Tuesday, November 4, 2014

Mengapa Rahim Tidak Luruh Saat Hamil

Advertisement

Rahim merupakan tempat penempelan bayi dalam tubuh wanita. Saat tidak hamil, rahim seorang wanita akan meluruh setiap bulan sehingga menghasilkan darah lengket yang biasa disebut darah menstruasi. Rahim luruh karena produksi hormon estrogen dan progesteron oleh korpus luteum terhenti. Kedua hormon tersebut perperan dalam menjaga dan mempertebal rahim (endometrium) untuk mempersiapkan terjadinya kehamilan.

Korpus luteum akan menua dan mulai rusak sehingga berubah menjadi korpus albican. Korpus albican tidak akan lagi menghasilkan estrogen dan progesteron sehingga rahim akan meluruh menjadi darah menstruasi. Namun bila terjadi kehamilan, rahim tidak akan meluruh, bagaimana bisa terjadi demikian?

Ovum yang dibuahi sperma akan menjadi zigot dan berkembang menjadi embrio manusia. Embrio manusia pada awal perkembangannya ternyata mampu menghasilkan hormon yang disebut HCG (Human chorionic gonadotropin), hormon ini mampu menjaga korpus luteum untuk tetap aktif dan terus memproduksi estrogen dan progesteron. Jadi dengan adanya HCG ini rahim pada wanita hamil tidak akan luruh karena produksi estrogen dan progesteron terus terjaga.

Saat embrio mulai besar, peran sebagai penghasil HCG akan digantikan oleh plasenta. Plasenta adalah bagian yang menghubungkan antara ibu dengan bayinya dalam kandungan. Plasenta menempel pada tubuh ibu, dan memiliki jaringan tali pusar yang menghubungkannya dengan bayi. Plasenta akan terus menghasilkan HCG hingga waktunya bayi lahir.

Produksi HCG oleh embrio dan kemudian digantikan oleh plasenta merupakan faktor yang menjaga rahim tidak luruh. Bayi akan berkembang dengan baik dengan rahim yang sehat. Tanpa adanya rahim, tidak akan pernah terjadi kehamilan karena zigot butuh tempat menempel untuk dapat tumbuh di dalam tubuh ibu.

0 komentar

Post a Comment