Wednesday, November 26, 2014

Fungsi Hormon Auksin Bagi Tumbuhan

Advertisement

Molekul auksin
Auksin adalah sebutan untuk hormon yang dihasilkan tumbuhan yang berperan mempengaruhi pemanjangan tunas. Asam indolasetat (IAA) merupakan jenis auksin yang paling umum dan pertamakali teridentifikasi. Ujung batang dan ujung akar merupakan tempat dimana auksin diproduksi. Namun produksi auksin di ujung batang lebih banyak dibandingkan dengan produksinya di ujung akar. Fungsi hormon akusin bagi tumbuhan adalah sebagai berikut.

Mempengaruhi pemanjangan sel
Auksin diproduksi di ujung akar dan ditrasfer ke daerah pemanjangan sel. Di daerah tersebut auksin akan mempengaruhi elastisitas dinding sel dan menyebabkan air masuk ke dalam sel. Dinding yang lebih elastis dan tekanan turgor yang betambah (akibat masuknya air), menyebabkan sel mengalami pemanjangan. Untuk reaksi lengkapnya dapat membaca Kerja Auksin dalam Pemanjangan Sel.

Mempengaruhi pembentukan gas etilen
Gas etilen adalah hormon berbentuk gas yang dihasilkan oleh tumbuhan dan berfungsi dalam pemasakan buah. Auksin dalam kadar tinggi akan mempengaruhi pembentukan etilen, namun auksin dalam kadar rendah justru menghambat produksi gas tersebut. Auksin dapat diaplikasikan untuk menghambat pematangan buah dengan cara menghambat produksi etilen. Penghambatan pematangan buah penting dalam kegiatan distribusi untuk menghindari kerusakan dan pembusukan di jalan.

Mempengaruhi dominansi apikal
Dominansi apikal adalah peristiwa dimana pertumbuhan tunas apikal (ujung) akan menghambat pertumbuhan tunas lateral (samping). Auksin yang dihasilkan dalam jumlah tinggi di ujung batang akan mempengaruhi produksi gas etilen di tunas lateral, etilen akan menyebabkan tunas lateral mengalami dormansi (tidak aktif). Apabila tunas apikal dipotong, tunas lateral akan tumbuh karena etilen tidak lagi diproduksi.

Mempengaruhi regenerasi jaringan
Apabila tumbuhan terluka atau rusak, auksin akan mempengaruhi jaringan meristematik untuk berdiferensiasi dan menghasilkan jaringan-jaringan baru seperti xilem dan floem.

Mempengaruhi pertumbuhan akar
Pemanjangan akar dan pembentukan cabang akar juga dipengaruhi oleh aktivitas auksin. Batang tanaman yang dipotong dan direndam dalam larutan mengandung auksin akan terstimulasi untuk membentuk akar baru. Dalam kultur jaringan, auksin dalam kadar lebih tinggi dari sitokinin digunakan untuk menumbuhkan akar pada kalus.

Mempengaruhi pertumbuhan buah
Buah yang disemprot dengan auksin akan berkembang menjadi lebih besar dibandingkan buah normal. Apabila transport auksin terganggu, pertumbuhan buah tidak akan berjalan sempurna sehingga bentuknya menjadi abnormal.

0 komentar

Post a Comment