Wednesday, October 7, 2015

Proses Pembentukan Urin

Advertisement

Dalam artikel berikut akan saya jelaskan tentang bagaimana proses pembentukan urin pada ginjal. Darah akan disaring di glomerulus untuk menghasilkan filtrat (hasil saringan) yang akan mengalami serangkaian proses di tubulus ginjal untuk menghasilkan urin yang siap dibuang. Sebelum itu, akan lebih baik apabila pembaca sudah memahami tentang tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, duktus kolektivus, dan nefron. Apabila pembaca belum memahami istilah-istilah tersebut silahkan baca artikel Struktur Ginjal Manusia.

Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di glomerulus. Penyaringan ini dipengaruhi oleh tekanan yang terdapat pada pembuluh darah sehingga membuat air dan molekul-molekul kecil lainnya keluar dari glomerulus masuk menuju lumen kapsula bowman. Filtrat kemudian akan mengalir menuju tubulus untuk menjalani sekresi dan reabsorbsi. Sekresi adalah peristiwa tubulus menambahkan zat-zat tertentu pada filtrat, sedangkan reabsorbsi adalah peristiwa penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh.

Tubulus kontortus proksimal

Di dalam tubulus proksimal terjadi sekresi H+ untuk menjaga pH filtrat, sel-sel tubulus proksimal juga akan mensekresikan NH3 (amonia) untuk menjaga agar filtrat tidak menjadi terlalu asam. Dalam tubulus proksimal juga terjadi proses reabsorbsi (penyerapan kembali) HCO3- (asam karbonat), NaCl (garam), H2O (air), K+, dan nutrisi penting seperti glukosa serta asam amino. Zat-zat yang diserap kembali tadi, akan disalurkan menuju kapiler darah untuk digunakan kembali dalam proses metabolisme tubuh. Dari tubulus proksimal, filtrat akan mengalir menuju saluran menurun lengkung henle.


Saluran menurun lengkung henle

Saluran menurun lengkung henle merupakan tempat penting bagi penyerapan kembali air. Selama filtrat berjalan menuruni lengkung henle, air pada filtrat tersebut akan berkurang karena peristiwa osmosis. Air akan masuk sel-sel lengkung henle sehingga filtrat semakin pekat dan konsentrasi NaCl menjadi semakin tinggi.

Saluran menaik lengkung henle

Filtrat kemudian menuju saluran naik lengkung henle yang menjadi tempat penyerapan kembali NaCl, yang akan dikembalikan ke peredaran darah untuk digunakan kembali oleh tubuh. Selama bergerak naik, filtrat akan kehilangan garam yang dikandungnya sehingga berubah menjadi semakin encer.

Tubulus kontortus distal

Filtrat dari lengkung henle akan menuju tubulus distal untuk diatur keasamannya dengan sekresi H+. Ion K+ juga akan ditambahkan untuk menjaga keseimbangan ion pada filtrat. Dalam saluran ini akan terjadi penyerapan kembali NaCl, air, dan HCO3-.

Duktus kolektivus

Setelah melewati serangkaian proses sekresi dan reabsorbi di tubulus distal, filtrat akan masuk menuju duktus kolektivus. Duktus tersebut akan mengumpulkan filtrat dari beberapa nerfon yang ada di dekatnya sehingga disebut juga dengan istilah duktus pengumpul. Dalam duktus kolektivus akan terjadi reabsorbsi NaCl, air, dan urea. Urea merupakan komponen utama dalam urin yang berasal dari hasil metabolisme asam amino. Urea yang banyak terdapat pada filtrat akan sedikit dikurangi jumlahnya melalui penyerapan kembali pada duktus kolektivus tersebut. Setelah keluar dari duktus kolektivus, barulah urin yang sesungguhnya terbentuk.  

Sekitar 99% air akan diserap dari filtrat ginjal hingga terbentuk urin. Urin dari duktus kolektivus akan dialirkan menuju pelvis renalis, yang kemudian mengalir menuju ureter. Ureter akan mengalirkan urin menuju kandung kemih, untuk dikumpulkan hingga siap dibuang. Dari kandung kemih, urin akan mengalir melalui uretra untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.

Urin yang baik adalah urin yang tidak terlalu pekat (tidak terlalu kuning) yang disebabkan seseorang banyak minum air putih. Warna kekuningan pada urin diakibatkan oleh pigmen empedu yang dihasilkan dari pemecahan hemoglobin darah yang telah tua dan rusak. Setelah keluar dari tubuh, urin akan berubah menjadi lebih kuning karena pengaruh oksidasi pigmen empedu yang bereaksi dengan oksigen bebas.

0 komentar

Post a Comment