Monday, February 9, 2015

Kelas Amfibia

Advertisement

Amfibia adalah hewan-hewan yang memiliki kemampuan hidup di dua alam. Kodok, salamander, dan salamander cacing adalah anggota dari kelas ini. Banyak jenis amfibi akan menghasilkan larva yang sepenuhnya hidup di air, memiliki sirip, dan bernapas dengan insang yang kemudian akan bermetamorfosis sehingga dapat hidup didarat. Mereka adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuhnya menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Banyak amfibi memiliki membran khusus pada matanya yang melindungi matanya ketika berenang. Mereka memiliki jantung dengan 3 ruangan untuk memompa darahnya.

Struktur tubuh

Amfibi umumnya memiliki 4 kaki sebagai alat gerak, kecuali jenis-jenis salamander cacing yang tidak berkaki dan memiliki bentuk mirip cacing. Larva amfibi merupakan omnivora, namun ketika dewasa mereka umumnya adalah karnivora pemakan hewan kecil lain. Jenis-jenis katak memiliki lidah khusus yag dapat dijulurkan dengan panjang untuk menangkap mangsanya.

struktur tubuh katak

Amfibi memiliki otak berukuran kecil sebagai organ korrdinasinya. Mata amfibi dapat menyesuaikan terhadap lingkungan darat dan lingkungan air. Namun beberapa dari jenis salamander cacing justru buta karena hidupnya dihabiskan di dalam tanah.

Larva amfibi yang hidup di dalam air memiliki insang untuk mengambil oksigen yang larut dalam air. Larva ini akan mengalami metamorfosis hingga berubah menjadi bentuk dewasa dan mengembangkan organ paru-paru untuk dapat hidup di daratan. Banyak amfibi dapat pula bernapas dengan kulitnya yang basah, hal ini menjadi salah satu penyokong kehidupan amfibi.

axoloth
Axoloth
Axoloth, suatu jenis salamander tidak mengalami perubahan dari bentuk larvanya. Ketika dewasa mereka tetap memiliki insang luar yang digunakan untuk bernapas. Paedomorfosis adalah istilah untuk struktur larva yang masih bertahan pada individu dewasa, seperti pada kasus insang luar larva axoloth yang masih tetap bertahan hingga dewasa.

Salah satu ciri khas amfibi adalah mereka memiliki jantung dengan 3 ruang, yaitu 2 serambi dan 1 bilik. Karena jantungnya hanya memiliki 3 ruang, kadang terjadi pencampuran antara darah bersih dan darah kotor pada biliknya. Darah bersih dari bilik akan dipompakan ke seluruh bagian tubuh, kemudian darah kotor akan menuju serambi kanan, dipompakan ke bilik, dan dipompakan ke paru-paru untuk mendapat suplai oksigen. Dari paru-paru, darah akan kembali ke jantung dan masuk ke serambi kiri, kemudian dipompa ke bilik untuk dipompa ke seluruh tubuh kembali.

Katak emas beracun
Katak emas beracun
Amfibi menggunakan ginjal sebagai organ ekskresi. Sepasang ginjal akan menyaring sampah-sampah dalam darah dan membuangnya menuju anus. Beberapa jenis katak mampu menghasilkan racun yang sangat berbahaya bagi hewan lain yang memakannya. Racun-racun ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada kulitnya. Katak-katak beracun akan memiliki warna yang sangat mencolok seperti merah, biru, dan kuning terang.

Reproduksi

Amfibi jantan dan betina akan melakukan perkawinan dan pembuahan akan terjadi di luartubuh (eksternal). Betina akan mengeluarkan telurnya ddikuti si jantan yang mengeluarkan spermanya. Larva katak dan salamander akan hidup di air dan memiliki sirip ekor untuk bergerak. Seiring pertumbuhannya, sirip ini sedikit demi sedikit akan mereduksi dan hilang seiring dengan munculnya kaki untuk bisa bergerak di daratan.

Peran amfibi

Beberapa jenis katak seperti bull frog banyak dikembangbiakka karena memiliki ukuran tubuh yang besar dan kandungan gizi yang baik. Katak ini banyak dikonsumsi tertama di negara-negara seperti China, Taiwan, dan beberapa negara Asia tenggara. Banyak jenis katak dan salamander  yang dirawat sebagai hewan peliharaan karena memiliki warna yang unik. Katak pacman misalnya, telah menjadi hewan peliharaan yang digemari dan memiliki harga jual yang tinggi.

Penggolongan amfibi

Berdasarkan ciri morfologi yang dimiliki, kelas amfibia dapat dibagi menjadi 3 ordo, yaitu gymnophiona, caudata, dan anura. Penjelasan singkat untuk masing-masing ordo adalah sebagai berikut.

Gymnophona / Apoda
salamander cacing
Salamander cacing
Gymnophiona adalah amfibi yang tidak berkaki dan memiliki bentuk yang sangat mirip dengan cacing sehingga sering disebut denga nama salamander cacing. Mereka akan hidup di dalam tanah pada daerah yang dekat dengan perairan. Salamander cacing umumnya buta karena selalu hidup di dalam tanah.


Caudata
salamander
Salamander
Caudata adalah ordo amfibi yang naggotanya adalah salamander. Hewan-hewan yang memiliki bentuk tubuh mirip kadal namun memiliki ekor yang agak pipih yang digunakannya untuk berenang. Kaki depan salamander memiliki 4 jari sedangkan kaki belakangnya memiliki 5 jari.


Anura
katak
Katak
Anura adalah anggota amfibi dengan jenis yang paling banyak. Anggota ordo ini adalah jenis-jenis katak dan kodok. Katak memiliki tubuh yang cenderung halus dan hidup tidak jauh dari air. Sedangkan kodok memiliki kulit yang kasar dan berbintil-bintil, kodok dewasa telah sepenuhnya beradaptasi dengan kondisi daratan yang kering.

0 komentar

Post a Comment