Friday, March 6, 2015

Thermus aquaticus Penghasil taq polimerase

Advertisement

Thermus aquaticus
Thermus aquaticus adalah arkhaea yang hidup di sumber-sumber air panas dengan suhu sangat tinggi. Arkhaea adalah mikroorganisme mirip bakteri yang hidup di lingkungan dengan suhu ekstrim. Jenis-jenis arkhaea mampu hidup di lingkungan dengan suhu sangat tinggi, kadar garam sangat tinggi, ataupun lingkungan yang sangat asam. Arkhaea mampu hidup dengan baik di lingkungan yang organisme lain tidak mampu.

Salah satu jenis arkhaea yang paling terkenal adalah jenis Thermus aquaticus yang menghasilkan enzim taq polimerase. Enzim tersebut berguna dalam proses PCR (Polimerase Chain Reaction) untuk menggandakan rantai DNA. Suatu rantai DNA perlu digandakan di laboratorium untuk berbagai penelitian seperti pengembangan tanaman transgenik ataupun digunakan untuk mengenali garis keturunan.

Proses penggandaan DNA dengan PCR membutuhkan suhu yang tinggi mencapai 100 derajat C. Enzim pengganda yang digunakan dalam proses tersebut haruslah enzim yang dapat bertahan terhadap suhu tinggi. Padahal enzim umumnya akan terdenaturasi (rusak) ketika terkena suhu tinggi karena enzim merupakan molekul protein. Rusaknya protein karena suhu ini nampak jelas pada putih telur yang akan menggumpal ketika dipanaskan saat dimasak.

Untungnya enzim pengganda yang bernama taq polimerase yang dihasilkan oleh Thermus aquaticus mampu bertahan pada suhu ekstrim sehingga proses PCR dapat berjalan lancar. Enzim tersebut dapat bertahan di suhu tinggi karena si pemiliknya juga dapat bertahan hidup di suhu tinggi. Protein enzim tersebut telah mengalami modifikasi sehingga dapat berkerja optimum di suhu 80 derajat C.

0 komentar

Post a Comment