Sunday, May 10, 2015

Jenis-Jenis Ekosistem

Advertisement

Ekosistem adalah interaksi antara komponen biotik dan abiotik pada suatu tempat dan waktu tertentu. Terdapat bermacam-macam tipe ekosistem ditinjau dari jenis komponen biotik abiotik penyusunnya. Secara garis besar ekosistem dapat dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem air.

Ekosistem darat

Ekosistem darat adalah interaksi komponen biotik dan abiotik yang terjadi di daratan. Berdasarkan iklim dan vegetasi dominan penyusunnya, ekosistem darat dapat dibedakan menjadi beberapa bioma.

Macam bioma ekosistem darat
Macam bioma ekosistem darat

Bioma tundra
Bioma tundra disebut juga hutan lumut. Bioma ini terletak di belahan bumi utara, yaitu kutub utara dan sekitarnya. Curah hujan di daerah ini sangat rendah, air tanah membeku di musim dingin sehingga menyebabkan hutan tidak dapat berkembang di daerah ini. Vegetasi yang tumbuh adalah lumut dan lichenes (lumut kerak). Hewan-hewan yang ditemukan di bioma ini adalah beruang kutub dan rusa kutub.

Bioma taiga
Bioma taiga disebut juga hutan conifer atau pinus. Bioma ini terletak di daerah beriklim subtropis dengan curah hujan sedang. Bioma taiga dapat ditemukan di amerka utara, eropa barat dan selatan, serta asia timur. Bioma ini bersifat lembab dan tanahnya asam. Tumbuhan yang hidup di bioma taiga adalah jenis-jenis pinus dengan hewan penghuninya adalah jenis-jenis rusa, tupai, dan beruang hitam.

Bioma hutan hujan tropis
Bioma ini terletak di daerah khatulistiwa meliputi Asia Tenggara, Amerika Tengah dan Selatan, Afrika dan Australia. Bioma ini memiliki curah hujan yang tinggi dan memiliki suhu rata-rata 25o C. Bioma hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman tumbuhan dan hewan yang paling beragam dari semua jenis bioma. Tumbuhan khas yang ada di bioma tersebut adalah jenis-jenis liana (tumbuhan merambat) seperti rotan dan tumbuhan epifit (menempel) seperti anggrek. Hewan penghuni bioma ini antara lain harimau, babi hutan, dan rusa.

Persebaran bioma di dunia
Persebaran bioma di dunia

Bioma savana
Bioma savana atau padang rumput terletak di wilayah tropis hingga subtropis. Daerahnya kering dengan curah hujan yang rendah, hutan tidak dapat berkembang namun rumput-rumputan dapat tumbuh dengan baik. Bioma ini dapat ditemukan di Afrika, Australia, dan beberapa daerah di Indonesia. Vegetasi utama di bioma ini adalah rumput dan hewan-hewan penghuninya adalah rusa, jerapah, zebra, dan singa.

Bioma gurun
Bioma gurun terdapat di Asia, Australia, Afrika, dan Amerika. Di bioma ini curah hujannya sangat minim dan bersuhu sangat panas di siang hari dan dingin di malam hari. Rumput dan tumbuhan lain sulit untuk berkembang di bioma gurun. Vegetasi utama di gurun adalah jenis-jenis kaktus dan hewan penghuninya adalah unta dan ular.

Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur terletak di daerah beriklim subtropis, dapat ditemukan di Amerika Timur, Eropa Tengah, dan Asia Timur. Curah hujan di bioma ini sedang dengan kelembaban rendah. Disebut hutan gugur karena pohon-pohon di hutan tersebut akan menggugurkan daunnya ketika musim gugur tiba. Vegetasi hutan gugur cukup beragam seperti maple dan cherry, sedangkan hewannya adalah beruang, tikus, dan tupai.

Ekosistem air

Ekosistem air dibedakan menjadi ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. pembagian ini didasarkan oleh kondisi fisik dan kimiawi daerah tersebut. Ekosistem air tawar memiliki kandungan garam kurang dari 1%, sedangkan ekosistem laut umumnya memiliki kandungan garam 3%.

Ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua kelompok yaitu lentik dan lotik. Lentik adalah ekosistem air yang tidak mengalir seperti danau, sedangkan lotik adalah ekosistem air yang mengalir seperti sungai.

Danau adalah ekosistem yang stabil dengan daerah yang tembus cahaya disebut daerah fotik dan daerah yang tidak tembus cahaya disebut daerah afotik.

Zona ekosistem danau

Danau yang dalam umumnya memiliki 3 zona, yaitu litoral, limnetik, dan profundal. Zona litoral merupakan zona di tepi danau yang dapat ditembus cahaya dengan maksimal. Zona limnetik adalah daerah yang agak jauh dari tepi namun juga masih dapat ditembus cahaya matahari. Sedangkan zona profundal merupakan daerah yang tidak dapat ditembus cahaya matahari.

Ekosistem air laut

Ekosistem laut adalah ekosistem yang paling luas di muka bumi. Laut menutupi 75% dari luas permukaan bumi sehingga sangat mempengaruhi iklim di bumi. Penguapan air laut merupakan sumber utama untuk terjadinya hujan di berbagai tempat. Ekosistem laut dapat dibedakan sebagai berikut.

Ekosistem laut dalam
Ekosistem ini terlatak di daerah laut yang tidak terkena cahaya matahari. Karena tidak tertembus cahaya, tidak ditemukan organisme fotoautotrof (membuat makanan dengan bantuan cahaya). Hewan-hewan yang hidup di ekosistem ini adalah hewan-hewan karnivora seperti cumi-cumi, gurita, dan hiu kepala martil.

Zona ekosistem laut
Zona ekosistem laut

Ekosistem laut dangkal
Ekosistem ini terletak di daerah laut yang terkena cahaya matahari sehingga terdapat banyak organisme fotoautotrof. Terdapat berbagai macam alga dan rumput laut di daerah tersebut, dengan hewan-hewannya adalah ikan-ikan herbivora, lumba-lumba, dan paus. Ekosistem laut dangkal dapat dibagi lagi menjadi :
  • Ekosistem terumbu karang, terdapat bernakaragam terumbu karang dan ikan-ikan berwarna menarik
  • Ekosistem pantai batu, merupakan ekosistem yang dipenuhi bebatuan besar dan ditumbuhi alga seperti Ulva dan Sargassum.
  • Ekosistem pantai lumpur, merupakan ekosistem yang menjorok dari muara hingga tepian laut. vegetasi utama di pantai lumpur adalah jenis-jenis mangrove seperti Avicennia dan Sonneratia.

0 komentar

Post a Comment