Monday, January 11, 2016

Mengapa Kantong Semar Gemar Memakan Serangga?

Advertisement

Kantong semar (Nephentes sp.) merupakan tumbuhan unik yang diketahui akan mencerna serangga dan hewan kecil lainnya yang terjebak dalam kantongnya. Tumbuhan ini disebut kantong semar karena di ujung daunnya memiliki struktur kantong yang membulat dan memanjang mirip dengan bentuk tubuh semar (tokoh pewayangan Jawa). Tumbuhan ini melakukan fotosintesis seperti tumbuhan normal, namun juga akan mencerna serangga yang terjebak dalam kantongnya, mengapa kantong semar melakukan hal tersebut?

Terdapat banyak jenis kantong semar yang tersebar di wilayah tropis termasuk Indonesia. Dengan salah satu jenis yang memiliki kantong terbesar adalah Nephentes rajah yang pertama kali ditemukan di Gunung Kinabalu Kalimantan. Salah satu daerah di Indonesia yang masih banyak ditemukan kantong semar adalah hutan-hutan di Gunung Prau Jawa Tengah.

nephentes
Kantong semar dalam pot sebagai tanaman hias

Semua jenis kantong semar memiliki kantong di ujung daunnya, kantong tersebut digunakan sebagai perangkap serangga dan hewan kecil. Dalam kantong tersebut terdapat cairan yang dihasilkan oleh tumbuhan tersebut untuk mencerna hewan yang terjebak. Dalam cairan tersebut terdapat berbagai macam enzim yang akan mencerna dan menghancurkan jaringan hewan. Di atas kantong, terdapat semacam penutup yang berfungsi menghalangi air hujan masuk ke dalam kantong. Air hujan yang masuk dapat mengencerkan cairan dalam kantong dan mengganggu proses pencernaan yang sedang berlangsung.

Kantong semar akan mencerna dan menghancurkan jaringan hewan dan menyerap nutrisi yang terkandung dalam hewan tersebut. Tumbuhan ini “memakan” hewan disebabkan karena tempat hidupnya yang kekurangan/ defisiensi mineral tertentu. Kantong semar umumnya tumbuh di tanah yang tidak terlalu subur. Seperti lokasi ditemukannya Nephentes rajah misalnya, merupakan daerah yang tanahnya berasal dari pelapukan batuan magma. Tempat tersebut sangat miskin dengan kalsium (Ca), potassium (Na), dan fosfor (F); mineral-mineral yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah cukup banyak.

Seperti diketahui, tumbuhan menyerap air dan mineral dari dalam tanah untuk melakukan berbagai proses metabolisme penting dalam tubuhnya. Kekurangan salah satu jenis mineral saja dapat menjadikan pertumbuhan menjadi terhambat dan dapat berakibat kematian. Misalnya mineral fosfor, merupakan komponen pembentuk asam nukleat dan membran sel dalam tubuh makhluk hidup termasuk tumbuhan. Kekurangan fosfor menjadikan pembentukan sel-sel baru menjadi terhambat, akibatnya tumbuhan menjadi kerdil dan tidak dapat tumbuh normal.

nephentes rajah
Nephentes rajah, salah satu kantong semar terbesar

Kantong semar, memperoleh sebagian mineral yang dibutuhkannya dari serangga yang terjerat dalam kantongnya. Proses pencernaan oleh kantong semar mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama hingga menyisakan bagian-bagian yang keras dan sulit tercerna seperti eksoskeleton serangga. Jenis kantong semar besar seperti Nephentes rajah bahkan mampu mencerna hewan yang cukup besar. Ada laporan yang menunjukkan bahwa Nepehentes rajah pernah diketahui mencerna tikus hutan yang terjebak dalam kantognya. Bagaimana hewan-hewan tersebut terjebak dalam kantong berair tersebut?

Semua itu disebabkan oleh permukaan yang licin pada bagian atas kantong. Cairan tersebut akan membuat serangga dan hewan yang melewatinya terpeleset dan terjatuh pada air dalam kantong.
Hewan yang telah terjatuh tidak akan dapat naik karena pengaruh air dan permukaan dinding dalam kantong yang licin. Semut, lalat, dan hewan lain yang biasanya mampu mencengkeram permukaan dinding dengan baik-pun akan terpeleset saat berjalan di dinding dalam kantong semar. Hewan-hewan ini akan tertarik mendatangi kantong semar karena cairan khusus yang dihasilkannya mampu menarik perhatian mangsanya.

Suatu ciptaan luar biasa yang menyebabkan tumbuhan kantong semar dapat bertahan hidup pada lingkungan yang miskin hara. Tanpa kemampuan mencerna serangga, kantong semar akan kekurangan mineral yang berbahaya bagi kelangsungan hidupnya.

0 komentar

Post a Comment