Monday, September 29, 2014

Fakta Menarik Telur Dinosaurus

Advertisement

Dinosaurus berkembangbiak dengan bertelur, sama seperti kadal modern yang ada saat ini. Telur dinosaurus bercangkang keras dan cukup tebal melindungi embrio yang ada di dalamnya. Sampai saat ini telah ditemukan sekitar 200 fosil telur dinosaurus di seluruh dunia. Telur-telur ini ditemukan di hampir semua benua kecuali Australia dan antartika. 



Dinosaurus bertelur di dalam sarang yang umumnya terbuat dari gundukan tanah kecil yang cekung di bagian tengah. Telur dinosaurus diletakkan di tengah sarang dalam berbagai pola seperti lingkaran, garis, oval dan lain sebagainya. Induk dinosaurus akan menjaga telur dari dinosaurus pencuri telur dan dari ancaman cuaca yang kurang baik. Telur terbesar yang pernah ditemukan berukuran panjang sekitar 63 cm dengan keliling 1 m, fosil telur tersebut ditemukan di Ceko.

Telur dinosaurus memiliki pori-pori dipermukaannya. Pori ini memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara embrio dengan lingkungan luar. Oksigen dari luar dapat masuk dan digunakan untuk pernapasan embrio, dan karbondioksida yang dihasilkan embrio dapat keluar dari telur. Terdapat sekitar 17.000 pori dalam satu telur dinosaurus, pori-pori ini berukuran sangat kecil, memungkinkan gas dapat lewat tetapi bakteri dan mikroorganisme lain tidak dapat melewatinya. 

Para peneliti percaya bahwa theropod (dinosaurus berkaki empat, pemakan tumbuhan) bersifat altrical yaitu akan menjaga anak-anaknya setelah menetas. Setelah cukup umur, induk biasanya akan mengusir anaknya agar hidup sendiri dan si induk dapat kawin kembali. Sebaliknya sauropod (dinosaurus berkaki dua, pemakan daging) bersifat presosial, yaitu anak-anaknya akan dibiarkan hidup sendiri segera setelah menetas. Anak-anak karnivora ini akan hidup dengan berburu dinosaurus kecil, serangga, dan memakan bangkai.

Maiasaura sering disebut sebagai dinosaurus yang paling penyayang, hal ini karena dia akan menjaga dan memberi makan anak-anaknya setelah menetas dari telur. Anak-anak maiasaura yang baru menetas tidak dapat meninggalkan sarang dan tidak dapat makan sendiri, induk jantan dan betina akan bekerjasama untuk menjaga dan memberi makan anak-anaknya.

Dinosaurus tidak mngerami telur seperti ayam mapaun burung, telurnya akan ditinggalkan pada tempat yang cukup hangat sehingga dapat berkembang menjadi embrio. Dinosaurus dewasa tidak akan beraktifitas terlalu jauh dari sarangnya. Suhu lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam penetasan telur dinosaurus, suhu yang terlalu dingin akan menyebabkan telur-telur itu gagal menetas.

0 komentar

Post a Comment