Monday, November 2, 2015

Torpor, Hibernasi, dan Estivasi

Advertisement

Suhu tubuh memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan hewan. Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kematian, demikian juga suhu yang terlalu rendah juga sangat berbahaya. Beberapa hewan mampu beradaptasi dengan suhu tinggi, seperti unta dan hewan gurun lain. Sedangkan beruang kutup dan pinguin justru beradaptasi dengan suhu kutup yang sangat dingin. Saat kondisi lingkungan tidak menguntugkan, beberapa hewan mampu menurunkan laju metabolismenya, suatu keadaan yang disebut torpor.

Torpor adalah kemampuan beberapa hewan untuk menurunkan suhu tubuh, menurunkan tingkat metabolisme, dan menurunkan detak jantung. Hewan mengalami torpor saat kondisi lingkungan tidak menguntungkan dan ketersediaan makanan menipis. Hewan melakukan hal itu agar dapat bertahan hidup dengan sumber daya yang sangat minim.

Dalam keadaan torpor, umumnya hewan tidak makan dan minum selama beberapa hari, minggu, bahkan bulan tergantung dari spesies, keadaan tubuh, dan kondisi lingkungan. Mereka akan berdiam diri di suatu tempat, tertidur, atau inaktif. Hewan-hewan ganas apabila salam keadaan torpor akan nampak lebih tenang dan tidak agresif. Secara umum torpor dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu hibernasi dan estivasi.

tikus hutan estivasi
Tikus hutan dalam estivasi

Hibernasi

Hibernasi merupakan keadaan dimana hewan tidak aktif pada suhu yang sangat dingin. Beruang kutup adalah contoh hewan yang melakukan hibernasi ketika suhu sangat dingin. Ketika musim dingin, suhu di kutup sangat ekstrim dan ketersediaan makanan sangat terbatas. Beruang akan menurunkan laju metabolismenya hingga tingkat yang sangat rendah untuk dapat bertahan hidup tanpa makanan selama 6 hingga 8 bulan. Dalam keadaan ini, beruang akan tidur dalam gua yang bersuhu lebih hangat.

Beruang betina biasanya berhibernasi sambil mengandung anaknya, dan melahirkan dalam masa-masa hibernasi tersebut. Beruang menggunakan cadangan lemaknya sebagai sumber nutrisi bagi embrio dan anak-anaknya yang baru lahir. Dalam keadaan ini laju metabolisme beruang daat turun hingga 75% dari laju normalnya. Setelah selesai hibernasi beruang dapat kehilangan berat tubuhnya hingga 27% dari berat awal. Ketika suhu lingkungan mulai meningkat, beruang akan menghentikan hibernasinya dan keluar dari gua untuk mulai mencari makan.

Selain beruang, hewan lain yang melakukan hibernasi adalah beberapa jenis kelelawar, lemur, dan tupai tanah. Umumnya hibernasi hanya terjadi di wilayah dengan iklim sub tropis atau iklim kutup.

Estivasi

Estivasi merupakan keadaan dimana hewan tidak aktif ketika suhu lingkungan sangat panas. Suhu panas yang menyengat biasanya terjadi pada musim kemarau. Panas yang berkepanjangan akan membuat sumber air mengering dan tumbuhan mati. Dalam keadaan ini beberapa hewan memilih untuk menurunkan laju metabolismenya agar dapat hidup tanpa makanan dan air. Hewan tersebut akan berdiam diri di lubang, gua, atau tempat teduh sambil menunggu datangnya musim hujan.

Jenis siput darat dari genus Helix dan Cernuella akan mengalami estivasi saat musim panas. Saat suhu lingkungan meningkat dan ketersediaan air menurun, siput-siput tersebut akan mencari tempat yang teduh dan memulai tidur musim panasnya. Mereka akan mensekresikan lendir yang disebut epiphragm, yang akan melindungi tubuhnya dari panas dan penguapan yang berlebihan.

Hewan lain yang melakukan estivasi adalah ikan paru-paru, beberapa jenis kepiting, buaya, katak, dan lemur cebol. Estivasi umumnya terjadi pada wilayah dengan iklim sub tropis atau wilayah dengan musim panas yang menyengat dan sangat sedikit tersedia air.

Persiapan torpor

Hewan tidak begitu saja memasuki keadaan torpor tanpa persiapan. Mereka akan menyimpan banyak lemak di salam tubuhnya saat makanan melimpah. Lemak tersebut akan menjadi cadangan makanan hewan selama kondisi torpor. Tupai tanah misalnya, akan rakus makan hingga berat tubuhnya mencapai dua kali berat normal menjelang torpor. Mamalia besar seperti beruang akan menjadi hiperfagi (makan berlebihan) sebelum tidur musim dinginnya yang panjang dimulai. 

2 komentar:

  1. masyaallah... infonya sangat beermanfaat gan..
    saat estivasi biasanya berapa lama hewan itu akan bertahan? seperti tahun ini hujan berakhir dengan cepat dan datang nya pun terlambat.
    mohon jelaskan gan. terimakasih.

    Mp3 Nuantara Dangdut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Estivasi dapat terjadi dalam beberapa hari, minggu, atau bulan tergantung spesies, kondisi tubuh, dan keadaan lingkungan. Sebagai contoh adalah lemur cebol dari madagaskar yang dapat menjalani estivasi selama 7 bulan.

      Ikut senang kalau agan dapat memperoleh manfaat dari artikel ini :)

      Delete