Tuesday, October 7, 2014

Respirasi Anaerob

Advertisement

Respirasi anaerob merupakan proses menghasilkan energi (dalam bentuk ATP) dengan tidak menggunakan oksigen sebagai penerima elektron erakhir. Respirasi anaerob juga menggunakan glukosa sebagai sumber energinya. Perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob terletak pada ada tidaknya oksigen dan jumlah ATP yang dihasilkan.


Respirasi aerob menggunakan oksigen sebagai penerima elektron terakhir sehingga terbentuklah H20 dan menghasilkan 38 molekul ATP dari satu molekul glukosa. Sedangkan pada respirasi anaerob tidak menggunakan oksigen sebagai penerima elektron dan hanya menghasilkan 2 ATP dari satu molekul glukosa. Respirasi anaerob juga biasa disebut dengan istilah fermentasi.

Dari bahan bakar yang sama berupa molekul glukosa, dapat terjadi dua macam respirasi dengan hasil ATP yang berbeda. Jika dihitung secara matematis memang respirasi aerob lebih menguntungkan karena jumlah ATP yang dihasilkan lebih banyak. Manusia melakukan respirasi anaerob bukan sebagai pilihan pertama, melainkan sebagai pilihan kedua apabila jumlah oksigen tidak mencukupi. Sedangkan beberapa jenis jamur dan bakteri hanya mampu melakukan respirasi anaerob saja, dan bahkan beberapa dapat teracuni apabila terdapat oksigen di sekitarnya dalam jumlah banyak.

Respirasi anaerob yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat. Fermentasi alkohol terjadi pada jamur bersel dan beberapa bakteri, sedangkan fermentasi asam laktat terjadi pada hewan dan manusia.

Fermentasi asam laktat
Fermentasi asam laktat terjadi saat otot kekurangan oksigen, biasa terjadi saat seseorang melakukan aktifitas fisik yang berat. Asupan oksigen yang tidak mencukupi memaksa tubuh untuk menghasilkan energi dengan metode yang berbeda. Dalam fermentasi asam laktat, glukosa akan dipecah menjadi asam laktat dan melepaskan 2 molekul ATP. 

Asam laktat yang terbentuk akan tertimbun di dalam otot dan mengakibatkan munculnya sensasi kelelahan. Asam laktat yang tertimbun pelan-pelan akan diserap kembali dan memasuki siklus krebs apabila jumlah oksigen tercukupi. Hal inilah yang menyebabkan istirahat saat kelelahan  akan mengurangi rasa lelah itu sendiri.

Glukosa akan mengalami proses glikolisis, namun dengan tidak adanya oksigen tidak akan terjadi transfer lektron dan siklus krebs. Asam piruvat hasil dari glikolisis akan diubah menjadi asam laktat, NADH yang dihasilkan dalam glkolisis juga digunakan dalam reaksi tersebut dan menyisakan NAD+. Dua ATP yang dihasilkan dalam glikolisis merupakan keseluruhan energi yang terbetuk dari fermentasi asam laktat. Secara sederhana reaksi dalam fermentasi asam laktat adalah sebagai berikut.



Fermentasi alkohol
Fermentasi alkohol banyak dimanfaatkan dalam industri karena hasil akhirnya yang berupa molekul etanol/alkohol. Industri minuman beralkohol seperti wine, menggunakan anggur sebagai sumber glukosa yang nantinya akan diolah oleh jamur bersel satu/yeast sehingga menghasilkan alcohol.

Rekasi dalam fermentasi alcohol tidak berbeda jauh dengan fermentasi asam laktat. Asam piruvat hasil dari glikolisis akan melakukan serangkaian reaksi sehingga dihasilkan alcohol. NADH juga digunakan dalam reaksi dan melepaskan molekul NAD+.

Dalam fermentasi alcohol juga dihasilkan karbondiaoksida yang dilepaskan ke lingkungan. Industri roti sering menggunakan konsep fermentasi alkohol untuk mengembangkan adonan roti yang dibuat. Yeast dimasukkan ke dalam adonan agar melepaskan karbondioksida yang akan terjerat di antara adonan. Karbondioksida yang terjerat ini akan membuat adonan mengembang saat di panaskan dan roti menjadi bertekstur lebih lembut. Reaksi sederhana fermentasi alkohol adalah sebagai berikut.


0 komentar

Post a Comment