Thursday, October 9, 2014

Marlin, Masterpiece Mancing Mania

Advertisement

Apabila anda sering menonton acara memancing di televisi pasti anda pernah melihat si pemancing mendaratkan ikan besar, panjang, memiliki semacam tombak di mulutnya dan memiliki sirip punggung (dorsal) seperti layar. Ikan tersebut sering disebut sebagai ikan layar atau ikan marlin. Ikan marlin merupakan masterpiece para pemancing di lautan, dia menjadi favorit para pemancing karena merupakan salah satu ikan yang memiliki tarikan yang sangat kuat.

Anggota family istiophoridae ini dapat ditemukan dalam dua jenis, atlantic blue marlin (Makaira nigricans) dan black marlin (Istiompax indica). Keduanya dapat mencapai panjang 5 m dengan berat mencapai 700 kg. Ikan ini merupakan salah satu perenang cepat di lautan, mereka dapat berenang hingga mencapai kecepatan 80 km/jam. Mereka hidup di laut lepas dan sering ditemukan di permukaan lautan, terkadang mereka dapat berenang hingga kedalaman 100 m. Mereka memakan ikan-ikan kecil, cumi-cumi, gurita dan hewan lainnya. Memiliki pertumbuhan yang cepat dikarenakan memiliki makanan yang sangat beragam.

Black marlin

Atlantic blue marlin

Marlin jantan dan betina memiliki bentuk yang hampir serupa, namun biasanya marlin betina akan berukuran lebih besar karena mereka menghasilkan telur. Kematangan seksual jantan dicapai saat ukurannya mencapai 140 cm sedangkan betina pada ukuran 230 cm. Betina akan mengeluarkan telurnya di sekitar terumbu karang dan jantan akan membuahinya. Marlin betina dalam sekali bertelur dapat mengeluarkan sekitar 40 juta telur, mereka biasanya kawin pada bulan oktober hingga November.

Marlin dapat ditemukan di hampir semua lautan di dunia. Menjadi ikan yang sangat diinginkan para nelayan karena kualitas dagingnya yang baik dan harganya yang mahal. Para hobiis mancing menyukai tantangan ketika kail mereka disambar ikan ini, mereka memiliki tarikan yang kuat sehingga menimbulkan tantangan tersendiri untuk mengalahkannya. Dalam beberapa lomba memancing, memperoleh ikan marlin artinya akan memperoleh poin tinggi yang sulit dilawan pesaingnya.

The Old Man and The Sea, merupakan sebuah novel karangan Ernest Hemingway pada tahun 1952, dalam novel tersebut diceritakan perjuangan seorang nelayan tua yang selama 84 hari memancing di laut tidak mendapatkan seekor ikanpun, namun berkat kesabarannya pada hari ke 85 dia memperoleh ikan marlin besar dengan penuh perjuangan. Ernest hemingway memperoleh hadiah nobel berkat karanganya tersebut. Ernest Hemingway terinspirasi oleh kegembiraan para nelayan saat memperoleh ikan marlin dalam menulis novelnya.

1 komentar:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete