Tuesday, November 11, 2014

Ini Penyebab Sirip Ikan Hiu Mahal

Advertisement

Hiu, dikenal sebagai ikan ganas penghuni lautan yang berada di puncak rantai makanan. Namun keganasan ikan hiu ternyata masih kalah dengan keganasan kita, manusia. Nelayan sering memburu ikan besar ini untuk diambil siripnya, karena sirip ikan hiu memiliki harga yang mahal di pasaran. Negara Asia seperti Tiongkok dan Taiwan merupakan konsumen hiu terbesar dunia.

Sirip hiu umumnya diolah menjadi sup yang disajikan dalam acara-acara khusus seperti pernikahan dan tahun baru. Restoran-restoran mahal di negara tersebut juga berlomba-lomba menyediakan berbagai macam menu olahan dari sirip ikan hiu yang lezat. Sup sirip hiu menjadi makanan mewah dan berkelas dan tentu saja memiliki harga yang sangat mahal.

Sebenarnya apa penyebab orang Tiongkok sangat menyukai sup sirip hiu ini? Ternyata  masyarakat Tiongkok mempercayai bahwa mengkonsumsi ikan hiu sangat bermanfaat dalam peremajaan kulit, peningkatan nafsu makan, pembentukan energi, kesehatan ginjal, paru-paru, tulang dan beberapa bagian tubuh lainnya (fao.org). Khasiat sirip hiu telah tertulis dalam buku-buku kesehatan kuno Tiongkok sehingga masyarakatnya sangat gemar memakannya.

Penelitian-penelitian terrbaru telah berhasil membuktikan khasiat sirip tersebut. Peneliti dari Maryland Medical Center telah membuktikan bahwa sirip hiu dapat memicu pembentukan tulang rawan sehingga bermanfaat dalam penyakit-penyakit kelainan tulang rawan. Selain itu peneliti dari American Cancer Society sedang mengembangkan obat kanker yang berasal dari sirip hiu.

Karena khasiatnya yang sangat baik bagi tubuh dan memiliki rasa yang lezat, serta jumlahnya yang tidak melimpah menjadikan harga sirip hiu di pasaran sangat mahal. Harga sirip basah berkisar antara Rp. 500 ribu hingga Rp. 1.5 juta per kilonya. Untuk sirip kering dapat dihargai dua kali lipat dari harga basah. Seekor hiu bisa menghasilkan 1 hingga 2 kg sirip, bahkan bisa lebih tergantung ukuran hiunya.

Karena harganya yang mahal, perburuan sirip hiu marak terjadi dimana-mana, bahkan di Indonesia. Nelayan besar biasanya akan menagkap hiu, memotong siripnya dan membuang dagingnya ke laut karena daging hiu berharga murah. Hal inilah yang menyebabkan populasi hiu terus menurun dan beberapa bahkan terancam punah.

0 komentar

Post a Comment