Friday, September 26, 2014

Efek Sitotoksik Plantago sp. (Daun Sendok) Terhadap Sel Kanker

Advertisement

Plantago sp. atau biasa dikenal dengan nama daun sendok merupakan tanaman yang biasa hidup bebas di sekitar pekarangan dan lahan kosong lainnya. Tumbuhan ini tumbuh liar dan sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu tanaman pertanian. Tumbuhan yang ditemukan di kawasan Asia dan Eropa ini ternyata memiliki khasiat sebagai suplemen anti kanker yang dapat menghambat dan mematikan berbagai macam sel kanker yang berkembang di dalam tubuh. Kanker merupakan penyakit yang banyak menyerang orang-orang di berbagai belahan dunia. 

Kanker adalah daging yang tumbuh tidak terkontrol karena akibat dari perubahan genetik yang terjadi pada sel sehingga sel kehilangan kontrol terhadap pertumbuhannya. Perubahan sel normal menjadi sel kanker dapat terjadi karena beberapa sebab seperti terpapar sinar ultraviolet dan mengkosumsi makanan yang mengandung zat karsinogenik. Sinar ultraviolet dan zat karsinogenik dapat merusak DNA sehingga sel mengalami perubahan genetik yang menyebabkan pertumbuhannya menjadi tidak terkontrol.  

Plantago major

Efek anti kanker dalam tumbuhan Plantago berasal dari kandungan flavonoid yang terkandung di dalamnya. Flavoniod akan menghalangi perbanyakan sel kanker dan menghambat pertumbuhannya. Peneliti dari Universitas Sevilla Spanyol telah membuktikan bahwa ekstrak daun Plantago dapat menghalangi dan menghambat pertumbuhan tiga sel kanker, yaitu kanker payudara, kanker renal, dan kanker melanoma. Ekstrak yang digunakan para peneliti tersebut berasal dari berbagai macam jenis Plantago yaitu Plantago afra, Plantago bellardii, Plantago coronopus, Plantago lagopus, Plantago lanceolata, Plantago serraria, and Plantago major.  

Kerja flavonoid dalam mengambat pertumbuhan sel kanker belum diketahui dengan jelas. Namun dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun Plantago dapat digunakan sebagai salah satu obat herbal yang berguna dalam pengobatan kanker. Penggunaan obat-obatan herbal merupakan alternatif yang lebih aman karena kemoterapi dan operasi dalam pengobatan kanker dapat membahayakan tubuh dan menimbulkan beberapa efek samping. 

0 komentar

Post a Comment