Friday, October 9, 2015

Jaringan Darah dan Sel-Sel Penyusunnya

Advertisement

Darah merupakan jaringan ikat longgar yang tersusun atas sel-sel darah yang terdapat dalam matriks plasma darah (cairan yang menjadi medium bagi sel darah). Darah memainkan peran penting dalam mengantarkan oksigen dan sari makanan ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan. Sumsum merah tulang membentuk sel-sel darah baru secara berkelanjutan karena sel-sel darah lama akan dihancurkan ketika telah tua.

Plasma darah

Plasma darah memiliki warna kekuningan, Penyusunnya 90% adalah air dan 10% adalah protein, nutrisi dan ion-ion. Plasma darah dapat dipisahkan dengan sel-sel darah melalui proses sentrifugasi. Darah dimasukkan salam tabung kemudian dirotasikan dengan kecepatan tinggi agar sel-selnya mengendap dan terpisah dari plasmanya. Plasma darah akan terletak di atas, sedangkan sel-sel darah akan mengendap di bawah.

Protein plasma darah penting untuk mempertahankan pH darah yang berkisar pada angka 7,4. Protein fibrinogen dalam plasma berguna untuk membekukan darah saat terjadi luka. Sedangkan ion-ion berguna untuk menjaga keseimbangan ion dalam plasma darah. Komposisi molekul-molekul dalam plasma hampir sama dengan cairan interstitial, yaitu cairan yang berada di antara ruang antar sel. Plasma darah merupakan media bagi sari makanan untuk diantarkan ke seluruh tubuh sebagai sumber energi. Sampah dan sisa metabolisme juga akan dilarutkan pada plasma agar dapat disaring oleh ginjal dan dibuang dalam bentuk urin.

Penyusun plasma darah adalah air, ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida, bikarbonat, protein albumin, fibrinogen, antibodi, glukosa, asam lemak, vitamin, sampah metabolisme, gas respirasi, dan hormon.

Sel-sel darah

Manusia memiliki 3 macam sel darah, yaitu eritrosit (del darah merah), leukosit (del darah putih), dan trombosit (keping darah). Sel darah dibentuk disumsum merah tulang terutama di tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belakang. Eritrosit akan mengikat oksigen untuk diedarkan, leukosit berperan dalam pertahanan tubuh, dan trombosit berperan dalam pembekuan darah.

Ketiga jenis sel darah tersebut berasal dari sel induk pliripoten yang terdapat pada sumsum. Sel pluripoten merupakan sel yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel yang berbeda. Sel induk akan berkembang menjadi sel limfoid yang kemudian berkembang menjadi limfsit T dan limfosit B. Sel induk juga akan berkembang menjadi sel mieloid, yang akan berkembang lebih lanjut menjadi eritrosit, monosit, eosinofil, basofil, neutrofil, dan trombosit.

Limfosit, monosit, eosinofil, basofil, dan neutrofil merupakan 5 jenis sel darah putih dalam darah manusia.
sel-sel darah
Sel-sel darah
Eritrosit

Eritrosit atau sel darah merah berperan untuk mengikat oksigen yang akan dirdarkan menuju jaringan tubuh yang membutuhkan. Eritrosit merupakan jenis sel darah yang paling banyak. Dalam 1 mm kubik darah terdapat sekitar 5 juta eritrosit. Orang yang hidup di pegunungan biasanya memiliki jumlah eritrosit lebih banyak karena kadar oksigen di dataran tinggi lebih sedikit.

Eritrosit memiliki bentuk bikonkaf (pipih dan cekung di kedua sisinya) dan tidak memiliki inti sel. Bentuk bikonkaf ini memungkinkan eritrosit dapat menempati ruang dengan lebih efektif. Selain itu, bentuk bikonkaf menjadikan permukaan sel lebih luas untuk mengikat oksigen. Dalam eritrosit terdapat hemoglobin yang bertugas mengikat oksigen. Dalam sebuah eritrosit terdapat sekitar 250 juta hemoglobin, dan sebuah hemoglobin mampu mengikat 4 oksigen.

Pembentukan eritrosit dipengaruhi oleh kadar hormon eritropoietin yang dihasilkan ginjal. Eritropoietin sendiri dihasilkan ketika tubuh kekurangan oksigen. Apabila kadar eritropoietin tinggi, sumsum akan terpicu untuk membentuk eritrosit baru.

Leukosit

Leukosit atau sel darah putih berperan dalam pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit. Terdapat 5 jenis leukosit dalam tubuh manusia, yaitu limfosit, monosit, eosinofil, neutrofil, dan basofil. Dalam 1 mm kubik darah, terdapat sekitar 5000 - 10.000 leukosit. Untuk melawan bibit penyakit yang ada di luar pembuluh darah, leukosit dibekali kemampuan untuk keluar dari pembuluh dan berpatroli di cairan interstitial.

Monosit dan neutrofil merupakan fagosit yang akan menelan bakteri dan serpihan sel-sel mati. Sel limfosit berperan dalam respon kekebalan dan menghasilkan antibodi. Eosinofil akan menyerang parasit yang berukuran besar, dan basofil berperan dalam respon peradangan.

Jumlah leukosit akan meningkat saat tubuh berperang melawan infeksi. Apabila infeksi telah teratasi, jumlah leukosit dalam darah akan normal kembali. Namun, jumlah leukosit yang terlalu banyak dapat berbahaya dan menimbulkan kelainan yang disebut leukimia atau kanker darah.

Trombosit

Trombosit atau keping darah berperan dalam pembekuan darah saat terjadi luka. Dalam 1 mm kubik darah, terdapat sekitar 250.000 - 400.000 trombosit. Keping darah adalah fragmen-fragmen (pecahan) sel yang tidak memiliki mikleus. Trombosit bermula dari sel besar yang terpecah-pecah di dalam sumsum tulang.

0 komentar

Post a Comment