Wednesday, December 24, 2014

Menghasilkan Salak Pondoh Partenokarpi dengan Agrobacterium tumefaciens

Advertisement

Salak pondoh merupakan kultivar salak yang banyak dikembangkan di Indonesia dengan salah satu sentranya adalah di Yogyakarta. Salak pondoh memiliki citarasa yang manis dan dan tidak sepat sehingga banyak digemari sebagai buah pencuci mulut setelah makan.



Salak pondoh merupakan tumbuhan berumah dua, yaitu bunga jantan dan bunga betina terletak pada pohon yang berbeda. Oleh sebab itulah apabila kita hanya menanam 1 pohon salak di kebun, pohon itu tidak akan pernah berbuah. Petani salak perlu menanam pohon betina dan pohon jantan di tempat yang berdekatan agar pembuahan dapat terjadi dan menghasilkan buah.

Salak pondoh dan daunnya yang berduri

Namun, sekarang kita sudah bisa menghasilkan salak dengan hanya menanam 1 pohon saja tanpa pohon yang lain. Yaitu dengan menanam pohon salak yang mampu menghasilkan buah partenokarpi. Partenokarpi adalah proses mengasilkan buah tanpa didahului proses penyerbukan. Salak partenokarpi mampu manghasilkan buah tanpa harus didahului penyerbukan, sehingga 1 pohon salak saja sudah dapat menghasilkan buah.

Para ahli telah berhasil mengembangkan salak partenokarpi dengan bantuan bakteri Agrobacterium tumefaciens. Bakteri tersebut berperan sebagai vektor/pembawa gen defH9-iaaM. Gen tersebut dalam tanaman akan memicu pembentukan hormon auksin pada bagian bakal buah. Hormon auksin inilah yang akan memicu pembentukan buah tanpa terjadinya pembuahan.

Agrobacterium tumefaciens, sering digunakan sebagai vektor dalam rekayasa genetika tanaman

Pengembangan bibit salak partenokarpi dilakukan melalui proses kultur jaringan. Eksplan tanaman diambil dari bagian tanaman salak betina, biasanya yang diambil adalah bagian muda seperti daun muda ataupun calon embrio salak. Eksplan tersebut kemudian direndam dalam larutan yang mengandung bakteri Agrobacterium tumefaciens. Bakteri tersebut akan memasukkan gen defH9-iaaM ke dalam eksplan tadi. Eksplan kemudian dikulturkan secara in vitro sehingga terbentuk tanaman kecil yang siap ditanam di lahan.

Tanaman salak ini akan berbuah walaupun tidak ditanam beramai-ramai karena mampu menghasilkan buah dengan sendirinya. Pengembangan salak partenokarpi sangat membantu petani dan mengefisienkan proses pertanian salak pondoh sehingga tidak perlu memilah-milah tanaman salak betina dan jantan untuk ditanam di tempat yang berdekatan.

Bacaan lanjutan
Jurnal Bioteknologi Pertanian: Regenerasi Tanaman dan Transformasi  Genetik Salah Pondoh untuk Rekayasa Buah Partenokarpi 

6 komentar: