Thursday, January 22, 2015

Filum Porifera

Advertisement

demospongia
Demospongia, salah satu genus porifera
Porifera dikenal dengan nama hewan berpori atau juga hewan spon. Dikatakan demikian karena hewan ini memiliki banyak pori di seluruh tubuhnya sebagai saluran keluar masuk air. Porifera sebagian besar hidup di air laut dan beberapa ada yang hidup di air tawar. Mereka hidup dengan menempel (sessile) pada substrat tertentu dan tidak dapat bergerak bebas. Karena bentuk dan warnanya yang unik serta tidak dapat bergerak bebas, orang-orang jaman dahulu mengira bahwa porifera adalah jenis tumbuhan.

Struktur tubuh porifera

Porifera memiliki pori-pori kecil di permukaan tubuhnya yang disebut ostium, mereka juga memiliki lubang besar di ujung tubuhnya yang disebut oskulum. Ostium merupakan pori untuk masuknya air ke dalam tubuh porifera, air tersebut akan membawa partikel makanan dan oksigen yang digunakan untuk melangsungkan proses metabolisme. Air tersebut akan mengalir dari ostium menuju rongga utama yang disebut spongosol, dan keluar melelui oskulum. Porifera tidak memiliki jaringan tubuh seperti hewan tingkat tinggi. Sel-sel mereka bekerja sendiri-sendiri dan saling bekerjasama untuk melangsungkan kehidupan.

Tubuh porifera tersusun atas dua lapis sel yang dipisahkan oleh bagian matriks protein yang disebut mesohil. Lapisan paling luar disebut epidermis, pada lapisan ini terdapat sel-sel porosit yang membentuk ostium. Pada lapisan dalamnya terdapat sel koanosit atau sel kolar yang memiliki flagel. Sel koanosit ini akan menangkap partikel makanan dari air dan menelannya secara fagositosis. Terdapat pula sel amubosit yang berperan menyebarkan nutrisi ke seluruh sel yang membutuhkan. Pada bagian tengah (mesohil) terdapat spikula (duri/tulang) yang menyebabkan tubuh porifera menjadi keras. Spikula bisa terbuat dari silika atau kalsium karbonat.

Struktur tubuh porifera
Struktur tubuh porifera

Reproduksi

Porifera dapat merupakan hewan hermaprodit, yaitu dapat berperan sebagai jantan dan betina. Porifera menghasilkan sperma dan ovum, sperma dihasilkan oleh koanosit atau amubosit, sedangkan ovum terletak pada mesohil. Perkawinan silang terjadi antar organisme yang berdekatan. Sperma akan dilepaskan di air dan akan membuahi ovum pada organisme tetangganya. Fertilisasi (penyatuan ovum dan sperma) akan menghasilkan zigot yang berkembang menjadi larva berflagela, larva ini akan berenang dan kemudian mencari tempat yang sesuai untuk menempel dan tumbuh menjadi porifera dewasa.

Porifera dapat membentuk tunas untuk menghasilkan individu baru. Tunas akan tumbuh berdekatan dengan organisme asalnya dan menyebabkan munculnya koloni porifera yang tumbuh di tempat yang sama.

Tunas-tunas pada porifera
Tunas-tunas pada porifera

Peran porifera

Beberapa porifera mampu menghasilkan cribrostatin, yaitu suatu senyawa yang dapat digunakan sebagai antibiotik yang kuat. Senyawa ini mampu membunuh jenis-jenis bakteri yang tahan terhadap pennisilin. Beberapa porifera juga digunakan sebagai busa mandi karena teksturnya yang unik dapat membersihkan kotoran-kotoran pada tubuh.

0 komentar

Post a Comment