Wednesday, October 15, 2014

Kingdom Protista

Advertisement

Protista merupakan salah satu kingdom dalam klasifikasi 5 kingdom oleh Whittaker. Protista merupakan organisme eukariotik (memiliki membran inti) yang tidak termasuk dalam fungi, tumbuhan, dan hewan. Sebagian besar protista merupakan organisme uniseluler dan sebagian kecil merupakan multiseluler. Protista hidup di darat, air tawar, dan air laut dengan sumber nutrisi baik autotrof (memproses material organik dari material anorganik) maupun heterotrof (menggunakan material organik secara langsung).

Amoeba, protista mirip hewan yang berberak dengan silia

Beberapa protista seperti amoeba dan paramaecium dapat bergerak aktif, namun ada juga yang pasif dan hidup menempel pada substrat seperti jenis-jenis ganggang laut. Protista yang mampu bergerak aktif menggunakan flagella ataupun silia untuk membantu mendorong tubuhnya, amoeba bahkan mampu memanfaatkan tekanan cairan dalam tubuhnya untuk membentuk kaki semu. Beberapa protista memiliki dinding sel yang kuat sebagai pelindung tubuhnya, bahkan ada juga yang mampu membentuk cangkang yang keras seperti jenis diatom dan foraminifera.

Protista memperoleh nutrisi baik secara autotrof maupun heterotrof. Protista autotrof mampu memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan bahan makanan, protista yang termasuk autotrof adalah dari jenis ganggang. Protista heterotrof merupakan organisme pemangsa bakteri dan protista lain yang berukuran lebih kecil. Protista heterotrof yang mengkonsumsi partikel padat disebut phagotrof sedangkan yang mengkonsumsi partikel dalam keadaan terlarut disebut osmotrof. Vorticella merupakan phagotrof penghuni air yang mengkonsumsi bakteri dan protista lain yang berukuran lebih kecil. Sedangkan amoeba lebih memilih meminum makanannya sehingga termasuk osmotrof.

Cangkang-cangkang yang dibentuk foraminifera

Beberapa protista mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dengan membentuk sista. Bentuk tersebut dapat melindungi mereka dari keadaan ekstrim seperti terlalu kering, terlalu asam, langka makanan, dan terlalu panas. Amoeba sebagai contoh mampu manghasilkan sista yang tahan terhadap kondisi asam dalam lambung manusia, namun sista tersebut tidak akan rusak apabila terkena suhu yang tinggi. Dalam keadaan sista, protista dapat menghemat proses metabolisme dan ada dalam keadaan dorman (tidak aktif). Apabila keadaan lingkungan telah kembali menguntungkan, sista akan pecah dan mengeluarkan protista baru.

Reproduksi protista terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual merupakan pilihan utama dalam perkembangbiakan protista. Secara aseksual protista dapat melakukan pembelahan biner (menghasilkan 2 sel baru), pembelahan multiple (menghasilkan lebih dari 2 sel baru), dengn bertunas, dan menghasilkan spora. Reproduksi seksual biasanya terjadi saat kondisi lingkungan tidak menguntungkan. Reproduksi seksual terjadi dengan penyatuan antara gamet jantan dengan gamet betina ataupun dengan pertukaran materi genetik.

Salah satu bentuk  sista sebagai perlindungan dari kondisi ekstrim

Secara umum protista dapat dikelompokkan menjadi (1) protista mirip jamur, (2) protista mirip tumbuhan, dan (3) protista mirip hewan. Penjelasan lebih lanjut tentang pengelompokkan protista dapat dilihat pada link yang tersedia di atas.

0 komentar

Post a Comment