Sunday, January 10, 2016

Metode Pembuatan Preparat Apus Darah

Advertisement

Darah tersusun atas plama darah dan sel-sel darah. Terdapat 2 macam sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit). Sel darah merah merupakan penyusun utama darah sehingga membuat penampakan darah berwarna merah. Sel darah merah berfungsi dalam pengangkutan oksigen dan karbondioksida sedangkan sel darah putih berfungsi dalam pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit.

Preparat apus darah digunakan untuk memudahkan pengamatan morfologi darah di bawah mikroskop. Sel-sel darah (eritrosit dan leukosit) memiliki ciri yang berbeda-beda sesuai dengan jenisnya. Eritrosit hanya memiliki 1 bentuk, namun leukosit terbagi menjadi 5 jenis yang berbeda yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit dan monosit. Ke-lima jenis leukosit tersebut dapat dibedakan dari bentuk inti selnya serta ciri yang terdapat pada plasma sel.

pengamatan apus darah
Sel transparan merupakan eritrosit, sel yang berinti sel merupakan lukosit dari jenis neutrofil
Hasil pengamatan preparat apus darah dengan mikroskop

Untuk dapat mengamati jenis-jenis darah secara langsung, kita harus membuat lapisan tipis (film) darah pada gelas benda agar dapat diamati di bawah mikroskop. Semakin tipis lapisan darah yang dibuat, akan semakin baik dalam pengamatan. Apabila lapisan darah yang dibuat terlalu tebal, cahaya akan sulit menembus sehingga tidak bisa nampak jelas di bawah mikroskop. Pembuatan lapisan tipis darah untuk pengamatan biasanya dilakukan dengan membuat preparat apus darah.

Apus darah yang dibuat akan diwarnai dengan zat warna giemsa. Zat warna tersebut berfungsi untuk mewarnai inti sel darah. Eritrosit yang tidak memiliki inti sel tidak akan terwarnai, sedangkan inti sel yang dimiliki leukosit akan terwarnai. Inti sel yang berwarna akan mempermudah pengamatan dan pengenalan jenis dari leukosit tersebut. Pada preparat yang telah jadi, eritrosit akan nampak transparan dan keputih-putihan, sedangkan leukosit akan memiliki inti sel yang berwarna. Eritrosit memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan leukosit.

Metode pembuatan preparat apus darah adalah sebagai berikut.

 Alat dan Bahan
  • Jarum franke
  • 2 Gelas benda
  • Mikroskop 
  • Darah
  • Alkohol 70%
  • Metil alkohol
  • Giemsa 3%

Langkah Kerja
Tahapan pembuatan film darah tipis
  1. Menyiapkan ujung jari yang akan di ambil darahnya
  2. Menyeterilkan ujung jari dan jarum franke dengan alkohol 70 %
  3. Menusuk ujung jari dengan jarum tersebut, mengeluarkan darah
  4. Mengusap tetesan pertama dengan kapas beralkohol dan meneteskan tetesan berikutnya pada salah satu sisi gelas benda A (posisi tetesan 2 cm dari tepi kanan gelas benda A)
  5. Mengambil gelas benda B yang sisi pendeknya rata dan menegakkan di sebelah kiri tetesan darah dengan kemiringan gelas benda B sebesar 45o
  6. Dengan cepat menarik ke arah tetesan darah (ke kanan) sehingga terjadi kapilaritas dan tetesan darah merata di ujung sisi pendek gelas benda B
  7. Menarik gelas benda B ke arah kiri/ujung kiri gelas benda A dengan kuat dan kecepatan yang konstan, sehingga terbentuk film darah yang baik (tipis dan rata)
  8. Mengering anginkan film darah pada rak pewarnaan datar yang bersih

Tahapan pewarnaan dengan metode romanowski
  1. Memastikan bahwa tahap persiapan sudah sempurna (film darah benar-benar telah kering)
  2. Memfiksasi semua permukaan film darah dengan cara meneteskan fiksatif (metil alkohol), selama 5 menit
  3. Mengering anginkan sampai kering
  4. Mewarnai semua permukaan film darah dengan meneteskan zat warna giemsa 3% selama 30-40 menit
  5. Mencuci dengan tetesan akuadest dingin (Akuades akan melarutkan pewarna giemsa yang digunakan, namun giemsa yang telah menempel pada inti sel tidak akan larut. Hal ini yang menyebabkan inti sel akan terwarnai sedangkan bagian lainnya tidak terwarnai)
  6. Meletakkan label sesuai identitas preparat yang bersangkutan pada ujung kanan gelas benda A dengan posisi memanjang
  7. Mengamati hasil di bawah mikroskop

Pengamatan jenis-jenis darah dengan mikroskop sebaiknya dilakukan dengan perbesaran tinggi agar dapat membedakan jenis-jenis sel darah dengan baik. Namun sebaiknya pengamatan dilakukan dari perbesarakn rendah terlebih dahulu, kemudian berlanjut ke perbesaran sedang, dan menuju perbesaran tinggi.

0 komentar

Post a Comment