Thursday, December 18, 2014

Anis Merah (Zoothera citrina)

Advertisement

Anis merah adalah burung yang sering menjadi peliharaan para hobiis burung di Indonesia. Burung ini menjadi favorit karena memiliki suara yang indah dan sangat enak di dengar. Burung yang juga kerap disebut denga nama punglor merah/punglor bata ini sering diikutkan dalam kontes suara burung untuk melombakan keindahan suaranya. Karena keindahan suaranya, burung ini memiliki harga yang mahal dipasaran.



Morfologi
Anis merah adalah burung berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 20 hingga 23 cm. Kepala dan perutnya berwarna oranye kemerahan, dengan punggung abu-abu gelap, dan bagian bawah ekor putih. Jantan dan betina memiliki pola warna dan ukuran tubuh yang serupa, namun si jantan biasanya memiliki warna oranye yang lebih mencolok. Perbedaan warna oranye ini nampak cukup jelas pada burung muda, namun seiring perambahan usia perbedaannya menjadi semakin samar.

Habitat dan ekologi
Burung ini memiliki wilayah persebaran yang cukup luas meliputi India, Tiongkok, dan Asia Tenggara. Anis merah yang menetap di Tiongkok akan bermigrasi saat musim dingin untuk menghindari suhu dingin yang mematikan. Di Indonesia burung anis merah dapat dijumpai di Sumtera, Kalimantan, Jawa, dan Bali (Mckinnon dkk). Burung ini menyukai habitat hutan yang jauh dari keramaian dan hiruk-pikuk manusia.

Tingkah laku
Seperti jenis anis-anis yang lainnya, burung anis merah adalah omnivora yang memakan serangga, buah-buah kecil, dan cacing. Namun demikian, makanan kegemarannya adalah cacing tanah, oleh sebab itu mereka akan sering terlihat dipermukaan tanah untuk mencari cacing. Karena hobinya mencari cacing, burung ini juga dikenal dengan nama burung cacing merah. Mereka adalah burung penyendiri dan hanya akan berpasangan saat musim kawin saja.

Perkembangbiakan
Burung anis akan membuat sarang pada semak-semak atau ranting pohon yang tidak terlalu tinggi. Sarang terbuat dari rumput-rumputan dan daun kering yang ada di sekitarnya. Saat musim kawin tiba, betina akan bertelur antara 2 hingga 4 butir telur. Telur tersebut akan dierami sekitar 15 hari hingga menetas dan akan dirawat oleh kedua induknya selama kurang lebih 2 bulan. Burung ini telah umum diternakkan oleh penghobi burung di Indonesia, para hobiis menjadikan burung ini sebagai objek bisnisnya karena memiliki harga yang mahal.

Konservasi
Menurut IUCN Red List, anis merah masuk dalam kategori LN (Least Concern). Populasinya di alam masih cukup besar, walaupun dengan kecenderungan yang terus menurun. Penurunan populasi burung ini disebabkan karena perburuan yang dilakukan manusia untuk diperjualbelikan. Selain itu, berkurangnya areal hutan juga menyebabkan burung ini memiliki tren jumlah yang menurun.

0 komentar

Post a Comment