Tuesday, June 9, 2015

Mengatasi Serangan Ulat Lapar

Advertisement

Ulat merupakan hama tanaman yang kerap menjadi musuh petani di berbagai belahan dunia. Bagaimana tidak dimusuhi, berbagai macam jenis ulat kerap kali menggerogoti daun, buah, bunga, dan batang tanaman pertanian. Untuk mengatasi serangan ini petani biasanya menggunakan pestisida untuk mematikan ulat, namun cara ini akan mengganggu keseimbangan ekosistem dan berdampak negatif bagi kesehatan. Oleh karena itu banyak cara yang dilakukan ilmuwan untuk mengatasi serangan ulat secara alami tanpa menggunakan zat kimia.

Jagung (Zea mays) merupakan tanaman nomor 3 paling banyak yang ditanam manusia di seluruh dunia. Jagung menjadi salah satu sumber karbohidrat penting dan menjadi makanan utama di beberapa negara Amerika Tengah dan Afrika. Tak berbeda dengan tananaman pertanian yang lain, jagung juga kerap kali mendapat serangan ulat yang akan menggerogoti daun dan buah mudanya.

Menurut Colorado State University, jenis-jenis ulat yang sering menyerang jagung antara lain:

  • Heliothis zea
  • Loxagrotis albicosta
  • Estigmene acrea
  • Psuedaletia unipuncta
  • Melanchra pincta
  • Scotogramma trifolii
  • Spodoptera exigua
  • Colias eurytheme

Paul Williams dan rekan-rekannya Mississippi State University sedang mengembangkan jenis jagung yang tahan terhadap serangan ulat-ulat diatas. Tanaman jagung baru ini nantinya mampu menghasilkan protein yang mampu merusak saluran pencernaan ulat. Sehingga tanaman jagung tidak memerlukan pestisida untuk mengatasi serangan ulat.

Heliothis zea-jagung
Heliothis zea, jenis ulat yang banyak menyerang jagung.

Semua itu diawali dengan ditemukannya jagung tahan ulat dari Antigua, suatu daerah di kepulauan Karibia. Jagung ini hanya sedikit sekali mendapat serangan ulat, karena mampu menghasilkan protein enzim yang dinamakan Mir1-CP.

Enzim Mir1-CP ini akan masuk tubuh ulat bersama dengan bagian tanaman jagung yang termakan. Dalam pencernaan ulat, enzim ini akan melubangi saluran pencernaan ulat (berupa pori kecil) yang membuat kemampuan menyerap nutrisi berkurang. Akibatnya adalah pertumbuhan ulat tersebut terganggu dan terus berukuran kecil. Selain itu, munculnya pori-pori di saluran pencernaan akan memudahkan bakteri yang terdapat pada makanan untuk menginfeksi tubuh ulat, akibatnya ulat tersebut mati.

Berbagai ekspriman melalui kawin silang terus dilakukan untuk mengembangkan jagung yang tahan ulat dan juga mampu menghasilkan panen yang melimpah. Tanaman jagung yang tahan ulat akan menjadikan penggunaan pestisida menjadi berkurang dan berdampak baik bagi lingkungan serta lebih aman untuk dikonsumsi manusia.

0 komentar

Post a Comment