian disimpan dalam kantong empedu. Ketika khime memasuki usus halus, dinding usus akan melepaskan hormon sekretin menuju peredaran darah yang memicu pelepasan cairan empedu menuju usus halus.

Garam empedu empedu memiliki peran penting dalam pencernaan lemak di usus. Lemak merupakan molekul yang tidak larut dalam air, padahal pelarut di dalam tubuh manusia adalah air. Garam empedu berperan seperti detergen yang akan membantu mengemulsikan lemak sehingga mudah dicerna oleh enzim lipase.

Bayangkanlah seperti mencampurkan minyak dan air dalam gelas, air dan minyak akan terpisah dan tidak bisa bercampur. Namun apabila dalam gelas tersebut ditambahkan sabun atau detergen dan dikocok, minyak tersebut akan dapat teremulsi dengan air. Demikianlah yang terjadi di usus halus, ketika garam empedu membantu mengemulsikan lemak agar lebih mudah dicerna. Sisa-sisa empedu dalam sistem pencernaan akan keluar bersama feses. Empedu inilah yang menyebabkan feses manusia berwarna kekuningan.

Hati


Hati terletak di rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Hati memiliki berat 1,5 kg, sekitar 2,5% dari berat orang dewasa normal. Sari-sari makanan yang diserap di usus tidak langsung diedarkan ke seluruh tubuh, namun harus dibawa menuju hati terlebih dahulu untuk mengalami proses sebagai berikut.
  • Detoksifikasi racun-racun yang berbahaya bagi tubuh, seperti obat-obatan yang kadarnya berlebihan.
  • Penyimpanan vitamin-vitamin larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, K.
  • Penyesuaian kadar gula sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Gula yang berlebihan akan disimpan dalam bentuk glikogen di dalam hati.
  • Pembentukan protein, karbohidrat, dan lemak. Ketiga zat tersebut dapat dibentuk di hati ketika tubuh mengalami kekurangan atau defisiensi.

Hati juga menjadi tempat produksi protein plasma darah seperti albumin, protrombin, fibrinogen, dan heparin. Selain itu hati menjadi tempat pembentukan pigmen empedu yang berasal dari perombakan hemoglobin sel darah merah. Pigmen empedu berasal dari perombakan bagian heme dari hemoglobin, sedangkan atom Fe yang terdapat pada heme tersebut, akan digunakan untuk membentuk hemoglobin baru.

0 komentar

Post a Comment