Wednesday, January 28, 2015

Filum Nemathelminthes

Advertisement

Nemathelminthes adalah filum yang anggotanya adalah cacing gilig atau cacing tambang. Cacing ini umumnya berukuran sangat kecil, mulai dari beberapa millimeter hingga beberapa centimeter. Mereka berbentuk seperti cacing tanah namun tidak memiliki segmen-segmen tubuh. Nemathelminthes kadang juga disebut dengan sebutan nematoda. Anggota cacing tambang ada yang hidup bebas di laut, air tawar, tanah, ataupun sebagai parasit pada tumbuhan, hewan dan manusia.

Struktur tubuh

Cacing tambang memiliki lapisan kutikula tebal di kulitnya, hal ini menjadikan kulitnya bertekstur kuat dan liat. Mereka akan mengalami molting (ganti kulit) untuk tumbuh menjadi lebih besar. Nematoda bergerak dengan menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kekiri agar dapat meluncur maju dan menyamping.

Cacing tambang memiliki mulut yang tersambung dengan saluran pencernaan yang berakhir pada anus. Pada mulutnya, umumnya mereka memiliki 16 bulu kecil sebagai organ perasa. Pada mulutnya juga sering dijumpai adanya organ penembus yang disebut stilet.

Struktur tubuh nemathelminthes
Struktur tubuh nemathelminthes


Organ ekskresi cacing tambang berupa sel-sel api. Sel ini akan memompa air dan sisa metabolisme menuju jaringan tubula yang berakhir pada pori-pori di kulitnya. Pernapasannya dilakukan melalui difusi langsung, oksigen dapat berdifusi masuk ke dalam tubuhnya melalui kulit yang basah. Oleh karena itu, cacing gilig yang hidup bebas selalu hidup di lingkungan berair atau tempat yang memiliki kelembaban tinggi.

Reroduksi

Cacing tambang memiliki alat kelamin yang terpisah antara jantan dan betina. Individu betina umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan yang jantan. Fertilisasi terjadi pada tubuh betina. Si jantan akan menyuntikkan sperma ke dalam tubuh betina untuk membuahi ovum. Tidak seperti sperma hewan lain, sperma cacing ini tidak memiliki flagella untuk membantunya bergerak. Cacing tambang tidak memiliki model reproduksi aseksual.

Peran nemathelminthes

Cacing tambang yang hidup bebas umumnya adalah hewan pemakan material organik yang dapat berperan untuk menghancurkan sampah. Mereka berperan dalam mengubah sampah organik menjadi material anorganik yang penting bagi kesuburan tanaman. Umumnya mereka banyak ditemuakan dalam tanah yang kondisinya baik dan subur.

Trichinella dalam daging
Trichinella dalam daging
Trichinella adalah cacing tambang yang paling sering ditemukan sebagai parasit yang menyebabkan  penyakit trichinosis. Cacing ini awalnya hidup pada usus halus babi. Cacing betina akan bertelur pada jaringan usus dalam jumlah ribuan. Anal-anak cacing tambang akan keluar dari usus, menuju pembuluh limfa dan akan berjalan menuju otot (daging). Di daging babi inilah anak-anak cacing akan menetap dan tumbuh hingga menjadi cacing dewasa.

Cacing ini dapat menular ke tubuh manusia melalui konsumsi daging babi yang mentah atau belum dimasak sempurna. Dalam tubuh manusia, cacing ini akan menggerogoti otot dan hidup di otot manusia hingga beranak-pinak mencapai jumlah ribuan.

0 komentar

Post a Comment