Friday, October 3, 2014

Hati-Hati, Ada Penghuni di Pohon Jeruk Anda

Advertisement

Apakah anda memiliki pohon jeruk di halaman rumah? bila ada, maka berhati-hatilah karena pohon tersebut biasanya dihuni makhluk yang tidak anda kenal. Makhluk tersebut adalah Papilio memnon. Apakah anda sering melihat ulat berwarna hijau yang menempel pada pohon jeruk dan menggerogoti daunnya? Ulat tersebut merupakan bentuk larva dari kupu-kupu Papilio memnon. Ulat hijau dengan garis putih ini nantinya akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu warna hitam dengan garis merah di sayapnya.

Larva Papilio memnon sangat umum dijumpai pada pohon jeruk di kawasan Asia Tenggara. Selain memakan daun pohon jeruk, mereka juga dijumpai memakan daun pohon srikaya yang masih muda. Berbagai macam jenis daun jeruk dapat menjadi santapannya. Jeruk bali, jeruk purut, jeruk nipis, jeruk lemon dan berbagai macam jeruk lain tak luput menjadi makanannya.

Kupu-kupu dewasa akan bertelur pada daun jeruk yang akan menjadi makanan larvanya. Setelah beberapa hari telur tersebut akan menetas dan menjadi larva kecil yang berwarna hijau tua dengan semburat putih yang tidak teratur. Seiring pertumbuhannya larva akan semakin besar dan akan muncul garis-garis putih yang berpola pada tubuhnya.

Larva Papilio memnon

Saat merasa terganggu, larva akan mengeluarkan organ seperti Tanduk lunak berwarna merah dari kepalanya dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Pertahanan ini dapat menjadikan hewan pemangsa mengurungkan niatnya memakan larva tersebut. Larva Papilio memnon tidak berbulu seperti kebanyakan ulat lain, hal ini membuat kulit yang menyentuhnya tidak akan terasa gatal.

Setelah cukup makan, larva akan berubah menjadi kepompong yang menempel pada batang pohon jeruk. Kepompong Papilio memnon awalnya berwarna hijau kemudian akan berubah menjadi coklat kehitaman yang berangsur-angsur akan menjadi semakin terang seiring dengan bertambah tuanya kepompong. Setelah sekitar 1 bulan, kepompong akan membuka dan keluarlah kupu-kupu Papilio memnon dewasa.

Kepompong Papilio memnon

Kupu-kupu perlu waktu cukup lama untuk keluar dari kepompong dan mengembangkan sayapnya sehingga dapat terbang. Dibutuhkan waktu berjam-jem dari mulai membuka kepompong hingga dapat terbang. Waktu ini menjadi sangat rentan bagi kupu-kupu untuk dimakan oleh hewan pemangsa serangga seperti burung atau ayam. Kupu-kupu yang gagal mengembangkan sayapnya tidak akan mampu terbang dan biasanya akan mati setelah beberapa waktu karena tidak bisa mencari makan.

Papilio memnon mating, betina memiliki warna putih di sayap bagian bawah

Seperti kupu-kupu pada umumnya, Papilio memnon memakan nectar bunga yang dihisap menggnakan proboscis pada ujung mulutnya. Walaupun pada waktu larva mereka hidup di pohon jeruk, saat dewasa mereka akan mencari nectar dari berbagai macam bunga yang mereka temukan. Setelah keluar dari kepompong dan mendapatkan makanan, Papilio memnon akan siap kawin dan si betina akan meletakkan telur pada daun jeruk kembali.

0 komentar

Post a Comment