Friday, November 21, 2014

Lektin

Advertisement

Makanan sumber lektin
Lektin merupakan salah satu zat anti gizi yang terdapat pada biji kacang-kacangan. Lektin merupakan protein yang dihasilkan tumbuhan dan terdpat pada akar, batang, daun, dan terutama dalam bijinya. Kedelai memiliki kadar lektin yang tinggi dibandingkan kacang lainnya. Lektin merupakan zat yang mampu mengikat karbohidrat dan bersifat ireversibel (tidak dapat balik).

Apabila dikonsumsi, lektin dapat mengikat karbohidrat di saluran pencernaan yang menyebabkan penyerapan karbohidrat menjadi terganggu. Karbohidrat yang terlah berikatan dengan lektin tidak akan tercerna dengan sempurna sehingga tubuh dapat mengalami kekurangan karbohidrat. Karena kemampuannya inilah, lektin dikelompokkan menjadi salah satu zat anti gizi yang ditemukan pada biji kacang-kacangan.

Lektin banyak digunakan dalam campuran berbagai makanan untuk menghindari obesitas. Makanan kaya karbohidrat seperti keripik dan makanan ringan lainnya banyak diberi lektin untuk mengurangi penyerapan karbohidrat di tubuh sehingga tidak mengakibatkan obesitas maupun membahayakan penderita diabetes. Lektin diperoleh dengan proses pemurnian dari biji kacang-kacangan, dengan sumber utama kedelai ataupun kacang merah.

Aplikasi lektin pada makanan telah banyak dilakukan, namun beberapa penelitian menunjukkan penggunaan lektin justru dapat merusak sel-sel usus halus manusia. Lektin dapat berikatan dengan berbagai macam karbohidrat, baik itu berasal dari makanan maupun karbohidrat yang merupakan bagian dari sel manusia. Lektin yang berikatan dengan karbohidrat (glikoprotein maupun glikolipid) dari epitelium usus halus dapat merusak sel tersebut dan membahayan usus.

Karena lektin merupakan protein, maka zat tersebut dapat rusak dengan proses pemanasan. Kedelai yang telah dimasak dengan sempurna akan aman dikonsumsi sehingga tubuh terbebas dari resiko negatif lektin. Dalam tumbuhan sendiri, lektin mungkin berfungsi dalam mekanisme pertahanan diri terhadap berbagai mikroorganisme yang dapat mengganggu kehidupan tumbuhan.

0 komentar

Post a Comment