Thursday, April 9, 2015

Pembelahan Meiosis Sel Hewan

Advertisement

Untuk berkembang biak, hewan perlu membentuk sel-sel gamet melalui proses meiosis. Sel gamet atau sel kelamin adalah sel-sel pembawa sifat untuk hewan jantan dan betina. Sel gamet jantan berupa sperma sedangkan sel gamet betina berupa ovum.

Pembelahan meiosis menghasilkan 4 sel anak melalui 2 kali proses pembelahan, dengan jumlah kromosom sel anak separuh dari kromosom sel induk.

Apabila sel induk memiliki 46 kromosom, maka sel anak yang terbentuk masing-masing hanya memiliki 23 kromosom saja. Pembelahan meiosis hanya terjadi pada saat pembentukan gamet, sedangkan pembelahan selain pembentukan sel gamet akan terjadi secara mitosis. Baca juga Pembelahan Mitosis Sel Hewan.

Meiosis terjadi dalam 2 kali proses pembelahan dengan masing-masing pembelahan terdapat 4 fase yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Pembelahan pertama disebut meiosis 1 dan pembelahan berikutnya disebut meiosis 2. Kedua pembelahan tersebut adalah sebagai berikut.

pembelahan meiosis

Meiosis 1

Profase 1
  • Benang-benang kromatin mulai menebal membentuk kromosom.
  • Kromosom homolog saling menempel dan terbentuk tetrad (terdiri atas 4 kromatid), membran inti mulai menghilang, mulai terbentuk benang spindel, dan sentriol mulai bergerak ke arah yang berlawanan.
  • Kromatid pada kromosom homolog dapat saling melilit dan bertukar ruas yang disebut dengan peristiwa pindah silang. Titik pertemuan antar kromatid yang saling menyilang disebut kiasma.
  • Benang spindel mengikat kromosom pada bagian sentromer.
Metafase 1
  • Kromosom terletak pada bidang ekuator karena tarikan benang spindel dari arah yang berlawanan.
Anafase 1
  • Kromosom homolog terpisah karena tarikan benang spindel.
  • Kromosom mulai bergerak ke arah berlawanan.
  • Kromosom yang tertarik adalah kromosom saudari (kromosom yang telah mengganda saat interfase).
Telofase 2
  • Kromosom telah sampai pada kutub masing-masing.
  • Membran inti mulai terbentuk kembali dan mulai terjadi pembelahan sitoplasma (sitokinesis).
  • Sel baru  yang terbentuk bersifat haploid (n) karena kromosom homolog telah terpisah.

Meiosis 2

Profase 2
  • Membran inti menghilang kembali.
  • Sentriol bergerak ke arah berlawanan dan mulai terbentuk benang spindel.
  • Benang spindel mengikat kromosom, yang masing-masing tersusun atas 2 kromatid.
Metafase 2
  • Kromosom terletak pada bidang ekuator.
  • Anafase 2
  • Kromosom tertarik ke arah yang berlawanan.
Telofase 2
  • Kromosom sampai pada kutub masing-masing.
  • Membran inti terbentuk kembali dan mulai terjadi pembelahan sitoplasma (sitokinesis).
Benang spindel mengikat kromosom pada bagian sentromer, tepatnya pada bagian kinetokor dari sentromer. Sentromer adalah titik pertemuan antara lengan-lengan kromosom. Dari 2 kali pembelahan tersebut terbentuk 4 sel anak dengan jumlah kromosom separuh dari sel induk.

Pembelahan meiosis disebut juga pembelahan reduksi karena jumlah kromosom pada sel anak berkurang (mengalami reduksi) menjadi separuh dari kromosom sel induk.

Penggandaan kromosom terjadi pada saat interfase sebelum meiosis 1, sehingga menyebabkan terbentuknya tetrad pada profase. Tetrad adalah dua kromosom homolog yang telah menempel dan masing-masing telah mengganda sehingga ada 4 kromatid. Menjelang meiosis 2 tidak terjadi penggandaan kromosom lagi dan saat meiosis 2 terjadi pemisahan pada kromosom saudari.

Poin penting :
kromosom homolog adalah kromosom yang memiliki bentuk dan ukuran sama.
kromosom saudari adalah hasil penggandaan dari suatu kromosom.

0 komentar

Post a Comment